Kisah Umar bin Khattab Mengaudit Kekayaan Amr bin Ash saat Romawi Siap Makar
Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
Timbul rasa khawatir dalam hati Amr bahwa Utsman akan mengutamakan Abdullah bin Sa'd dan ia akan memperluas kekuasaannya. Hal ini membuatnya tidak lagi banyak memikirkan soal Iskandariah. Berita-berita dan segala rencana makar pihak Romawi tak ada yang sampai kepadanya. Apalagi karena Romawi memang benar-benar sangat merahasiakan rencananya itu.
Sesudah Utsman dilantik, Amr dipecatnya dan seluruh kawasan di Mesir dipegang oleh Abdullah bin Sa'd. Mereka yang mengutip sumber ini sebagian berpendapat bahwa Amr meninggalkan Mesir menuju Makkah begitu ia dipecat.
Baca juga: Kisah Panglima Perang Romawi Muqauqis Mengancam Amr bin Ash
Sedangkan yang sebagian lagi berpendapat bahwa ia tetap tinggal di Mesir kendati sudah dipecat. Ada juga sumber yang menyebutkan bahwa Utsman tidaklah memecat Amr, tetapi memperluas kekuasaan Abdullah bin Sa'd dan memperlihatkan simpatinya yang begitu besar kepadanya.
Kalaulah memang demikian,Haekal mengatakan, posisi Amr di Mesir selama dalam kurun waktu itu, sulit sekali kita akan menuduhnya telah mengabaikan tanggung jawabnya karena dia tak dapat mengikuti berita-berita tentang Romawi di Iskandariah. Bahkan dapat dimengerti sekalipun ia tetap berada di kawasan Mesir. Dia akan membela diri atas tuduhan keji yang dialamatkan kepadanya.
"Tak ada tuduhan yang lebih keji dialamatkan kepada seorang pejabat tinggi daripada kecurangan dan usaha memperalat kekuasaan untuk kepentingan pribadinya dan untuk memperkaya diri," kata Haekal.
Akan tetapi apa pun yang terjadi, orang-orang Romawi di Iskandariah sudah menulis surat kepada Kaisar Konstans II [Constans II] dengan permintaan agar mereka dibebaskan dari kekuasaan Muslimin. Melihat lemahnya persenjataan pihak Arab di Iskandariah, sedang dia adalah raja lautan yang tak dimiliki oleh pihak Muslimin, mereka siap membantunya untuk mempermudah usahanya itu.
Baca juga: Kisah Pasukan Amr bin Ash Mengepung Benteng Babilon, Bikin Panik Romawi
Kalau dengan diam-diam dia dapat mengirimkan pasukannya dengan kapal tanpa diketahui pihak Muslimin, kekuatan bersenjatanya akan memasuki ibu kota Mesir, kemudian menaklukkannya dan dari sana seluruh wilayah Mesir akan dapat ditaklukkan. Konsep ini sangat menggiurkan Konstans dan istananya. Terbayang oleh mereka bahwa kalau mereka berhasil dan dapat menguasai Mesir kembali, apa yang sudah menimpa mereka di Syam tidaklah seberapa. (*)
Sesudah Utsman dilantik, Amr dipecatnya dan seluruh kawasan di Mesir dipegang oleh Abdullah bin Sa'd. Mereka yang mengutip sumber ini sebagian berpendapat bahwa Amr meninggalkan Mesir menuju Makkah begitu ia dipecat.
Baca juga: Kisah Panglima Perang Romawi Muqauqis Mengancam Amr bin Ash
Sedangkan yang sebagian lagi berpendapat bahwa ia tetap tinggal di Mesir kendati sudah dipecat. Ada juga sumber yang menyebutkan bahwa Utsman tidaklah memecat Amr, tetapi memperluas kekuasaan Abdullah bin Sa'd dan memperlihatkan simpatinya yang begitu besar kepadanya.
Kalaulah memang demikian,Haekal mengatakan, posisi Amr di Mesir selama dalam kurun waktu itu, sulit sekali kita akan menuduhnya telah mengabaikan tanggung jawabnya karena dia tak dapat mengikuti berita-berita tentang Romawi di Iskandariah. Bahkan dapat dimengerti sekalipun ia tetap berada di kawasan Mesir. Dia akan membela diri atas tuduhan keji yang dialamatkan kepadanya.
"Tak ada tuduhan yang lebih keji dialamatkan kepada seorang pejabat tinggi daripada kecurangan dan usaha memperalat kekuasaan untuk kepentingan pribadinya dan untuk memperkaya diri," kata Haekal.
Akan tetapi apa pun yang terjadi, orang-orang Romawi di Iskandariah sudah menulis surat kepada Kaisar Konstans II [Constans II] dengan permintaan agar mereka dibebaskan dari kekuasaan Muslimin. Melihat lemahnya persenjataan pihak Arab di Iskandariah, sedang dia adalah raja lautan yang tak dimiliki oleh pihak Muslimin, mereka siap membantunya untuk mempermudah usahanya itu.
Baca juga: Kisah Pasukan Amr bin Ash Mengepung Benteng Babilon, Bikin Panik Romawi
Kalau dengan diam-diam dia dapat mengirimkan pasukannya dengan kapal tanpa diketahui pihak Muslimin, kekuatan bersenjatanya akan memasuki ibu kota Mesir, kemudian menaklukkannya dan dari sana seluruh wilayah Mesir akan dapat ditaklukkan. Konsep ini sangat menggiurkan Konstans dan istananya. Terbayang oleh mereka bahwa kalau mereka berhasil dan dapat menguasai Mesir kembali, apa yang sudah menimpa mereka di Syam tidaklah seberapa. (*)
(mhy)
Lihat Juga :