Benarkah Salat Sunnah Rawatib harus Ada Jeda dengan Salat Wajib?
Rabu, 30 Oktober 2024 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Sunnahnya adalah memisahkan antara shalat fardhu dan sunnah pada salat Jumat dan selainnya, sebagaimana telah shahih bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah melarang menyambung salat yang satu ke salat lagi sampai dia memisahkannya dengan berdiri atau bicara, maka janganlah melakukan seperti kebanyakan orang menyambung setelah salam dengan dua rakaat sunnah, sebab itu telah menjalankan larangan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Hikmah dari hal ini adalah untuk membedakan antara ibadah wajib dan selain wajib, sebagaimana membedakan antara ibadah dan bukan ibadah. (Dari kitab Fatawa Al Kubra).
Tentang keutamaan salat rawatib , Ummu Habibah radiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang keutamaan salat sunnah rawatib.
Ummu Habibah berkata : saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang salat dua belas rakaat pada siang dan malam, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga“.
Setelah mendengarnya, Ummu Habibah berkata : saya tidak pernah meninggalkan salat sunnah rawatib semenjak mendengar hadits tersebut. ‘Anbasah berkata: Maka saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadis tersebut dari Ummu Habibah. ‘
Amru bin Aus berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadis tersebut dari ‘Ansabah. An-Nu’am bin Salim berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari ‘Amru bin Aus. (HR. Muslim).
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang salat sunnah rawatib sebelum (qobliyah) shubuh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya“. Dalam riwayat yang lain, “Dua raka’at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya” (HR. Muslim).
Tentang jumlah salat rawatib, ada hadis yang diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan An-Nasa’i, dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada salat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah ‘isya, dan dua rakaat sebelum subuh“. (HR. At-Tarmidzi, dan An-Nasa’i).
Baca juga: Berapa Jumlah Rakaat Salat Sunnah Rawatib? Simak Penjelasannya!
Wallahu'alam
Tentang keutamaan salat rawatib , Ummu Habibah radiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang keutamaan salat sunnah rawatib.
Ummu Habibah berkata : saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang salat dua belas rakaat pada siang dan malam, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga“.
Setelah mendengarnya, Ummu Habibah berkata : saya tidak pernah meninggalkan salat sunnah rawatib semenjak mendengar hadits tersebut. ‘Anbasah berkata: Maka saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadis tersebut dari Ummu Habibah. ‘
Amru bin Aus berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadis tersebut dari ‘Ansabah. An-Nu’am bin Salim berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari ‘Amru bin Aus. (HR. Muslim).
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang salat sunnah rawatib sebelum (qobliyah) shubuh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya“. Dalam riwayat yang lain, “Dua raka’at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya” (HR. Muslim).
Tentang jumlah salat rawatib, ada hadis yang diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan An-Nasa’i, dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada salat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah ‘isya, dan dua rakaat sebelum subuh“. (HR. At-Tarmidzi, dan An-Nasa’i).
Baca juga: Berapa Jumlah Rakaat Salat Sunnah Rawatib? Simak Penjelasannya!
Wallahu'alam
(wid)
Lihat Juga :