Ketika Islam Mengawali Peradaban Hampir dari Nol Lagi
Minggu, 01 September 2024 - 05:40 WIB
loading...
A
A
A
Gerakan Kristen ini merampas karya-karya dan ilmu yang telah dikembangkan Islam dalam berbagai bidang. Di Cordoba, terdapat pula Baitul Hikmah seperti di Bagdad untuk menyimpan karya-karya ilmuwan di bidang selain agama.
Karya-karya dari ilmuwan Islam Bagdad juga banyak dipelajari di Cordoba dengan cara penggandaan naskah. Jatuhnya Cordoba dan kota-kota lain membuat pelajar muslim kehilangan referensinya dalam mempelajari ilmu umum.
Pada akhirnya, Eropalah yang diuntungkan karena mereka tinggal mempelajari tanpa bersusah payah membangun fondasi. Fondasi mereka sebenarnya karya-karya Yunani yang dikembangkan dengan maksimal oleh pemikir-pemikir Islam hingga ditemukannya metode kedokteran dan ilmu hitung dengan penemuan angka nol, pengoperasian aljabar, dan sebagainya.
Pengusiran umat Islam membuat Islam telah kehilangan senjatanya di dunia. Hidup di lahan tandus dan tanpa ada ilmu pengetahuan membuat peradaban Islam “jalan di tempat” sejak abad ke-14.
Baca juga: Kekuasaan Daulah Andalusia di Spanyol dan Keruntuhannya
Islam telah kehilangan sinarnya semenjak hilangnya pengetahuan manusia di Baghdad dan Cordoba. Sebagian besar lenyap dan sebagian kecil berpindah tangan.
Sebagian kecil ilmu Islam tersebut dikembangkan Eropa hingga melahirkan Revolusi Industri di Inggris pada awal abad ke-18, yang diawali dengan penemuan mesin uap oleh James Watt.
Sejak itu Eropa menjadi cahaya dunia. Napoleon menginvasi Mesir pada akhir abad ke-18 dengan membawa peralatan-peralatan tercanggih di Eropa pada waktu itu seperti mesin cetak.
Napoleon terkejut dengan keadaan Mesir yang tidak mengalami perkembangan, bahkan jauh lebih buruk dibanding masa kejayaan Islam yang banyak ditulis oleh sejarawan Eropa.
Baca juga: Belajar dari Islam, Eropa Menuju Renaissance
Karya-karya dari ilmuwan Islam Bagdad juga banyak dipelajari di Cordoba dengan cara penggandaan naskah. Jatuhnya Cordoba dan kota-kota lain membuat pelajar muslim kehilangan referensinya dalam mempelajari ilmu umum.
Pada akhirnya, Eropalah yang diuntungkan karena mereka tinggal mempelajari tanpa bersusah payah membangun fondasi. Fondasi mereka sebenarnya karya-karya Yunani yang dikembangkan dengan maksimal oleh pemikir-pemikir Islam hingga ditemukannya metode kedokteran dan ilmu hitung dengan penemuan angka nol, pengoperasian aljabar, dan sebagainya.
Pengusiran umat Islam membuat Islam telah kehilangan senjatanya di dunia. Hidup di lahan tandus dan tanpa ada ilmu pengetahuan membuat peradaban Islam “jalan di tempat” sejak abad ke-14.
Baca juga: Kekuasaan Daulah Andalusia di Spanyol dan Keruntuhannya
Islam telah kehilangan sinarnya semenjak hilangnya pengetahuan manusia di Baghdad dan Cordoba. Sebagian besar lenyap dan sebagian kecil berpindah tangan.
Sebagian kecil ilmu Islam tersebut dikembangkan Eropa hingga melahirkan Revolusi Industri di Inggris pada awal abad ke-18, yang diawali dengan penemuan mesin uap oleh James Watt.
Sejak itu Eropa menjadi cahaya dunia. Napoleon menginvasi Mesir pada akhir abad ke-18 dengan membawa peralatan-peralatan tercanggih di Eropa pada waktu itu seperti mesin cetak.
Napoleon terkejut dengan keadaan Mesir yang tidak mengalami perkembangan, bahkan jauh lebih buruk dibanding masa kejayaan Islam yang banyak ditulis oleh sejarawan Eropa.
Baca juga: Belajar dari Islam, Eropa Menuju Renaissance
(mhy)
Lihat Juga :