Manusia Menurut Al-Qur'an: Mendapat Pujian Sekaligus Cercaan Tuhan
Senin, 30 September 2024 - 18:32 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 3 Aspek Pokok Bukti Keesaan Tuhan Menurut Al-Qur'an
Ia mengantarkan mereka kepada suatu realitas yang Maha Sempurna, tanpa cacat, tanpa batas dan tanpa Akhir: wa anna ila rabbika Al-Muntaha -- dan sesungguhnya kepada Tuhan-Mu-lah berakhirnya segala sesuatu ( QS 53 :42). Hai manusia, sesungguhnya engkau telah bekerja dengan penuh kesungguhan menuju Tuhanmu dan pasti akan kamu menemui-Nya" ( QS 84 :6).
Dengan berpegang kepada pandangan ini, manusia akan berada dalam satu alam yang hidup, bermakna, serta tak terbatas, yang dimensinya melebar keluar melampaui dimensi "tanah", dimensi material itu.
Al-Quran tidak memandang manusia sebagai makhluk yang tercipta secara kebetulan, atau tercipta dari kumpulan atom, tapi ia diciptakan setelah sebelumnya direncanakan untuk mengemban satu tugas, Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi (QS 2:30).
Ia dibekali Tuhan dengan potensi dan kekuatan positif untuk mengubah corak kehidupan di dunia ke arah yang lebih baik ( QS 13 :11), serta ditundukkan dan dimudahkan kepadanya alam raya untuk dikelola dan dimanfaatkan ( QS 45 :12-13). Antara lain, ditetapkan arah yang harus ia tuju ( QS 51 :56) serta dianugerahkan kepadanya petunjuk untuk menjadi pelita dalam perjalanan itu ( QS 2 :38).
Baca juga: 2 Jenis Sifat Akal Manusia Menurut Al-Qur'an
Ia mengantarkan mereka kepada suatu realitas yang Maha Sempurna, tanpa cacat, tanpa batas dan tanpa Akhir: wa anna ila rabbika Al-Muntaha -- dan sesungguhnya kepada Tuhan-Mu-lah berakhirnya segala sesuatu ( QS 53 :42). Hai manusia, sesungguhnya engkau telah bekerja dengan penuh kesungguhan menuju Tuhanmu dan pasti akan kamu menemui-Nya" ( QS 84 :6).
Dengan berpegang kepada pandangan ini, manusia akan berada dalam satu alam yang hidup, bermakna, serta tak terbatas, yang dimensinya melebar keluar melampaui dimensi "tanah", dimensi material itu.
Al-Quran tidak memandang manusia sebagai makhluk yang tercipta secara kebetulan, atau tercipta dari kumpulan atom, tapi ia diciptakan setelah sebelumnya direncanakan untuk mengemban satu tugas, Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi (QS 2:30).
Ia dibekali Tuhan dengan potensi dan kekuatan positif untuk mengubah corak kehidupan di dunia ke arah yang lebih baik ( QS 13 :11), serta ditundukkan dan dimudahkan kepadanya alam raya untuk dikelola dan dimanfaatkan ( QS 45 :12-13). Antara lain, ditetapkan arah yang harus ia tuju ( QS 51 :56) serta dianugerahkan kepadanya petunjuk untuk menjadi pelita dalam perjalanan itu ( QS 2 :38).
Baca juga: 2 Jenis Sifat Akal Manusia Menurut Al-Qur'an
(mhy)
Lihat Juga :