alexametrics

Tidak Seorang pun Masuk Surga Kecuali di Bawah Bendera Rasulullah SAW

loading...
Tidak Seorang pun Masuk Surga Kecuali di Bawah Bendera Rasulullah SAW
Pimpinan Darul Musthafa Tarim, Hadramaut Yaman, Habib Umar bin Hafidz saat memberi tausiyah kajian rouhah di Cidodol, Jakarta Selatan, belum lama ini. Foto/Dok MR
Mengimani sosok Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) adalah inti akidah dalam Islam. Tidaklah sempurna iman seseorang hingga ia mencintai Beliau SAW melebihi segalanya.

Nabi Muhammad SAW adalah manusia terpilih yang diberi keistimewaan oleh Allah Ta'ala memberi syafaat kepada manusia. Ketika Hari Kiamat tiba, maka semua manusia di muka bumi akan mencari sosok Beliau.

Ulama besar Yaman Al-Habib Umar bin Hafidz menegaskan bahwa ada dua buah nama yang tertulis di tiang-tiang Arsy-Nya Allah Ta'ala. Yaitu Allahu Ta'ala dan Nabi Muhammad SAW.



Ketika datang Hari Kiamat, Nabi Musa 'alaihissalam (AS) bergelantungan di tiang-tiang 'Arsy. Namun ketika Rasulullah SAW datang, maka Nabi Musa turun dan mengikuti Nabi Muhammad SAW.

"Semua para Nabi, para shiddiqin, para kaum sholihin, berada di bawah bendera Nabi Muhammad. Demi Allah tidak ada satu orang pun masuk ke surganya Allah kecuali dia berada di bawah bendera Nabi Muhammad SAW," kata Habib Umar dalam tausiyah singkatnya melalui akun Instagram @habibumar_indonesia.

Habib Umar yang juga Pimpinan Darul Musthafa Tarim, Hadramaut Yaman, mendoakan umat Islam agar dikumpulkan di bawah bendera Nabi Muhammad. Orang-orang yang memegang teguh keimanan, mereka akan dikumpulkan bersama Rasulullah SAW.

"Kita menjadi umat Nabi Muhammad tanpa paksaan. Allah yang menjadikan kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Namun banyak dari golongan umat ini ketika wafat dalam keadaan tidak memegang iman. Semoga kita dijadikan sebaik-baik umat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam," kata Habib Umar.

Bagaimana cara menghadapi orang yang memusuhi Islam pun telah diatur oleh Allah Ta'ala dengan rahmat dan kasih sayang-Nya. Tidak ada sesuatu yang paling menyakitkan, kecuali sebuah penghinaan yang merendahkan Allah Ta'ala, merendahkan Rasulullah SAW, dan merendahkan Alqur'an.

Rasulullah SAW bersabda:
لَايُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
"Tidak benar keimanan seseorang hingga ia mencintai Aku (Rasulullah) melebihi kecintaannya kepada ayah ibunya, dan anaknya, dan seluruh manusia".
(rhs)
cover top ayah
وَلَا تُعۡجِبۡكَ اَمۡوَالُهُمۡ وَاَوۡلَادُهُمۡ‌ؕ اِنَّمَا يُرِيۡدُ اللّٰهُ اَنۡ يُّعَذِّبَهُمۡ بِهَا فِى الدُّنۡيَا وَتَزۡهَقَ اَنۡفُسُهُمۡ وَهُمۡ كٰفِرُوۡنَ‏
Dan janganlah engkau (Muhammad) kagum terhadap harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya dengan itu Allah hendak menyiksa mereka di dunia dan agar nyawa mereka melayang, sedang mereka dalam keadaan kafir.

(QS. At-Taubah:85)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak