7 Faktor Kekalahan Pasukan Salib: Pasukan Islam Mempunyai Spirit Jihad
Jum'at, 16 Agustus 2024 - 20:45 WIB
loading...
A
A
A
Contoh adalah ketika terjadi kegagalan rencana penyerangan ke Damaskus oleh Baldwin, Raja Yerusalem; dengan Louis VII, Raja Prancis; beserta Conrad, Raja Jerman pada Perang Salib II.
6. Pasukan Salib datang dari Eropa dan bukan dicetak ataupun direkrut dari pribumi. Pasukan Salib datang saat Perang Salib dimulai. Setelah perang selesai, kebanyakan pasukan Salib akan kembali lagi ke Eropa. Intinya, mayoritas pasukan Salib terdiri dari oknum-oknum baru yang belum mempunyai gambaran atau pengalaman bertempur di Timur Tengah.
Artinya, jarak tempuh dari Eropa dan kualitas pasukan Salib itu sendiri memengaruhi hasil perang. Jadi pasukan dari Turki Seljuk, Dinasti Fathimiah, Dinasti Ayyubiah, dan Dinasti Mamlukiah mempunyai keuntungan dalam hal geografis.
Faktor geografis juga menentukan distribusi makanan prajurit selama bertempur.
7. Mental pasukan dari Islam yang tangguh dan mempunyai spirit jihad dalam bertempur apalagi berperang dengan orang asing yang mempunyai kepercayaan berbeda.
Mati dalam berperang terutama membela agama bukan hal menakutkan karena akan diganjar surga. Hal itulah yang membuat pasukan dari Turki Seljuk, Dinasti Fathimiah, Dinasti Ayyubiah, dan Dinasti Mamlukiah bertempur dengan gigih.
Baca juga: Perang Salib II: Kisah 4 Penyebab Kekalahan Pasukan Salib Melawan Kekhalifahan Islam
6. Pasukan Salib datang dari Eropa dan bukan dicetak ataupun direkrut dari pribumi. Pasukan Salib datang saat Perang Salib dimulai. Setelah perang selesai, kebanyakan pasukan Salib akan kembali lagi ke Eropa. Intinya, mayoritas pasukan Salib terdiri dari oknum-oknum baru yang belum mempunyai gambaran atau pengalaman bertempur di Timur Tengah.
Artinya, jarak tempuh dari Eropa dan kualitas pasukan Salib itu sendiri memengaruhi hasil perang. Jadi pasukan dari Turki Seljuk, Dinasti Fathimiah, Dinasti Ayyubiah, dan Dinasti Mamlukiah mempunyai keuntungan dalam hal geografis.
Faktor geografis juga menentukan distribusi makanan prajurit selama bertempur.
7. Mental pasukan dari Islam yang tangguh dan mempunyai spirit jihad dalam bertempur apalagi berperang dengan orang asing yang mempunyai kepercayaan berbeda.
Mati dalam berperang terutama membela agama bukan hal menakutkan karena akan diganjar surga. Hal itulah yang membuat pasukan dari Turki Seljuk, Dinasti Fathimiah, Dinasti Ayyubiah, dan Dinasti Mamlukiah bertempur dengan gigih.
Baca juga: Perang Salib II: Kisah 4 Penyebab Kekalahan Pasukan Salib Melawan Kekhalifahan Islam
(mhy)
Lihat Juga :