Pasca-Jatuhnya Granada, Dua Pilihan Umat Islam: Murtad atau Tinggalkan Spanyol
Rabu, 28 Agustus 2024 - 18:50 WIB
loading...
Pengusiran Islam dari Spanyol yang dimulai pada April 1609 dalam budaya modern diduga berhubungan erat dengan April Mop. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Dalam catatan sejarah , kekalahan Islam oleh kerajaan-kerajaan Kristen di Spanyol pada awalnya tidak mempermasalahkan penduduk yang beragama Islam. Musuh utama adalah pemerintahan Islam dan bukan penduduk.
Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa" menyebut jumlah pribumi yang masuk Islam memang tidak banyak, namun penduduk lokal yang dinikahi oleh orang Islam, terutama orang Arab, cukup banyak terutama di pusat-pusat kota seperti Toledo, Cordoba, Sevilla, Lisbon, dam Malaga, yang mayoritas terletak di Semenanjung Iberia bagian selatan.
Penduduk masih diperbolehkan memeluk Islam, namun dalam catatan sejarah setelah penaklukkan Cordoba, banyak sekali masjid yang berubah fungsi menjadi gereja , contohnya adalah Masjid Agung Cordoba yang dibangun pada tahun 784 menjadi Gereja Katedral Cordoba di tahun 1236.
Baca juga: 3 Faktor Kemenangan Reconquista dan Keruntuhan Kekhalifahan Cordoba
Sejak jatuhnya Emirat Granada, penduduk Islam masih diakui oleh Raja Ferdinand II sebagai pemimpin Kerajaan Spanyol. Komunitas-komunitas Islam juga masih terdapat di kota-kota lain di seluruh Semenanjung Iberia. Hal tersebut mengacu pada Perjanjian Granada pada tahun 1491 yang isinya salah satunya adalah diperbolehkannya penduduk memeluk Islam.
Pada tahun 1502, Raja Ferdinand II dan Ratu Isabela I memberikan dua pilihan terhadap penduduk Islam, terutama di Andalusia, untuk memeluk Katolik atau pergi dari Spanyol selama-lamanya dan kembali lagi ke Maroko (Edwards, 2013: 100).
Perintah tersebut kurang efektif karena pada kenyataannya penduduk Andalusia enggan untuk berpindah agama ke Katolik. Pada tahun-tahun berikutnya terdapat peraturan resmi dari kerajaan yang isinya budaya dan bahasa Arab tidak boleh dipakai di tempat umum.
Pengusiran Bangsa Moor
Pada tahun 1609, Raja Phillip III mengeluarkan perintah keras terhadap status keberadaan Islam di Spanyol. Jumlah muslim di Spanyol yang diperkirakan 500.000 jiwa pada waktu itu diberikan dua pilihan.
Baca juga: Reconquista: Kisah Menjelang Runtuhnya Kekhalifahan Cordoba
Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa" menyebut jumlah pribumi yang masuk Islam memang tidak banyak, namun penduduk lokal yang dinikahi oleh orang Islam, terutama orang Arab, cukup banyak terutama di pusat-pusat kota seperti Toledo, Cordoba, Sevilla, Lisbon, dam Malaga, yang mayoritas terletak di Semenanjung Iberia bagian selatan.
Penduduk masih diperbolehkan memeluk Islam, namun dalam catatan sejarah setelah penaklukkan Cordoba, banyak sekali masjid yang berubah fungsi menjadi gereja , contohnya adalah Masjid Agung Cordoba yang dibangun pada tahun 784 menjadi Gereja Katedral Cordoba di tahun 1236.
Baca juga: 3 Faktor Kemenangan Reconquista dan Keruntuhan Kekhalifahan Cordoba
Sejak jatuhnya Emirat Granada, penduduk Islam masih diakui oleh Raja Ferdinand II sebagai pemimpin Kerajaan Spanyol. Komunitas-komunitas Islam juga masih terdapat di kota-kota lain di seluruh Semenanjung Iberia. Hal tersebut mengacu pada Perjanjian Granada pada tahun 1491 yang isinya salah satunya adalah diperbolehkannya penduduk memeluk Islam.
Pada tahun 1502, Raja Ferdinand II dan Ratu Isabela I memberikan dua pilihan terhadap penduduk Islam, terutama di Andalusia, untuk memeluk Katolik atau pergi dari Spanyol selama-lamanya dan kembali lagi ke Maroko (Edwards, 2013: 100).
Perintah tersebut kurang efektif karena pada kenyataannya penduduk Andalusia enggan untuk berpindah agama ke Katolik. Pada tahun-tahun berikutnya terdapat peraturan resmi dari kerajaan yang isinya budaya dan bahasa Arab tidak boleh dipakai di tempat umum.
Pengusiran Bangsa Moor
Pada tahun 1609, Raja Phillip III mengeluarkan perintah keras terhadap status keberadaan Islam di Spanyol. Jumlah muslim di Spanyol yang diperkirakan 500.000 jiwa pada waktu itu diberikan dua pilihan.
Baca juga: Reconquista: Kisah Menjelang Runtuhnya Kekhalifahan Cordoba
Lihat Juga :