Imran Khan Bertarung dari Penjara untuk Jabatan Rektor Oxford
Rabu, 07 Agustus 2024 - 08:06 WIB
loading...
Imran Khan. Foto: MEE
A
A
A
Imran Khan bersaing dengan Tony Blair dan Boris Johnson untuk menjadi Rektor Oxford . Tidak seperti dua mantan pemimpin dunia lainnya, mantan perdana menteri Pakistan ini bertarung dalam pemilihan umum dari penjara.
Imran Khan telah memegang banyak gelar bergengsi selama 71 tahun hidupnya.
Ia adalah kapten tim kriket Pakistan , memenangkan Piala Dunia 1992. Lebih dari dua dekade kemudian ia menjadi perdana menteri Pakistan.
Kini Imran Khan mengincar gelar lain: Rektor Universitas Oxford yang elite di Inggris . Ia berencana mencalonkan diri, setelah Chris Patten mengundurkan diri. Chris Patten adalah mantan gubernur Hong Kong. Ia sudah berusia 80 tahun.
Rektor adalah kepala universitas dan dipilih oleh anggota dan alumni Oxford.
Menurut Middle East Eye atau MEE, mantan perdana menteri Pakistan ini akan bersaing dengan banyak kandidat terkenal lainnya, termasuk dua mantan perdana menteri Inggris: Tony Blair dan Boris Johnson.
Baca juga: Mengapa Mantan PM Pakistan Imran Khan Ditangkap?
Ketiga pria tersebut merupakan lulusan Oxford. Namun, tidak seperti pesaingnya dari Inggris, Imran Khan akan bertarung dalam pemilihan umum dari sel penjara.
Ia menjalani hukuman 10 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah membocorkan rahasia negara. Laporan PBB baru-baru ini menyimpulkan bahwa penahanannya bersifat sewenang-wenang dan melanggar hukum internasional.
Setelah dicopot dari kekuasaan melalui mosi tidak percaya yang didukung militer pada April 2022, Imran Khan ditangkap pada Mei 2023 dan sejak itu terlibat dalam lebih dari 150 kasus hukum. PBB telah menyerukan agar Imran Khan dibebaskan segera.
Imran Khan menghabiskan waktunya di penjara dengan membaca buku-buku, termasuk studi sejarah dan novel-novel Tolstoy.
Kini ia terbiasa dengan kampanye dari penjara. Meskipun dipenjara, partainya, Tehreek-e-Insaf, memenangkan kursi terbanyak di parlemen dalam pemilihan umum Pakistan pada bulan Februari.
Baca juga: Polisi Pakistan Bentrok dengan Pendukung Imran Khan
Imran Khan telah memegang banyak gelar bergengsi selama 71 tahun hidupnya.
Ia adalah kapten tim kriket Pakistan , memenangkan Piala Dunia 1992. Lebih dari dua dekade kemudian ia menjadi perdana menteri Pakistan.
Kini Imran Khan mengincar gelar lain: Rektor Universitas Oxford yang elite di Inggris . Ia berencana mencalonkan diri, setelah Chris Patten mengundurkan diri. Chris Patten adalah mantan gubernur Hong Kong. Ia sudah berusia 80 tahun.
Rektor adalah kepala universitas dan dipilih oleh anggota dan alumni Oxford.
Menurut Middle East Eye atau MEE, mantan perdana menteri Pakistan ini akan bersaing dengan banyak kandidat terkenal lainnya, termasuk dua mantan perdana menteri Inggris: Tony Blair dan Boris Johnson.
Baca juga: Mengapa Mantan PM Pakistan Imran Khan Ditangkap?
Ketiga pria tersebut merupakan lulusan Oxford. Namun, tidak seperti pesaingnya dari Inggris, Imran Khan akan bertarung dalam pemilihan umum dari sel penjara.
Ia menjalani hukuman 10 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah membocorkan rahasia negara. Laporan PBB baru-baru ini menyimpulkan bahwa penahanannya bersifat sewenang-wenang dan melanggar hukum internasional.
Setelah dicopot dari kekuasaan melalui mosi tidak percaya yang didukung militer pada April 2022, Imran Khan ditangkap pada Mei 2023 dan sejak itu terlibat dalam lebih dari 150 kasus hukum. PBB telah menyerukan agar Imran Khan dibebaskan segera.
Imran Khan menghabiskan waktunya di penjara dengan membaca buku-buku, termasuk studi sejarah dan novel-novel Tolstoy.
Kini ia terbiasa dengan kampanye dari penjara. Meskipun dipenjara, partainya, Tehreek-e-Insaf, memenangkan kursi terbanyak di parlemen dalam pemilihan umum Pakistan pada bulan Februari.
Baca juga: Polisi Pakistan Bentrok dengan Pendukung Imran Khan
Lihat Juga :