4 Negara yang Dulu Mayoritas Muslim Kini Jadi Minoritas, Siapa Saja Mereka?
Kamis, 07 November 2024 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu momen penting dalam sejarah perubahan demografis Ceko adalah Reformasi Protestan pada abad ke-15. Waktu itu, banyak penduduk Ceko mengalami konversi ke agama Kristen Protestan.
Pada 711, pasukan Muslim dari Afrika Utara yang dipersatukan oleh keyakinan mereka terhadap Islam menyeberangi Selat Gibraltar dan tiba di Semenanjung Iberia. Dalam waktu kurang dari satu dekade, mereka menguasai sebagian besar semenanjung itu dan menyebutnya sebagai al-Andalus.
Sekitar tahun 720, Spanyol sebagian besar wilayahnya berada di bawah kendali kaum Muslim. Salah satu alasan keberhasilan ini adalah persyaratan penyerahan diri yang sangat menguntungkan bagi rakyat di sana, berbeda dengan persyaratan keras yang ditetapkan oleh para penguasa sebelumnya.
Stabilitas Muslim di Spanyol Muslim terwujud dengan berdirinya Dinasti Umayyah Andalusia yang berkuasa. Periode keemasannya ditandai kemajuan di bidang ilmu pengetahuan serta arsitektur yang berkembang pesat.
Runtuhnya pemerintahan Islam di Spanyol bukan hanya terjadi karena agresi negara-negara Kristen, tetapi juga perpecahan di antara para penguasa Muslim yang umumnya datang dari daerah terpencil.
Puncaknya, Abdallah Muhammad bin Ali selaku Sultan Moor Granada terakhir menyerahkan kotanya kepada Raja Katolik Ferdinand II dan Isabella I pada 2 Januari 1492. Mengutip The Conversation, setelah peralihan kekuasan, penguasa baru ingin menghilangkan budaya dan agama Islam di Spanyol.
Kemudian, muncul serangkaian peristiwa seperti pengusiran Moriscos tahun 1609. Kejadian ini merupakan momen pengusiran penduduk Spanyol yang beragama Islam dan Yahudi dari negara tersebut.
Demikian ulasan mengenai negara yang dulu mayoritas Muslim kini jadi minoritas.
Baca juga: Mengenal Peninggalan Kejayaan Islam di Pulau Mafia
Wallahu a’lam
4. Spanyol
Kemudian, ada Spanyol. Negara ini dulunya juga pernah memiliki populasi Muslim yang sangat besar, tetapi menghilang setelah penaklukan Katolik.Pada 711, pasukan Muslim dari Afrika Utara yang dipersatukan oleh keyakinan mereka terhadap Islam menyeberangi Selat Gibraltar dan tiba di Semenanjung Iberia. Dalam waktu kurang dari satu dekade, mereka menguasai sebagian besar semenanjung itu dan menyebutnya sebagai al-Andalus.
Sekitar tahun 720, Spanyol sebagian besar wilayahnya berada di bawah kendali kaum Muslim. Salah satu alasan keberhasilan ini adalah persyaratan penyerahan diri yang sangat menguntungkan bagi rakyat di sana, berbeda dengan persyaratan keras yang ditetapkan oleh para penguasa sebelumnya.
Stabilitas Muslim di Spanyol Muslim terwujud dengan berdirinya Dinasti Umayyah Andalusia yang berkuasa. Periode keemasannya ditandai kemajuan di bidang ilmu pengetahuan serta arsitektur yang berkembang pesat.
Runtuhnya pemerintahan Islam di Spanyol bukan hanya terjadi karena agresi negara-negara Kristen, tetapi juga perpecahan di antara para penguasa Muslim yang umumnya datang dari daerah terpencil.
Puncaknya, Abdallah Muhammad bin Ali selaku Sultan Moor Granada terakhir menyerahkan kotanya kepada Raja Katolik Ferdinand II dan Isabella I pada 2 Januari 1492. Mengutip The Conversation, setelah peralihan kekuasan, penguasa baru ingin menghilangkan budaya dan agama Islam di Spanyol.
Kemudian, muncul serangkaian peristiwa seperti pengusiran Moriscos tahun 1609. Kejadian ini merupakan momen pengusiran penduduk Spanyol yang beragama Islam dan Yahudi dari negara tersebut.
Demikian ulasan mengenai negara yang dulu mayoritas Muslim kini jadi minoritas.
Baca juga: Mengenal Peninggalan Kejayaan Islam di Pulau Mafia
Wallahu a’lam
(wid)
Lihat Juga :