Kisah Roma Hampir Ditaklukkan Islam, Gereja Santo Petrus Dikepung
Selasa, 17 September 2024 - 18:59 WIB
loading...
A
A
A
Mereka "merampas barang-barang liturgi berharga dan relikui-relikui berhias yang ditempatkan di seluruh relik yang diletakkan".
Baca juga: Sang Penakluk Konstantinopel yang Mewujudkan Janji Rasulullah
Menurut Gregorovius, para pasukan Muslim mengelilingi kota Roma dan dua biara tersebut. Sayangnya, tak ada catatan kontemporer yang menyebut upaya Muslim untuk menerobos kota tersebut, namun diyakini pasukan Roma mempertahankan tembok itu, meskipun para anggota Santo Petrus dari scholae Vatikan (Saxons, Lombards, Frisians dan Franks) berupaya untuk memberontak, namun dikalahkan.
Seiring berjalannya waktu, pasukan dari Spoleto dan dikepalai oleh Adipati Lombard Guy, menyerang pasukan Arab di depan tembok kota tersebut, meredam sebagian dari mereka sampai Centumcellae, sampai kelompok lainnya berusaha untuk mencapai Misenum melalui darat.
Tak lama setelah pengepungan tersebut, Paus Leo IV membangun sebuah tembok yang kokoh di tepi kanan Tiber, dalam rangka melindungi Gereja Santo Petrus.
Kawasan yang dikitari, dipertahankan oleh Castel Sant'Angelo, yang mengambil nama dari Kota Leonine, dan dianggap menjadi kota terpisah, dengan pemerintahan sendiri.
Barbara Kreutz mengatakan wilayah Leonine digabung dengan kota tersebut pada abad keenam belas, menjadikannya rione Roma keempat belas, Borgo. Pada tahun 849, penyerbuan Arab lainnya terjadi di pelabuhan Roma, Ostia. Sejak itu, kota tersebut tak pernah lagi diserang oleh armada Arab.
Baca juga: Guru Spiritual di Balik Sukses Penaklukan Konstantinopel
Baca juga: Sang Penakluk Konstantinopel yang Mewujudkan Janji Rasulullah
Menurut Gregorovius, para pasukan Muslim mengelilingi kota Roma dan dua biara tersebut. Sayangnya, tak ada catatan kontemporer yang menyebut upaya Muslim untuk menerobos kota tersebut, namun diyakini pasukan Roma mempertahankan tembok itu, meskipun para anggota Santo Petrus dari scholae Vatikan (Saxons, Lombards, Frisians dan Franks) berupaya untuk memberontak, namun dikalahkan.
Seiring berjalannya waktu, pasukan dari Spoleto dan dikepalai oleh Adipati Lombard Guy, menyerang pasukan Arab di depan tembok kota tersebut, meredam sebagian dari mereka sampai Centumcellae, sampai kelompok lainnya berusaha untuk mencapai Misenum melalui darat.
Tak lama setelah pengepungan tersebut, Paus Leo IV membangun sebuah tembok yang kokoh di tepi kanan Tiber, dalam rangka melindungi Gereja Santo Petrus.
Kawasan yang dikitari, dipertahankan oleh Castel Sant'Angelo, yang mengambil nama dari Kota Leonine, dan dianggap menjadi kota terpisah, dengan pemerintahan sendiri.
Barbara Kreutz mengatakan wilayah Leonine digabung dengan kota tersebut pada abad keenam belas, menjadikannya rione Roma keempat belas, Borgo. Pada tahun 849, penyerbuan Arab lainnya terjadi di pelabuhan Roma, Ostia. Sejak itu, kota tersebut tak pernah lagi diserang oleh armada Arab.
Baca juga: Guru Spiritual di Balik Sukses Penaklukan Konstantinopel
(mhy)
Lihat Juga :