Romawi Merebut Kembali Aleksandria di Era Utsman bin Affan: Amr bin Ash Tampil Kembali
Rabu, 16 Oktober 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Umar bin Khattab Mengaudit Kekayaan Amr bin Ash saat Romawi Siap Makar
Oleh karena itu Utsman melimpahkan kepercayaan kepadanya untuk menghadapi pihak Romawi dan mengusirnya dari Mesir seperti yang sudah pernah dilakukannya pertama kali dulu.
Amr tidak ragu untuk melaksanakan perintah Khalifah. Segala kepahitan yang sudah dialaminya dari Khalifah Umar sebelumnya, dan kemudian dari Khalifah Utsman sendiri, tidak membuatnya mundur untuk melaksanakan tugas suci, yakni berjuang demi Allah dan di jalan Allah.
Strategi Amr bin Ash
Amr orang yang tahu benar segala akal bulus pasukan Romawi, dan bahwa mereka sekarang menjelajahi kawasan Mesir Hilir, menjarah dan merampas, memperturutkan segala nafsu kesenangan dengan sepuas-puasnya, sedang rakyat Mesir semua dalam ketakutan menghadapi para penyerang yang kejam itu. Penduduk tak mampu merintangi dan tidak pula membantu mereka, kecuali sebagian kecil.
Ketika itu yang menjadi komandan pasukan di benteng Babilon adalah Kharijah bin Huzafah. Kharijah berpendapat agar Amr segera bertindak dalam menghadapi mereka sebelum datang bala bantuan, kalau tidak rakyat Mesir akan merasa kecewa terhadap pasukan Arab itu dan akibatnya mereka akan bergabung dengan pasukan Romawi. Kalau sudah demikian akan sulit mengadakan perlawanan dan akan membawa akibat yang tidak menyenangkan.
Baca juga: Amr Bin Al-Ash: Arthabon Arab yang Taklukkan Arthabon Romawi
Akan tetapi panglima yang cerdas piawai dan cekatan itu lain lagi pendapatnya. Dia akan membiarkan pasukan Romawi tersebar di seluruh negeri, melakukan tindakan sewenang-wenang sekehendak hatinya dan hidup semaunya. Pada waktu itulah orang-orang Mesir akan makin membenci mereka.
Dalam menjawab permintaan Kharijah agar ia segera menghadapi musuh itu ia menjawab: "Tidak, biarlah mereka yang menghampiri saya. Mereka akan merampasi siapa saja yang mereka jumpai. Mereka akan saling memperlihatkan keburukan mereka sendiri."
Kata-katanya ini menunjukkan bahwa Amr memang lebih mengenal Romawi daripada pihak Romawi sendiri. Ia tahu bahwa mereka memendam kebencian yang luar biasa kepada orang-orang Mesir, sejak Mesir lepas dari tangan mereka. Pasti mereka akan memperlakukan orang-orang Mesir itu dengan cara yang sangat buruk.
Oleh karena itu Utsman melimpahkan kepercayaan kepadanya untuk menghadapi pihak Romawi dan mengusirnya dari Mesir seperti yang sudah pernah dilakukannya pertama kali dulu.
Amr tidak ragu untuk melaksanakan perintah Khalifah. Segala kepahitan yang sudah dialaminya dari Khalifah Umar sebelumnya, dan kemudian dari Khalifah Utsman sendiri, tidak membuatnya mundur untuk melaksanakan tugas suci, yakni berjuang demi Allah dan di jalan Allah.
Strategi Amr bin Ash
Amr orang yang tahu benar segala akal bulus pasukan Romawi, dan bahwa mereka sekarang menjelajahi kawasan Mesir Hilir, menjarah dan merampas, memperturutkan segala nafsu kesenangan dengan sepuas-puasnya, sedang rakyat Mesir semua dalam ketakutan menghadapi para penyerang yang kejam itu. Penduduk tak mampu merintangi dan tidak pula membantu mereka, kecuali sebagian kecil.
Ketika itu yang menjadi komandan pasukan di benteng Babilon adalah Kharijah bin Huzafah. Kharijah berpendapat agar Amr segera bertindak dalam menghadapi mereka sebelum datang bala bantuan, kalau tidak rakyat Mesir akan merasa kecewa terhadap pasukan Arab itu dan akibatnya mereka akan bergabung dengan pasukan Romawi. Kalau sudah demikian akan sulit mengadakan perlawanan dan akan membawa akibat yang tidak menyenangkan.
Baca juga: Amr Bin Al-Ash: Arthabon Arab yang Taklukkan Arthabon Romawi
Akan tetapi panglima yang cerdas piawai dan cekatan itu lain lagi pendapatnya. Dia akan membiarkan pasukan Romawi tersebar di seluruh negeri, melakukan tindakan sewenang-wenang sekehendak hatinya dan hidup semaunya. Pada waktu itulah orang-orang Mesir akan makin membenci mereka.
Dalam menjawab permintaan Kharijah agar ia segera menghadapi musuh itu ia menjawab: "Tidak, biarlah mereka yang menghampiri saya. Mereka akan merampasi siapa saja yang mereka jumpai. Mereka akan saling memperlihatkan keburukan mereka sendiri."
Kata-katanya ini menunjukkan bahwa Amr memang lebih mengenal Romawi daripada pihak Romawi sendiri. Ia tahu bahwa mereka memendam kebencian yang luar biasa kepada orang-orang Mesir, sejak Mesir lepas dari tangan mereka. Pasti mereka akan memperlakukan orang-orang Mesir itu dengan cara yang sangat buruk.
Lihat Juga :