Kisah Tentara Mongol Dipimpin Hulagu Khan Membantai 1,8 Juta Muslim Baghdad
Rabu, 04 September 2024 - 16:46 WIB
loading...
Pasukan Mongol membantai tidak kurang dari 1.800.000 orang muslim, termasuk khalifah sendiri. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Kekejaman tentara Mongol sampai saat ini tak bisa dihapuskan dari sejarah . Peristiwa ini terjadi ketika Genghis Khan meninggal, lalu digantikan oleh cucunya Hulagu Khan. Kala itu, pasukan Mongol sukses menaklukkan beberapa negeri Islam, dari Asia Tengah sampai ke negeri Syam bagian selatan dengan politik kekerasan dan kebiadaban.
Hulagu Khan berharap dapat menguasai Baghdad dan memusnahkan Daulah Abbasiyah . "Kala itu, Daulah Abbasiyah dalam posisi lemah karena adanya perpecahan antara Khalifah yang berhaluan Ahlus Sunnah dengan Amir Umaranya yang berpaham Syiah ," tulis Dr Syamruddin Nasution, M.Ag. dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" (Yayasan Pusaka Riau, 2013).
Untuk memenuhi ambisinya itu, Hulagu Khan mengirim surat kepada Khalifah al-Mukta’sim yang berisi tekanan agar dia menghancurkan benteng-benteng pertahanan, menimbun parit-parit jebakan, serta menyerahkan kekuasaan kepada dirinya.
Baca juga: Kemunduran Islam setelah Bangsa Mongol Meruntuhkan Abbasiyah
Khalifah al-Mukta’sim menolak semua tuntutan itu dan menyatakan siap untuk menangkal serangan Hulagu Khan. Penolakan tersebut menimbulkan reaksi yang hebat, dan dia segera mempersiapkan pasukannya untuk menyerang kota Baghdad.
Selanjutnya, pasukan Mongol mengepung Baghdad dari segala penjuru. Akhirnya, dengan terpaksa khalifah al-Mukta’sim meminta agar Hulagu Khan mau berdamai.
Maka pada tanggal 10 Februari 1258, khalifah dengan dikawal 3.000 orang pasukan perang membawa hadiah barang-barang perhiasan yang amat berharga, datang menuju pangkalan Hulagu Khan agar dia mau menerima permintaan damainya.
Hadiah-hadiah tersebut diterima oleh Hulagu Khan, akan tetapi permohonan damai khalifah ditolaknya.
Kemudian Hulagu Khan memerintahkan agar khalifah mengumumkan kepada rakyatnya untuk meletakkan senjata.
Dengan leluasa Hulagu Khan menghancurkan Baghdad beserta rakyatnya dalam tempo satu minggu. Tidak kurang dari 1.800.000 orang tewas di tangan pasukannya, termasuk khalifah sendiri.
Hulagu Khan berharap dapat menguasai Baghdad dan memusnahkan Daulah Abbasiyah . "Kala itu, Daulah Abbasiyah dalam posisi lemah karena adanya perpecahan antara Khalifah yang berhaluan Ahlus Sunnah dengan Amir Umaranya yang berpaham Syiah ," tulis Dr Syamruddin Nasution, M.Ag. dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" (Yayasan Pusaka Riau, 2013).
Untuk memenuhi ambisinya itu, Hulagu Khan mengirim surat kepada Khalifah al-Mukta’sim yang berisi tekanan agar dia menghancurkan benteng-benteng pertahanan, menimbun parit-parit jebakan, serta menyerahkan kekuasaan kepada dirinya.
Baca juga: Kemunduran Islam setelah Bangsa Mongol Meruntuhkan Abbasiyah
Khalifah al-Mukta’sim menolak semua tuntutan itu dan menyatakan siap untuk menangkal serangan Hulagu Khan. Penolakan tersebut menimbulkan reaksi yang hebat, dan dia segera mempersiapkan pasukannya untuk menyerang kota Baghdad.
Selanjutnya, pasukan Mongol mengepung Baghdad dari segala penjuru. Akhirnya, dengan terpaksa khalifah al-Mukta’sim meminta agar Hulagu Khan mau berdamai.
Maka pada tanggal 10 Februari 1258, khalifah dengan dikawal 3.000 orang pasukan perang membawa hadiah barang-barang perhiasan yang amat berharga, datang menuju pangkalan Hulagu Khan agar dia mau menerima permintaan damainya.
Hadiah-hadiah tersebut diterima oleh Hulagu Khan, akan tetapi permohonan damai khalifah ditolaknya.
Kemudian Hulagu Khan memerintahkan agar khalifah mengumumkan kepada rakyatnya untuk meletakkan senjata.
Dengan leluasa Hulagu Khan menghancurkan Baghdad beserta rakyatnya dalam tempo satu minggu. Tidak kurang dari 1.800.000 orang tewas di tangan pasukannya, termasuk khalifah sendiri.
Lihat Juga :