Begini Kondisi Kekhalifahan Islam Menjelang Perang Salib I

Jum'at, 26 Juli 2024 - 22:12 WIB
loading...
Begini Kondisi Kekhalifahan...
Perang Salib merupakan sebuah perang yang diserukan oleh Paus di Roma. Ilustrasi: Ist
A A A
Tatkala hubungan kekhalifahan Islam tidak harmonis, wilayah Kristen Eropa bersatu padu. Begitu kondisi yang terjadi menjelang Perang Salib I .

"Latar belakang sejarah ketiga dinasti; Kekhalifahan Abbasiyah , Kekhalifahan Fatimiyah, dan Dinasti Turki Seljuk diwarnai rivalitas," tutur Finbarr B Flood dan Gulru Necipoglu dalam bukunya berjudul "A Companion to Islamic Art and Architecture" (Oxford: John Wiley and Sons Inc., 2017).

Kala itu, Turki Seljuk memang muncul sebagai kekuatan di utara dan di Irak , sementara Kekhalifahan Abbasiyah di Bagdad hanyalah sebuah simbol keislaman.

Sejarah antara ketiganya sangat rumit. Kekhalifahan Fatimiyah dibangun atas sebuah kekecewaan terhadap pendirian Kekhalifahan Abbasiyah, karena mereka berpendapat keturunan Ali bin Abi Thalib (Manshur al-Hakim bi-Amrillah)-lah yang pantas memimpin dan menjadi khalifah dalam dunia Islam, dan bukan keturunan Bani Abbas.

Baca juga: Yerusalem dalam Pandangan Tiga Agama dan Meletusnya Perang Salib

Kekhalifahan Fatimiyah beraliran Syiah , sedangkan Abbasiyah beraliran Suni . Kekhalifahan Abbasiyah dengan Turki Seljuk juga tidak harmonis karena Turki Seljuk yang dulunya hanya sebagai tentara dari Kekhalifahan Abbasiyah kini tampil sebagai pemimpin, dan Kekhalifahan Abbasiyah sendiri sebagai bawahannya.

Turki Seljuk juga tidak mempunyai hubungan yang baik dengan Kekhalifahan Fatimiyah karena selalu bersaing dalam menentukan posisi terkuat di dunia Islam.

Kekhalifahan Fatimiyah berhasil menjadi yang terkuat karena berhasil menaklukkan Syam dan juga memasukkan dua kota suci, Makkah dan Madinah , sebagai wilayah kekuasaannya.

Keadaan politik yang tidak stabil, serta persaingan yang tidak sehat menjadikan kekuatan Islam tidak mengetahui bahwa di Eropa sedang dibangun kekuatan yang luar biasa untuk merebut Yerusalem kembali dan mendirikan kerajaan surga di Yerusalem.

Deklarasi Perang Salib

Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa" memaparkan fakta sejarah menunjukkan bahwa Perang Salib terjadi karena adanya seruan dari Paus Urbanus II pada tahun 1095 untuk merebut Yerusalem dari kekuasaan Islam.

Baca juga: Tragedi Perang Salib dan Kolonialisme Eropa Menurut Montgomery Watt

Deklarasi Paus Urbanus dilatarbelakangi oleh permintaan Raja Byzantium Alexios I Komnenos untuk melindungi Byzantium dari serangan Turki Seljuk.

Paus Urbanus pada waktu itu menjadi pemimpin tertinggi Katolik, mempunyai ide tidak hanya mengalahkan Turki Seljuk namun juga untuk merebut Yerusalem yang dikuasai Islam dalam waktu yang sangat lama.

Semenjak Yerusalem ditaklukkan oleh Khalifah Umar, tidak ada usaha yang nyata dari Kristen Eropa untuk merebut Yerusalem. Usaha Byzantium tidak mendapatkan dukungan kerajaan-kerajaan Kristen Eropa yang mayoritas menganut Katolik.

Di Eropa, Katolik-lah yang dianggap Kristen yang benar, sedangkan di Timur lebih berkembang Kristen Ortodoks. Boleh dikatakan bahwa paus adalah rajanya para raja di Eropa.

Hampir seluruh raja di Eropa menganut Katolik dan kewajibannya untuk tunduk terhadap perintah paus, terutama perintah yang masih berkaitan dengan kekristenan.

Momen ekspansi Turki Seljuk di Anatolia adalah peristiwa yang tepat bagi Paus Urbanus II untuk menyatukan Katolik dan Kristen Ortodoks di Timur.

Baca juga: Hubungan Muslim-Kristen dan Perang Salib Menurut John L Esposito

Paus Urbanus juga ingin menyatukan Roma dengan Konstantinopel karena hubungan keduanya merenggang setelah Romawi dibagi menjadi dua.

Perang Salib merupakan sebuah perang yang diserukan oleh Paus di Roma. Paus yang merupakan pemimpin tertinggi Kristen Katolik sehingga keputusan yang diambil Paus harus dipatuhi oleh umat Katolik bahkan seorang raja tetap mempunyai kedudukan yang lebih rendah daripada seorang Paus situ sendiri.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Ucapan Minal Aidin Wal Faizin
Rekomendasi
NASA Buka Suara Soal...
NASA Buka Suara Soal Dugaan Pesawat Alien 3I/ATLAS: Itu Cuma Komet Biasa!
Seperti Amuba! Inilah...
Seperti Amuba! Inilah Jenis Virus Purba yang Dihidupkan Kembali
Bergoyang selama 8,5...
Bergoyang selama 8,5 Tahun, Ilmuwan Klaim Inti Bumi Tidak Sejajar
Artikel Terkini
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved