alexametrics

Imam Al-Ghazali: Pelihara Lidah dari 8 Perkara Ini

loading...
Imam Al-Ghazali: Pelihara Lidah dari 8 Perkara Ini
Imam Al-Ghazali berpesan untuk memelihara lidah agar kita tidak terjerumus ke dalam neraka. Foto Ilustrasi/Dok Tarbawia
Agama Islam terdiri dari dua bagian yaitu meninggalkan apa yang dilarang dan melakukan amal ketaatan. Meninggalkan apa yang dilarang jauh lebih sulit karena melakukan amal ketaatan dapat dilakukan semua orang.

Sedangkan meninggalkan syahwat hanya bisa diwujudkan oleh mereka yang tergolong shiddiqun. Karena itu, Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang berhijrah adalah yang meninggalkan keburukan, sedangkan orang yang berjihad adalah yang berjuang melawan hawa nafsunya."

Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali (1058-1111) dalam Kitab 'Bidayatul Hidayah' memberikan nasihat agar manusia memelihara lidahnya dalam 8 perkara. Menurut Imam Al Ghazali, ketika seseorang bermaksiat sesungguhnya ia telah melakukan maksiat dengan anggota badannya, padahal anggota badan merupakan nikmat dan karunia besar Allah.



Terkait lidah, ia diciptakan agar dengannya kita bisa banyak berzikir kepada Allah Swt, membaca kitab suci-Nya, memberi petunjuk kepada manusia. Lidah merupakan anggota badan yang paling dominan.

Imam Al-Ghazali rahimahullah berpesan untuk memelihara lidah agar kita tidak terjerumus ke dalam neraka. Maka, peliharalah lidahmu dari 8 perkara ini:

1. Berdusta.
Jagalah lidahmu agar jangan sampai berdusta baik dalam keadaan serius maupun bercanda. Jangan biasakan dirimu berdusta dalam canda karena hal itu akan mendorongmu untuk berdusta dalam hal yang bersifat serius. Berdusta termasuk induk dosa-dosa besar.

2. Mengingkari Janji.
Jangan menjanjikan sesuatu tapi kemudian tidak menepatinya. Hendaknya engkau berbuat baik kepada manusia dalam bentuk tingkah laku, bukan dalam bentuk perkataan. Jika engkau terpaksa berjanji, jangan sampai mengingkari janji itu kecuali jika engkau betul-betul tak berdaya atau ada halangan darurat. Nabi SAW bersabda, "Ada tiga hal, yang jika ada di antara kalian yang jatuh ke dalamnya maka ia termasuk munafik, walaupun ia puasa dan salat. Yaitu, jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanat ia berkhianat."

3. Ghibah (Menggunjing).
Peliharalah lidahmu dari menggunjing orang. Dalam Islam, orang yang melakukan perbuatan itu lebih hina daripada tiga puluh orang pezina. Makna ghibah adalah membicarakan seseorang dengan sesuatu yang ia benci jika ia mendengarnya. Walaupun engkau berkata benar, hindarilah untuk menggunjing secara halus. Misalnya menyatakan maksudmu secara tidak Iangsung dengan berkata, "Semoga Allah memperbaiki orang itu. Sungguh tindakannya sangat buruk padaku. Kita meminta kepada Allah agar Dia memperbaiki kita dan dia." Di sini terkumpul dua hal yang buruk, yaitu ghibah dan merasa bahwa diri sendiri bersih tidak bersalah. Jika engkau benar-benar bermaksud mendoakannya, berdoalah secara rahasia. Cukuplah firman Allah ini menghalangimu dari gibah, "Jangan sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kalian senang memakan daging saudaranya yang sudah mati. Pasti kalian tidak menyukainya," (QS Al-Hujurat: 12).

4. Berdebat
Dengan berdebat, kita telah menyakiti, menganggap bodoh, dan mencela orang yang kita debat. Selain itu, kita menjadi berbangga diri serta merasa lebih pandai dan berilmu. Manakala engkau mendebat orang bodoh, ia akan menyakitimu. Sedangmendebat orang pandai, ia akan membenci dan dengki padamu. Nabi SAW bersabda, "Siapa yang meninggalkan perdebatan sedang ia dalam keadaan salah, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di tepi surga. Dan siapa yang meninggalkan perdebatan padahal dia dalam posisi yang benar, Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga yang paling tinggi". Jangan sampai kita tertipu oleh setan yang berkata padamu, 'Tampakkan yang benar, jangan bersikap lemah,' Sebab, setan selalu akan menjerumuskan orang dungu kepada keburukan dalam bentuk kebaikan.

5. Mengklaim Diri Bersih dari Dosa.
Allah Ta'ala berfirman, "Jangan kalian merasa suci. Dia yang lebih mengetahui siapa yang bertakwa" (QS An-Najm: 32). Sebagian ahli hikmat ditanya, "Apa itu jujur yang buruk?" Mereka menjawab, "Seseorang yang memuji dirinya sendiri." Janganlah engkau terbiasa demikian. Ketahuilah bahwa hal itu akan mengurangi kehormatanmu di mata manusia dan menyebabkan datangnya murka Allah.

6. Mencela.
Jangan sampai mencela ciptaan Allah baik itu hewan, makanan, ataupun manusia. Janganlah engkau dengan mudah memastikan seseorang yang menghadap kiblat sebagai kafir, atau munafik. Karena, yang mengetahui semua rahasia hanyalah Allah. Karena itu, jangan mencampuri urusan antara hamba dan Allah. Ketahuilah bahwa pada hari kiamat engkau tak akan ditanya, "Mengapa engkau tidak mencela si fulan? Mengapa engkau mendiamkannya?" Nabi SAW sendiri tidak pernah mencela makanan yang tidak enak. Jika beliau berselera dengan sesuatu, beliau memakannya. Jika tidak, beliau tinggalkan.

7. Mendoakan Keburukan Bagi Orang Lain.
Peliharalah lidahmu untuk tidak mendoakan keburukan bagi makhluk Allah. Jika ia telah berbuat aniaya padamu, maka serahkan urusannya pada Allah. Dalam sebuah hadits disebutkan, "Seorang yang dianiaya mendoakan keburukan bagi yang menganiaya dirinya sehingga menjadi imbang. Kemudian yang menganiaya masih memiliki satu kelebihan yang bisa ia tuntut kepadanya pada hari kiamat". Bersabarlah dan doakanlah kebaikan untuk orang lain.

8. Bercanda, Mengejek dan Menghina Orang.
Peliharalah lidah dalam kondisi serius maupun canda karena ia bisa menjatuhkan kehormatan, menurunkan wibawa, membuat risau, dan menyakiti hati. Ia juga merupakan pangkal timbulnya murka dan marah serta dapat menanamkan benih-benih kedengkian di dalam hati. Karena itu, jangan bercanda dengan seseorang dan jika ada yang bercanda denganmu, jangan kau balas. Berpalinglah sampai mereka membicarakan hal lain.

Demikian nasihat indah Imam Al-Ghazali tentang bahayanya lidah. Diceritakan bahwa Abu Bakar Shiddiq RA meletakkan sebuah batu di mulutnya agar tidak berbicara kecuali saat perlu saja. Beliau menunjuk lidahnya lalu berkata, "Inilah yang menjadi segala sumber bagiku. Kekanglah ia sekuat tenagamu, karena ia merupakan faktor utama yang membuatmu celaka di dunia dan akhirat." Allahu A'lam.
(rhs)
cover top ayah
وَمِنۡهُمۡ مَّنۡ يَّقُوۡلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنۡيَا حَسَنَةً وَّفِى الۡاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

(QS. Al-Baqarah:201)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak