Kisah Pengusiran 300.000 Muslim dari Spanyol karena Menolak Masuk Katolik

Kamis, 29 Agustus 2024 - 05:45 WIB
loading...
A A A
Pengusiran Islam dari Spanyol yang dimulai pada April 1609 dalam budaya modern diduga berhubungan erat dengan April Mop, namun belum terdapat bukti sejarah yang kuat untuk membuktikannya karena masing-masing negara Eropa memiliki perbedaan tentang asal-usul April Mop.

Baca juga: Kisah Penaklukan Islam ke Prancis, Andalusia, dan Spanyol Islam

Tidak Banyak

Dalam catatan sejarah, kekalahan Islam oleh kerajaan-kerajaan Kristen di Spanyol pada awalnya tidak mempermasalahkan penduduk yang beragama Islam. Musuh utama adalah pemerintahan Islam dan bukan penduduk.

Jumlah pribumi yang masuk Islam memang tidak banyak, namun penduduk lokal yang dinikahi oleh orang Islam, terutama orang Arab, cukup banyak terutama di pusat-pusat kota seperti Toledo, Cordoba, Sevilla, Lisbon, dam Malaga, yang mayoritas terletak di Semenanjung Iberia bagian selatan.

Penduduk masih diperbolehkan memeluk Islam, namun dalam catatan sejarah setelah penaklukkan Cordoba, banyak sekali masjid yang berubah fungsi menjadi gereja , contohnya adalah Masjid Agung Cordoba yang dibangun pada tahun 784 menjadi Gereja Katedral Cordoba di tahun 1236.

Sejak jatuhnya Emirat Granada, penduduk Islam masih diakui oleh Raja Ferdinand II sebagai pemimpin Kerajaan Spanyol. Komunitas-komunitas Islam juga masih terdapat di kota-kota lain di seluruh Semenanjung Iberia. Hal tersebut mengacu pada Perjanjian Granada pada tahun 1491 yang isinya salah satunya adalah diperbolehkannya penduduk memeluk Islam.

Baca juga: Reconquista dan Kisah Runtuhnya Kekhalifahan Islam di Eropa

Pada tahun 1502, Raja Ferdinand II dan Ratu Isabela I memberikan dua pilihan terhadap penduduk Islam, terutama di Andalusia, untuk memeluk Katolik atau pergi dari Spanyol selama-lamanya dan kembali lagi ke Maroko (Edwards, 2013: 100).

Perintah tersebut kurang efektif karena pada kenyataannya penduduk Andalusia enggan untuk berpindah agama ke Katolik. Pada tahun-tahun berikutnya terdapat peraturan resmi dari kerajaan yang isinya budaya dan bahasa Arab tidak boleh dipakai di tempat umum.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Asal Muasal dan Sejarah...
Asal Muasal dan Sejarah Perintah Zakat, Simak Biar Lebih Paham!
Inilah Asal-Usul Bacaan...
Inilah Asal-Usul Bacaan Lafaz Niat Puasa Ramadan
Muslimverse Luncurkan...
Muslimverse Luncurkan Tantangan Harian Ramadhan, Hadiah Umrah Gratis hingga Uang Tunai
Sejarah Hari Santri:...
Sejarah Hari Santri: Dari Resolusi Jihad hingga Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Bersejarah
Rekomendasi
Eksperimen Menyeramkan...
Eksperimen Menyeramkan Ini Ungkap Gambaran Kiamat
Ausralia Sebut Kepulauan...
Ausralia Sebut Kepulauan Cocos Semakin Terancam Hilang Ditelan Ombak
Pisahkan Arab dan Afrika,...
Pisahkan Arab dan Afrika, Ini Fenomena Alam Paling Ekstrem yang Terjadi Jutaan Tahun Lalu
Artikel Terkini
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Infografis
Jokowi Masuk 50 Tokoh...
Jokowi Masuk 50 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved