Peran dan Doa Istri Menjadi Penolong Suami

loading...
Peran dan Doa Istri Menjadi Penolong Suami
Istri yang selalu mendoakan suaminya akan pendukung kelancaran rezeki , dna suami harus yakin jika istri berdoa kepada Allah untuk suaminya pasti Allah akan mengabulkannya. Foto ilustrasi/ist
Di balik sosoknya terlihat lemah, seorang istri ternyata memiliki energi yang luar biasa. Sebagai seorang istri, perempuan dapat menjadi inspirasi yang mampu menghantarkan sang suami ke jenjang kesuksesan yang sepintas mustahil dijangkaunya. Sosok istri yang taat kepada Allah juga akan mampu menyejukkan mata dan jiwa sang suami.

Istri saleha ikut memberi andil keberhasilan suami di di dunia dan akhirat. Doanya, bisa menjadi penolong seorang suami ketika mengalami kesulitan. Maka sangat beruntung bagi laki-laki yang mendapatkan perempuan yang mampu menjadikannya lebih besar daripada sebelumya. Yang mampu membuatnya lebih tabah, ulet, sabar, kuat dalam menghadapi liku-liku kehidupan . (Baca juga : Hak Suami Harus Dipenuhi, Hak Istri Wajib Ditunaikan )

Istri yang demikian itulah yang digambarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sebagai sebaik-baiknya perhiasan dunia, istri saleha. Dalam sebuah hadis dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash ra, ia berkata, bahwa Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang terbaik adalah wanita saleha.” (HR. Muslim)

Jadi, seorang perempuan yang menjadi istri haruslah dapat mengfungsikan dirinya laksana perhiasan yang melekat pada diri pemakainya. Istri harus selalu menjadi penyejuk, penyedap, pesona dan pemberi semangat hidup pada suaminya. Istri juga merupakan wakil suami dalam keluarga.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu'anhu, ia berkata, Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallambersabda :

“Setiap orang di antaramu adalah penanggung jawab dan setiap orang diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya, seorang imam adalah penanggung jawab atas umatnya, ia diminta tanggung jawab atas kepemimpinannya, seorang suami penanggung jawab atas keluarganya, ia diminta tanggung jawab atas kepemimpinanya, seorang istri penanggung jawab atas rumah tangga suaminya (Bila suami pergi), ia diminta tanggung jawab atas kepemimpinanya.“ (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)

Setiap istri wajib menghormati kepemimpinan suaminya di rumah dan di luar rumah. Istri harus menempatkan diri sebagai wakil suami selaku pemimpin rumah tangga, ia tidak boleh melampaui batas sebagai wakil ini, karena itu, istri harus meminta persetujuan suami bila melakukan tindakan penting dalam rumah tangganya.

Karena istri menjadi wakil suami, maka segala tindakan istri dalam mengurus rumah tangga suami, dalam menggunakan uang belanja, mengurus anak dan mengawasi pembantu rumah tangga, semua itu harus dipertanggung jawabkan kepada suami.

Dari Abu Huraira radhiyallahu'anhu, Nabi SAW. Bersabda :

“Sekiranya aku boleh menyuruh seseorang sujud kepada orang lain, tentu aku akan menyuruh seorang istri sujud kepada suaminya." (HR. Tirmidzi)
halaman ke-1
cover top ayah
وَمَا مِنۡ دَآ بَّةٍ فِى الۡاَرۡضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزۡقُهَا وَ يَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَا‌ؕ كُلٌّ فِىۡ كِتٰبٍ مُّبِيۡنٍ
Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

(QS. Hud:6)
cover bottom ayah
preload video