7 Faktor Kekalahan Pasukan Salib: Pasukan Islam Mempunyai Spirit Jihad

Jum'at, 16 Agustus 2024 - 20:45 WIB
loading...
7 Faktor Kekalahan Pasukan...
Mental pasukan dari Islam yang tangguh dan mempunyai spirit jihad dalam bertempur apalagi berperang dengan orang asing yang mempunyai kepercayaan berbeda. Ilustrasi: Ist
A A A
Perang Salib di Timur Tengah memakan waktu 269 tahun, dimulai dari tahun 1096 hingga 1365. Itu jika Perang Salib X dihitung. Jika tidak, maka selama 176 tahun, yaitu dari tahun 1096 hingga 1272.

Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa" menyebut jika diringkas, faktor-faktor kekalahan pasukan Salib adalah sebagai berikut:

1. Tingginya semangat etnisitas kebangsaan mengalahkan persamaan sebagai pemeluk Katolik . Terdapat persaingan kerajaan-kerajaan di Eropa selama Perang Salib berlangsung. Hal tersebut jelas terlihat pada Perang Salib II.

Baca juga: Perang Salib II: Bukan Hanya Perang Katolik dengan Islam

2. Kedudukan raja dan pemimpin lebih tinggi dari paus. Paus hanya sebagai pemberi restu. Fakta di lapangan, raja atau pemimpinlah yang menentukan arah Perang Salib.

Perang Salib IV adalah contoh dengan mudahnya tujuan menuju Yerusalem berubah menuju Konstantinopel. Intinya pada waktu itu perintah dari paus diabaikan oleh pasukan Salib.

3. Semangat “Perang Suci” mulai pudar dalam pasukan Salib. Melindungi Yerusalem dan kerajaan bukan lagi tujuan utama. Tujuan utamanya bergeser menjadi pencarian kejayaan dan kekayaan. Hal tersebut tampak jelas pada Perang Salib IV, V, VII, VIII, IX, dan X.

4. Pasukan Salib merupakan pendatang dari Eropa. Perbedaan geografis dan iklim membuat pasukan Salib seringkali kalah sebelum melakukan peperangan. Medan pertempuran yang berbeda, serta mayoritas tanah lapang terbuka, membuat pasukan Salib perlu mempersiapkan strategi perang lain, sekaligus beradaptasi dengan lingkungan terlebih dahulu.

5. Pasukan Salib terdiri dari bangsa yang berbeda-beda. Hal tersebut menyulitkan mereka dalam koordinasi. Peran sebagai pemimpin utama juga seringkali menimbulkan masalah.

Baca juga: Perang Salib II: Kisah Kekalahan Dinasti Murabithun di Eropa
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Asal Muasal dan Sejarah...
Asal Muasal dan Sejarah Perintah Zakat, Simak Biar Lebih Paham!
Inilah Asal-Usul Bacaan...
Inilah Asal-Usul Bacaan Lafaz Niat Puasa Ramadan
Peluncuran Buku Jihad...
Peluncuran Buku Jihad Santri Merawat Bumi: 10 Kisah Inspiratif Pengelolaan Sampah di Pesantren
Sejarah Hari Santri:...
Sejarah Hari Santri: Dari Resolusi Jihad hingga Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Bersejarah
Bagaimana Bentuk Jihad...
Bagaimana Bentuk Jihad Wanita Masa Kini? Simak Penjelasannya di Sini!
Rekomendasi
Selandia Baru Diterjang...
Selandia Baru Diterjang Gelombang Panas Terparah sejak 1909
China Temukan Deposit...
China Temukan Deposit Emas Bawah Laut Terbesar
Ini Tanda-tanda Orang...
Ini Tanda-tanda Orang yang Akan Meninggal Menurut Sains
Artikel Terkini
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved