Kiprah Kaum Santri dan Optimisme Menyambut Transisi
Kamis, 24 Oktober 2024 - 10:21 WIB
loading...
A
A
A
"Kita berharap santri tidak lagi dipandang semata-mata mengurusi formalistik keagamaan, tetapi mereka memiliki peran dan tanggung jawab hampir di segala bidang, demi membangun kemanusiaan dan peradaban,” sambung Prof Syamsul.
Selain itu, Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Semarang ini juga mengulas beberapa kelebihan yang dimiliki oleh kaum santri, diantaranya adalah kemampuan berdialektika namun tetap menjaga kesantunan dan persahabatan.
Andaikata ada perbedaan pendapat atau bahkan perdebatan, para santri tetap mudah untuk merangkul dan menjalin silaturahmi, sehingga kehidupan demokrasi di Indonesia menjadi lebih sejuk dengan cita rasa Islam yang dibawa oleh para santri.
Membahas pula kabinet baru yang telah dibentuk, Prof Syamsul Maarif juga menyoroti pentingnya proses rekrutmen yang merepresentasikan kemajemukan berbagai suku, agama, dan golongan di Indonesia.
Hal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip meritokrasi atau mengedepankan kemampuan dari masing-masing pejabat yang ditunjuk.
“Upaya pembentukan pemerintahan yang majemuk namun tetap kompeten, akan menggambarkan betapa pentingnya keberhasilan pemerintah untuk rakyat Indonesia yang beragam ini. Saya berharap agar susunan kabinet saat ini mampu menguatkan solidaritas dan persaudaraan rakyatnya dengan lebih baik,” tambah Prof Syamsul.
Selain itu perlu diakui bahwa bukan pekerjaan mudah untuk menjalankan roda pemerintahan Indonesia yang mewadahi begitu banyak keragaman, mulai dari wilayah hingga penduduknya. Walaupun demikian,Prof. Syamsul optimistis transisi dan jalannya pemerintahan saat ini bisa lebih menyejahterakan rakyat Indonesia.
Di pun berharap agar kaum santri lebih dilibatkan dalam partisipasi membangun negeri. Santri yang biasa disebut sebagai “kaum sarungan” ini sejatinya menawarkan perspektif alternatif dalam berpartisipasi dalam kancah perpolitikan di Indonesia, di samping adanya spektrum liberal dan sekuler.
Melalui para santri, Indonesia akan dapat mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih bermartabat, demokratis, religius, dan harmonis.
“Santri sudah saatnya menjadi pemimpin-pemimpin dan role model di tengah masyarakat Indonesia. Selain berkontribusi, juga akan bisa mewarnai berbagai kebijakan dan arah pembangunan negara kita. Sumbangsih para santri dalam mencapai proses demokrasi yang lebih matang akan menghasilkan kondisi masyarakat yang madani,” pungkas Prof Syamsul.
Selain itu, Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Semarang ini juga mengulas beberapa kelebihan yang dimiliki oleh kaum santri, diantaranya adalah kemampuan berdialektika namun tetap menjaga kesantunan dan persahabatan.
Andaikata ada perbedaan pendapat atau bahkan perdebatan, para santri tetap mudah untuk merangkul dan menjalin silaturahmi, sehingga kehidupan demokrasi di Indonesia menjadi lebih sejuk dengan cita rasa Islam yang dibawa oleh para santri.
Membahas pula kabinet baru yang telah dibentuk, Prof Syamsul Maarif juga menyoroti pentingnya proses rekrutmen yang merepresentasikan kemajemukan berbagai suku, agama, dan golongan di Indonesia.
Hal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip meritokrasi atau mengedepankan kemampuan dari masing-masing pejabat yang ditunjuk.
“Upaya pembentukan pemerintahan yang majemuk namun tetap kompeten, akan menggambarkan betapa pentingnya keberhasilan pemerintah untuk rakyat Indonesia yang beragam ini. Saya berharap agar susunan kabinet saat ini mampu menguatkan solidaritas dan persaudaraan rakyatnya dengan lebih baik,” tambah Prof Syamsul.
Selain itu perlu diakui bahwa bukan pekerjaan mudah untuk menjalankan roda pemerintahan Indonesia yang mewadahi begitu banyak keragaman, mulai dari wilayah hingga penduduknya. Walaupun demikian,Prof. Syamsul optimistis transisi dan jalannya pemerintahan saat ini bisa lebih menyejahterakan rakyat Indonesia.
Di pun berharap agar kaum santri lebih dilibatkan dalam partisipasi membangun negeri. Santri yang biasa disebut sebagai “kaum sarungan” ini sejatinya menawarkan perspektif alternatif dalam berpartisipasi dalam kancah perpolitikan di Indonesia, di samping adanya spektrum liberal dan sekuler.
Melalui para santri, Indonesia akan dapat mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih bermartabat, demokratis, religius, dan harmonis.
“Santri sudah saatnya menjadi pemimpin-pemimpin dan role model di tengah masyarakat Indonesia. Selain berkontribusi, juga akan bisa mewarnai berbagai kebijakan dan arah pembangunan negara kita. Sumbangsih para santri dalam mencapai proses demokrasi yang lebih matang akan menghasilkan kondisi masyarakat yang madani,” pungkas Prof Syamsul.
(shf)
Lihat Juga :