Kisah Harun Al-Rasyid Pamer Kemegahan Istana Abbasiyah kepada Raja Konstantin VII
Senin, 07 Oktober 2024 - 17:52 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Nasihat Imam Syafi'i kepada Pengasuh Putra Khalifah Harun Ar-Rasyid
Pada sisi lain khalifah Harun selalu berusaha dengan gigih memperjuangkan kesejahteraan rakyatnya. Dia berkeliling ke sana-kemari menelusuri daerah kekuasaannya untuk mengetahui keadaan rakyat yang sebenarnya.
Mereka diberi pelayanan yang semestinya, sehingga melalui kemajuan ekonomi, rakyatnya pun merasakan kesejahteraan sebagaimana mestinya.
Pusat Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Kemajuan ekonomi Daulah Abbasiyah yang pesat tidak saja berpengaruh besar terhadap pembangunan untuk memperindah kota Baghdad, tetapi juga dipergunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan intelektual sekaligus.
Dapat lebih ditegaskan kemegahan kota Baghdad dan kemewahan hidup di istana merupakan sumber inspirasi tersendiri yang merangsang berkembangnya ilmu pengetahuan dan intelektual di tangan para ilmuwan.
Seni tari dan seni suara di tangan penari-penari dan penyanyi-penyanyi terkenal pada masa itu. Juga berkembang seni sajak di tangan penyair-penyair yang sangat masyhur dalam kesusastraan Islam.
Istana Harun al-Rasyid yang megah dijadikannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dalam berbagai cabang ilmu. Di situ berkumpul para ilmuwan dan orang-orang terpelajar dari berbagai penjuru dunia.
Baca juga: Kisah Sufi: Air Surga dari Orang Badui untuk Khalifah Harun Ar-Rasyid
Dana besar disumbangkan Harun untuk melayani mereka sekaligus disumbangkannya untuk pengembangan berbagai cabang ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan kesenian.
Syamruddin Nasution mengatakan bukan saja kemegahan Baghdad yang menjadi perangsang bagi pengembangan ilmu, intelektual dan seni, tetapi juga turut di dalamnya istana khalifah yang dijadikan pusat perkumpulan para cendekiawan dari berbagai penjuru dunia yang ditunjang oleh dana besar.
Pada sisi lain khalifah Harun selalu berusaha dengan gigih memperjuangkan kesejahteraan rakyatnya. Dia berkeliling ke sana-kemari menelusuri daerah kekuasaannya untuk mengetahui keadaan rakyat yang sebenarnya.
Mereka diberi pelayanan yang semestinya, sehingga melalui kemajuan ekonomi, rakyatnya pun merasakan kesejahteraan sebagaimana mestinya.
Pusat Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Kemajuan ekonomi Daulah Abbasiyah yang pesat tidak saja berpengaruh besar terhadap pembangunan untuk memperindah kota Baghdad, tetapi juga dipergunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan intelektual sekaligus.
Dapat lebih ditegaskan kemegahan kota Baghdad dan kemewahan hidup di istana merupakan sumber inspirasi tersendiri yang merangsang berkembangnya ilmu pengetahuan dan intelektual di tangan para ilmuwan.
Seni tari dan seni suara di tangan penari-penari dan penyanyi-penyanyi terkenal pada masa itu. Juga berkembang seni sajak di tangan penyair-penyair yang sangat masyhur dalam kesusastraan Islam.
Istana Harun al-Rasyid yang megah dijadikannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dalam berbagai cabang ilmu. Di situ berkumpul para ilmuwan dan orang-orang terpelajar dari berbagai penjuru dunia.
Baca juga: Kisah Sufi: Air Surga dari Orang Badui untuk Khalifah Harun Ar-Rasyid
Dana besar disumbangkan Harun untuk melayani mereka sekaligus disumbangkannya untuk pengembangan berbagai cabang ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan kesenian.
Syamruddin Nasution mengatakan bukan saja kemegahan Baghdad yang menjadi perangsang bagi pengembangan ilmu, intelektual dan seni, tetapi juga turut di dalamnya istana khalifah yang dijadikan pusat perkumpulan para cendekiawan dari berbagai penjuru dunia yang ditunjang oleh dana besar.
Lihat Juga :