Khotbah Jumat: Retorika Penguasa Muslim Pasca-Setahun Gaza Dibantai
Jum'at, 25 Oktober 2024 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.
Seperti yang kita ketahui, di akhir September kemarin Zionis Yahudi menerima paket berupa bantuan militer dari Amerika Serikat sebesar 8,7 miliar dolar Amerika Serikat atau sebesar 131,6 triliun rupiah. Hal ini menunjukan bahwa negara-negara kafir seperti Amerika Serikat atau Inggris memberikan bantuan kepada Zionis Yahudi untuk menghancurkan Gaza.
Berdasarkan tafsir dari Imam Ali asy-Shabuni, ayat tersebut bermakna bahwa jika kita tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT seperti memberikan loyalitas kita kepada orang-orang beriman dan memutuskan hubungan kita dengan orang-orang kafir, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di bumi. Adanya peristiwa Genosida dan penghancuran kawasan Gaza tidak terlepas dari sikap para penguasa muslim yang malah memberikan loyalitas mereka kepada para penguasa dari negara-negara barat yang mendukung kekejaman Zionis Yahudi tanpa memberikan pembelaan mereka untuk kaum Muslim di Gaza.
Yang kedua, terlihatnya sikap pengecut dari kaum Zionis Yahudi. Hal ini bisa kita lihat dari serangan militer yang mereka gunakan secara diam-diam untuk menyerang Gaza.
Mereka tidak pernah berani untuk melakukan serangan langsung kepada warga Muslim karena mereka tau, jika mereka melakukan serangan langsung mereka akan mengalami kekalahan.
Sebagaimana Allah berfirman pada Q.S. Al-Ma’idah ayat 24,
yang artinya, Mereka berkata, "Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja.”
Pelajaran ketiga yang bisa kita ambil adalah, Allah menunjukan ketegaran kaum muslim Gaza dalam menghadapi serangan dari kaum Zionis Yahudi. Saudara-saudara, dibalik segala duka yang mereka rasakan, kita bisa lihat bahwa warga Muslim di Palestina masih tegar dan menjalankan segala kewajiban yang Allah perintahkan.
Mereka tetap berpuasa di bulan ramadhan, tetap melaksanakan sholat 5 waktu, dan membaca Al-Qur’an. Berbagai kekejaman yang mereka rasakan tidak membuat mereka meninggalkan kewajiban mereka sebagai umat Muslim.
Justru sebaliknya, mereka malah meyakini bahwa semua yang mereka miliki adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepada Allah.
Dan yang terakhir saudara-saudara, adanya krisis ini membuat kita bisa mengetahui bagaimana sifat asli dari para penguasa. Kita bisa menilai sifat para penguasa yang egois, pengecut, sekaligus pengkhianat.
Banyak sekali para penguasa yang berpura-pura membela Gaza lewat berbagai narasi politik atau hanya sekedar meminta kita untuk mengirimkan do’a kita untuk umat Palestina. Bahkan ada juga yang melarang kita untuk berceramah, melakukan khutbah, menyerukan perlawanan kita untuk kekejian yang didapatkan oleh warga Palestina seolah-olah warga Palestina bukanlah seorang saudara seiman yang harus kita bantu, naudzubillahimindzalik..
Hadirin jamaah sholat Jumat yang dirahmati oleh Allah, konflik antara Palestina dan Israel ini tidak bisa kita selesaikan hanya melalui organisasi perdamaian dunia seperti PBB, Liga Arab ataupun OKI. Allah SWT menawarkan solusi untuk menyelesaikan konflik ini dengan melakukan jihad dalam melawan kaum agresor yang merampas wilayah kaum Muslim dari khilafah.
Seperti yang kita ketahui, di akhir September kemarin Zionis Yahudi menerima paket berupa bantuan militer dari Amerika Serikat sebesar 8,7 miliar dolar Amerika Serikat atau sebesar 131,6 triliun rupiah. Hal ini menunjukan bahwa negara-negara kafir seperti Amerika Serikat atau Inggris memberikan bantuan kepada Zionis Yahudi untuk menghancurkan Gaza.
Berdasarkan tafsir dari Imam Ali asy-Shabuni, ayat tersebut bermakna bahwa jika kita tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT seperti memberikan loyalitas kita kepada orang-orang beriman dan memutuskan hubungan kita dengan orang-orang kafir, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di bumi. Adanya peristiwa Genosida dan penghancuran kawasan Gaza tidak terlepas dari sikap para penguasa muslim yang malah memberikan loyalitas mereka kepada para penguasa dari negara-negara barat yang mendukung kekejaman Zionis Yahudi tanpa memberikan pembelaan mereka untuk kaum Muslim di Gaza.
Yang kedua, terlihatnya sikap pengecut dari kaum Zionis Yahudi. Hal ini bisa kita lihat dari serangan militer yang mereka gunakan secara diam-diam untuk menyerang Gaza.
Mereka tidak pernah berani untuk melakukan serangan langsung kepada warga Muslim karena mereka tau, jika mereka melakukan serangan langsung mereka akan mengalami kekalahan.
Sebagaimana Allah berfirman pada Q.S. Al-Ma’idah ayat 24,
قَالُوۡايٰمُوۡسٰٓى اِنَّا لَنۡ نَّدۡخُلَهَاۤ اَبَدًا مَّا دَامُوۡا فِيۡهَا فَاذۡهَبۡ اَنۡتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَاۤ اِنَّا هٰهُنَا قَاعِدُوۡنَ
yang artinya, Mereka berkata, "Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja.”
Pelajaran ketiga yang bisa kita ambil adalah, Allah menunjukan ketegaran kaum muslim Gaza dalam menghadapi serangan dari kaum Zionis Yahudi. Saudara-saudara, dibalik segala duka yang mereka rasakan, kita bisa lihat bahwa warga Muslim di Palestina masih tegar dan menjalankan segala kewajiban yang Allah perintahkan.
Mereka tetap berpuasa di bulan ramadhan, tetap melaksanakan sholat 5 waktu, dan membaca Al-Qur’an. Berbagai kekejaman yang mereka rasakan tidak membuat mereka meninggalkan kewajiban mereka sebagai umat Muslim.
Justru sebaliknya, mereka malah meyakini bahwa semua yang mereka miliki adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepada Allah.
Dan yang terakhir saudara-saudara, adanya krisis ini membuat kita bisa mengetahui bagaimana sifat asli dari para penguasa. Kita bisa menilai sifat para penguasa yang egois, pengecut, sekaligus pengkhianat.
Banyak sekali para penguasa yang berpura-pura membela Gaza lewat berbagai narasi politik atau hanya sekedar meminta kita untuk mengirimkan do’a kita untuk umat Palestina. Bahkan ada juga yang melarang kita untuk berceramah, melakukan khutbah, menyerukan perlawanan kita untuk kekejian yang didapatkan oleh warga Palestina seolah-olah warga Palestina bukanlah seorang saudara seiman yang harus kita bantu, naudzubillahimindzalik..
Hadirin jamaah sholat Jumat yang dirahmati oleh Allah, konflik antara Palestina dan Israel ini tidak bisa kita selesaikan hanya melalui organisasi perdamaian dunia seperti PBB, Liga Arab ataupun OKI. Allah SWT menawarkan solusi untuk menyelesaikan konflik ini dengan melakukan jihad dalam melawan kaum agresor yang merampas wilayah kaum Muslim dari khilafah.
Lihat Juga :