Perang Salib IV: Kisah Perang Konstantinopel, Lawannya Bukan Kaum Muslimin
Senin, 05 Agustus 2024 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
Alexios Doukas lebih dicintai rakyat dan memperoleh dukungan militer dari Byzantium sehinga pada tanggal 8 Februari 1204, Alexios IV Angelos dijatuhi hukuman mati.
Hal tersebut membuat pasukan Salib tidak terima karena mereka juga belum menerima upah dari Alexios IV Angelos.
Pada 8 April 1204, Pertempuran Konstantinopel kembali pecah. Pada pertempuran kedua tersebut, kemenangan kembali diperoleh pasukan Salib yang dipimpin oleh Enrico Dandolo, pemimpin Republik Venesia, dan dibantu oleh rekannya dari Montferrat, Boniface I.
Baca juga: Perang Salib III: Deklarasi Paus Gregory VIII setelah Shalahuddin Taklukkan Yerusalem
Kemenangan tersebut membuat Konstantinopel dikuasai oleh pasukan Salib yang mengakibatkan Byzantium akhirnya terpecah. Pasukan Salib akhirnya menguasai pemerintahan, terinspirasi pendirian kerajaan Yerusalem.
Setelah ditaklukkan, pasukan Salib mendirikan Kerajaan Latin Romawi. Kerajaan tersebut hanya bertahan selama 61 tahun karena mengalami kekalahan saat melawan Kekaisaran Nicaea, penerus sah Byzantium.
Sejak kekalahan tersebut, Byzantium berdiri lagi setelah lebih dari setengah abad dikuasai oleh pasukan Salib. Pendirian kerajaan oleh pasukan Salib tersebut juga tidak dapat menghilangkan kekuatan mayoritas dari segi etnis, bahasa, dan agama.
Byzantium berbahasa Yunani dan memeluk Kristen Ortodoks, sedangkan kerajaan buatan pasukan Salib berbahasa resmi Latin dan Prancis dengan agama resmi Katolik.
Baca juga: Perang Salib II: Kisah 4 Penyebab Kekalahan Pasukan Salib Melawan Kekhalifahan Islam
Hal tersebut membuat pasukan Salib tidak terima karena mereka juga belum menerima upah dari Alexios IV Angelos.
Pada 8 April 1204, Pertempuran Konstantinopel kembali pecah. Pada pertempuran kedua tersebut, kemenangan kembali diperoleh pasukan Salib yang dipimpin oleh Enrico Dandolo, pemimpin Republik Venesia, dan dibantu oleh rekannya dari Montferrat, Boniface I.
Baca juga: Perang Salib III: Deklarasi Paus Gregory VIII setelah Shalahuddin Taklukkan Yerusalem
Kemenangan tersebut membuat Konstantinopel dikuasai oleh pasukan Salib yang mengakibatkan Byzantium akhirnya terpecah. Pasukan Salib akhirnya menguasai pemerintahan, terinspirasi pendirian kerajaan Yerusalem.
Setelah ditaklukkan, pasukan Salib mendirikan Kerajaan Latin Romawi. Kerajaan tersebut hanya bertahan selama 61 tahun karena mengalami kekalahan saat melawan Kekaisaran Nicaea, penerus sah Byzantium.
Sejak kekalahan tersebut, Byzantium berdiri lagi setelah lebih dari setengah abad dikuasai oleh pasukan Salib. Pendirian kerajaan oleh pasukan Salib tersebut juga tidak dapat menghilangkan kekuatan mayoritas dari segi etnis, bahasa, dan agama.
Byzantium berbahasa Yunani dan memeluk Kristen Ortodoks, sedangkan kerajaan buatan pasukan Salib berbahasa resmi Latin dan Prancis dengan agama resmi Katolik.
Baca juga: Perang Salib II: Kisah 4 Penyebab Kekalahan Pasukan Salib Melawan Kekhalifahan Islam
(mhy)
Lihat Juga :