Profil Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal yang Jadi Menteri Agama Kabinet Merah Putih
Selasa, 22 Oktober 2024 - 15:42 WIB
loading...
A
A
A
Hingga pada tahun 2020, Umar dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta. Keputusan itu tercantum dalam Kepres RI No. 31/M Tahun 2020.
Sejumlah posisi yang juga pernah diduduki oleh Umar antara lain, Komisaris PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), Komisaris Bank Mega Syariah, Dewan Redaksi Jurnal Islam FUTURA, hingga Staf ahli PSW IAIN Sunan Kalijaga.
Tidak hanya aktif dalam berkarier, ia juga aktif dalam berorganisasi. Dirinya adalah pendiri organisasi lintas agama untuk Masyarakat Dialog antar Umat Beragama dan pernah menjabat sebagai Dirjen di Departemen Agama.
Dia juga adalah anggota dari Tim Penasehat Inggris-Indonesia yang didirikan oleh mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair.
Banyak karya ilmiah tentang Islam yang telah diciptakan sebagai sumbangan yang tak ternilai untuk dunia Islam Indonesia dan beliau juga adalah penulis dari 12 buku diantaranya Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran (Paramadina, 1999), yang menjabarkan hasil penelitian mengenai bias gender dalam Quran.
Baca juga: Menag Nasaruddin: Bangsa Indonesia Harus Berterima Kasih kepada Para Santri atas Kemerdekaan yang Diraih
Sejumlah posisi yang juga pernah diduduki oleh Umar antara lain, Komisaris PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), Komisaris Bank Mega Syariah, Dewan Redaksi Jurnal Islam FUTURA, hingga Staf ahli PSW IAIN Sunan Kalijaga.
Tidak hanya aktif dalam berkarier, ia juga aktif dalam berorganisasi. Dirinya adalah pendiri organisasi lintas agama untuk Masyarakat Dialog antar Umat Beragama dan pernah menjabat sebagai Dirjen di Departemen Agama.
Dia juga adalah anggota dari Tim Penasehat Inggris-Indonesia yang didirikan oleh mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair.
Banyak karya ilmiah tentang Islam yang telah diciptakan sebagai sumbangan yang tak ternilai untuk dunia Islam Indonesia dan beliau juga adalah penulis dari 12 buku diantaranya Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran (Paramadina, 1999), yang menjabarkan hasil penelitian mengenai bias gender dalam Quran.
Baca juga: Menag Nasaruddin: Bangsa Indonesia Harus Berterima Kasih kepada Para Santri atas Kemerdekaan yang Diraih
(wid)
Lihat Juga :