Romawi Merebut Kembali Aleksandria di Era Utsman bin Affan: Amr bin Ash Tampil Kembali
Rabu, 16 Oktober 2024 - 05:15 WIB
loading...
Pendaratan pasukan Romawi di Iskandariyyah itu jatuh pada bulan-bulan pertama tahun 25 Hijri (664 M). Ilustrasi: AI
A
A
A
Kaisar Konstans II atau Constans II bertekad merebut kembali Mesir saat Khalifah Umar bin Khattab wafat dan digantikan Khalifah Utsman bin Affan . Kaisar Romaw i ini menyiapkan sebuah armada terdiri dari 300 buah kapal lengkap dengan tenaga manusianya, dipimpin oleh Manuel. Pasukan inimenuju ke Aleksandria atau Iskandariyyah.
Gerakan Kaisar Konstan II ini diam-diam dan sangat rahasia sehingga tak diketahui pihak muslim di Mesir maupun Madinah . Dengan muslihat ituKaisar berhasil mengantarkan armadanya sampai ke Iskandariyyah dan mendaratkan pasukannya di kota itu.
Di Iskandariyyah mereka disambut oleh penduduk Romawi yang tinggal di sana dan mereka segera bergabung lalu bersama-sama menuju ke asrama pasukan muslim. Semua penghuni asrama itu mereka bunuh, kecuali beberapa orang yang masih sempat lari.
"Selanjutnya, Manuel dan pasukannya tinggal di ibu kota Mesir itu. Terbayang oleh mereka, bahwa petualangan mereka kini sudah akan berhasil baik dan usaha mengosongkan Muslimin dari Mesir sudah menjadi kenyataan," tulis Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Usman bin Affan, Antara Kekhalifahan dengan Kerajaan" yang diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah (Pustaka Litera AntarNusa, 1987).
Baca juga: Kisah Panglima Perang Romawi Muqauqis Mengancam Amr bin Ash
Pendaratan pasukan Romawi di Iskandariyyah itu jatuh pada bulan-bulan pertama tahun 25 Hijri (664 M), yakni selang setahun dan beberapa bulan sesudah pelantikan Utsman.
Menurut Haekal, hampir semua sumber sepakat tentang tahun itu. Kesepakatan ini menunjukkan bahwa terbunuhnya Khalifah Umar bin Khattab telah membuat kota Konstantinopel berani cepat-cepat menyambut permintaan penduduk Romawi di Iskandariah itu, dengan perkiraan bahwa dengan kematian Umar, kaum muslim sudah kehilangan saka guru dan menamatkan era pembebasan yang pada masanya telah membuat Romawi dan Persia mati akal.
Setelah menguasai Iskandariyyah, pasukan Romawi menyerang kota-kota di sekitarnya dan angkatan bersenjatanya di seluruh Mesir Hilir menjarah gandum, buah-buahan dan harta benda dari desa-desa tanpa ada yang mempertahankan.
Rupanya pihak Arab di Mesir serba bingung dan tidak menentu dalam menghadapi situasi ini. Mereka lantas meminta pendapat dan bantuan Khalifah Utsman di Madinah. Para pemuka di Madinah sependapat, begitu juga kaum Muslimin di Mesir, bahwa orang yang akan dapat menghadapi situasi yang begitu genting itu hanya Amr bin Ash .
Namanya saja sudah dapat menggetarkan hati pihak Romawi. Kebijakannya memang sudah mendapat tempat dalam hati rakyat Mesir dan mendapat dukungan.
Gerakan Kaisar Konstan II ini diam-diam dan sangat rahasia sehingga tak diketahui pihak muslim di Mesir maupun Madinah . Dengan muslihat ituKaisar berhasil mengantarkan armadanya sampai ke Iskandariyyah dan mendaratkan pasukannya di kota itu.
Di Iskandariyyah mereka disambut oleh penduduk Romawi yang tinggal di sana dan mereka segera bergabung lalu bersama-sama menuju ke asrama pasukan muslim. Semua penghuni asrama itu mereka bunuh, kecuali beberapa orang yang masih sempat lari.
"Selanjutnya, Manuel dan pasukannya tinggal di ibu kota Mesir itu. Terbayang oleh mereka, bahwa petualangan mereka kini sudah akan berhasil baik dan usaha mengosongkan Muslimin dari Mesir sudah menjadi kenyataan," tulis Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Usman bin Affan, Antara Kekhalifahan dengan Kerajaan" yang diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah (Pustaka Litera AntarNusa, 1987).
Baca juga: Kisah Panglima Perang Romawi Muqauqis Mengancam Amr bin Ash
Pendaratan pasukan Romawi di Iskandariyyah itu jatuh pada bulan-bulan pertama tahun 25 Hijri (664 M), yakni selang setahun dan beberapa bulan sesudah pelantikan Utsman.
Menurut Haekal, hampir semua sumber sepakat tentang tahun itu. Kesepakatan ini menunjukkan bahwa terbunuhnya Khalifah Umar bin Khattab telah membuat kota Konstantinopel berani cepat-cepat menyambut permintaan penduduk Romawi di Iskandariah itu, dengan perkiraan bahwa dengan kematian Umar, kaum muslim sudah kehilangan saka guru dan menamatkan era pembebasan yang pada masanya telah membuat Romawi dan Persia mati akal.
Setelah menguasai Iskandariyyah, pasukan Romawi menyerang kota-kota di sekitarnya dan angkatan bersenjatanya di seluruh Mesir Hilir menjarah gandum, buah-buahan dan harta benda dari desa-desa tanpa ada yang mempertahankan.
Rupanya pihak Arab di Mesir serba bingung dan tidak menentu dalam menghadapi situasi ini. Mereka lantas meminta pendapat dan bantuan Khalifah Utsman di Madinah. Para pemuka di Madinah sependapat, begitu juga kaum Muslimin di Mesir, bahwa orang yang akan dapat menghadapi situasi yang begitu genting itu hanya Amr bin Ash .
Namanya saja sudah dapat menggetarkan hati pihak Romawi. Kebijakannya memang sudah mendapat tempat dalam hati rakyat Mesir dan mendapat dukungan.
Lihat Juga :