Saka Tatal Jalani Sumpah Pocong: Bagaimana Menurut Islam?
Jum'at, 09 Agustus 2024 - 16:21 WIB
loading...
Saka Tatal menjalani sumpah Pocong Jumat 9 Agustus 2024. Foto/Ilustrasi: INews
A
A
A
Saka Tatal menjalani sumpah Pocong di Padepokan Agung Amparan Jati di Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat , Jumat (9/8/2024).
Sebelum menjalani ritual itu, terpidana kasus pembunuhan Vina ini lebih duludimandikan oleh pihak padepokan. Usai dimandikan Saka langsung mengambil posisi tidur di atas kain kafan yang telah di taruh bunga atua sesajen.Saka Tatal bersumpahapa yangdituduhkan kepada dirinya tidaklah benar.
Lalu bagaimana sebenarnya sumpah pocongmenurutIslam? Laman Pimpinan Pusat Muhammadiyah pernah melansir Keputusan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah terkait masalah ini.
Disebutkan, sumpah dalam Islam disebut dengan al Yamin atau al Hilfu atau al Qasam, memang dikenal dan ada landasannya baik dalam al-Quran maupun hadis Nabi .
Adapun sumpah pocong sebenarnya hanya tradisi lokal Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan tatacara sumpahnya. Sedangkan dari isi sumpahnya bisa saja tidak bertentangan dengan ketentuan syari’at Islam.
Baca juga: Saka Tatal Sumpah Pocong: Saya Yakin Benar!
Dua Macam
Dalam Islam, mengenai penggunaan/pemakaian sumpah ini secara garis besarnya ada dua macam, yaitu: pertama, sumpah di luar pengadilan; kedua, sumpah yang dilakukan di pengadilan dalam proses berperkara.
Sumpah jenis pertama biasa dilakukan orang-orang, adakalanya untuk menyangkal ketidakbenaran yang disampaikan/dikatakan oleh orang lain, atau untuk menyelesaikan perselisihan. Kadang-kadang juga sumpah itu diucapkan untuk menandaskan bahwa apa yang disampaikan/diucapkan itu sesuatu yang benar.
Orang Arab adalah orang yang gemar bersumpah, untuk memulai pembicaraan saja agar pembicaraannya itu didengar orang atau diperhatikan orang, ia memulai dengan sumpah. Dalam bersumpah mereka biasa bersumpah dengan apapun, dengan leluhurannya, dengan pohon, dengan benda-benda lain. Untuk itu Nabi mengarahkan agar sumpah itu mempunyai makna, maka dalam bersumpah hendaknya mempergunakan nama Allah.
Dalam riwayat Abu Dawud dan an Nasai dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Janganlah kalian bersumpah dengan nama bapak-bapak kalian dan jangan pula dengan nama ibu-ibu kalian, jangan pula dengan nama patung-patung, dan janganlah bersumpah kecuali dengan nama Allah dan janganlah bersumpah kecuali kalian benar (apa yang disumpahkan)”. (HR. Abu Dawud).
Baca juga: Sumpah Pocong, Keluarga Yakin Saka Tatal Tak Bersalah
Sebelum menjalani ritual itu, terpidana kasus pembunuhan Vina ini lebih duludimandikan oleh pihak padepokan. Usai dimandikan Saka langsung mengambil posisi tidur di atas kain kafan yang telah di taruh bunga atua sesajen.Saka Tatal bersumpahapa yangdituduhkan kepada dirinya tidaklah benar.
Lalu bagaimana sebenarnya sumpah pocongmenurutIslam? Laman Pimpinan Pusat Muhammadiyah pernah melansir Keputusan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah terkait masalah ini.
Disebutkan, sumpah dalam Islam disebut dengan al Yamin atau al Hilfu atau al Qasam, memang dikenal dan ada landasannya baik dalam al-Quran maupun hadis Nabi .
Adapun sumpah pocong sebenarnya hanya tradisi lokal Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan tatacara sumpahnya. Sedangkan dari isi sumpahnya bisa saja tidak bertentangan dengan ketentuan syari’at Islam.
Baca juga: Saka Tatal Sumpah Pocong: Saya Yakin Benar!
Dua Macam
Dalam Islam, mengenai penggunaan/pemakaian sumpah ini secara garis besarnya ada dua macam, yaitu: pertama, sumpah di luar pengadilan; kedua, sumpah yang dilakukan di pengadilan dalam proses berperkara.
Sumpah jenis pertama biasa dilakukan orang-orang, adakalanya untuk menyangkal ketidakbenaran yang disampaikan/dikatakan oleh orang lain, atau untuk menyelesaikan perselisihan. Kadang-kadang juga sumpah itu diucapkan untuk menandaskan bahwa apa yang disampaikan/diucapkan itu sesuatu yang benar.
Orang Arab adalah orang yang gemar bersumpah, untuk memulai pembicaraan saja agar pembicaraannya itu didengar orang atau diperhatikan orang, ia memulai dengan sumpah. Dalam bersumpah mereka biasa bersumpah dengan apapun, dengan leluhurannya, dengan pohon, dengan benda-benda lain. Untuk itu Nabi mengarahkan agar sumpah itu mempunyai makna, maka dalam bersumpah hendaknya mempergunakan nama Allah.
Dalam riwayat Abu Dawud dan an Nasai dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Janganlah kalian bersumpah dengan nama bapak-bapak kalian dan jangan pula dengan nama ibu-ibu kalian, jangan pula dengan nama patung-patung, dan janganlah bersumpah kecuali dengan nama Allah dan janganlah bersumpah kecuali kalian benar (apa yang disumpahkan)”. (HR. Abu Dawud).
Baca juga: Sumpah Pocong, Keluarga Yakin Saka Tatal Tak Bersalah
Lihat Juga :