3 Pahlawan Islam Penakluk Eropa: Pidato Thariq bin Ziyad yang Menggetarkan
Rabu, 02 Oktober 2024 - 05:35 WIB
loading...
Andai kata panggilan ini tidak datang diperkirakan mereka akan dapat menaklukkan seluruh Spanyol sampai dengan Perancis, Italia, bahkan seluruh Eropa barat. Ilustrasi: Ist
A
A
A
ISLAM masuk Spanyol pada masa Khalifah al-Walid bin Abdul Malik (705-715), salah seorang khalifah Daulah Umayyah yang berpusat di Damaskus. Masuknya Islam ke negeri itu lewat Afrika Utara dalam dua gelombang. Kala itu Afrika Utara telah menjadi salah satu provinsi Daulah Umayyah.
Gelombang pertama, pada masa Khalifah Al-Walid ibn Abdul Malik (710-712), kedua, pada masa Khalifah Umar ibn Abdul Aziz (717).
Ahmad Syalabi dalam bukunya berjudul "Sejarah dan Kebudayaan Islam" (Jakarta: Pustaka Alhusna, 1983) menyebut pada gelombang pertama ada tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan lebih berjasa memimpin pasukan Islam dalam proses penaklukan Spanyol .
Mereka adalah, pertama, Tharif bin Malik, sebagai pasukan perintis dan penyelidik. Dia berangkat diutus Musa bin Nusair pada tahun 710 M dengan jumlah pasukan sebanyak 500 orang. Pasukan perintis ini berhasil menyeberangi selat yang berada di antara Maroko dan Benua Eropa.
Baca juga: Thariq bin Ziyad: Penakluk Andalusia, Pernah Bermimpi Bertemu Nabi SAW
Di antara pasukan Tharif adalah tentara berkuda, mereka menaiki empat buah kapal yang disediakan oleh Julian. Dalam penyerangan pertama itu, Tharif bin Malik tidak mendapat perlawanan yang berarti malahan mereka menang dan membawa pulang harta rampasan yang lumayan banyak ke Afrika Utara.
Pahlawan Islam kedua adalah Thariq bin Ziyad. Ia memimpin pasukan penakluk. Pasukan ini berangkat pada tahun 711 M, juga diutus Musa bin Nusair dengan jumlah pasukan sebanyak 7.000 orang. Sebagian besar pasukannya adalah suku Barbar yang didukung Musa bin Nusair dan sebagian lainnya lagi adalah orang Arab yang dikirim Khalifah al-Walid.
Pasukan mereka menyeberangi selat di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad. Sebuah gunung tempat pertama kali Thariq dan pasukannya mendarat dan menyiapkan pasukannya untuk melakukan penyerangan disebut dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq).
Mendengar kedatangan Thariq, Raja Roderik mempersiapkan pasukan Ghathia sebanyak, ada yang mengatakan 70.000 orang ada pula yang mengatakan 100.000 orang yang terdiri dari orang-orang Yahudi dan orang-orang yang selama ini ditindas oleh Raja Roderik, suatu jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan pasukan Thariq.
Maka Musa mengirim pasukan tambahan sebanyak 5000 orang atas permintaan Thariq. Sehingga jumlah pasukan Thariq seluruhnya hanya 12.000 orang.
Gelombang pertama, pada masa Khalifah Al-Walid ibn Abdul Malik (710-712), kedua, pada masa Khalifah Umar ibn Abdul Aziz (717).
Ahmad Syalabi dalam bukunya berjudul "Sejarah dan Kebudayaan Islam" (Jakarta: Pustaka Alhusna, 1983) menyebut pada gelombang pertama ada tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan lebih berjasa memimpin pasukan Islam dalam proses penaklukan Spanyol .
Mereka adalah, pertama, Tharif bin Malik, sebagai pasukan perintis dan penyelidik. Dia berangkat diutus Musa bin Nusair pada tahun 710 M dengan jumlah pasukan sebanyak 500 orang. Pasukan perintis ini berhasil menyeberangi selat yang berada di antara Maroko dan Benua Eropa.
Baca juga: Thariq bin Ziyad: Penakluk Andalusia, Pernah Bermimpi Bertemu Nabi SAW
Di antara pasukan Tharif adalah tentara berkuda, mereka menaiki empat buah kapal yang disediakan oleh Julian. Dalam penyerangan pertama itu, Tharif bin Malik tidak mendapat perlawanan yang berarti malahan mereka menang dan membawa pulang harta rampasan yang lumayan banyak ke Afrika Utara.
Pahlawan Islam kedua adalah Thariq bin Ziyad. Ia memimpin pasukan penakluk. Pasukan ini berangkat pada tahun 711 M, juga diutus Musa bin Nusair dengan jumlah pasukan sebanyak 7.000 orang. Sebagian besar pasukannya adalah suku Barbar yang didukung Musa bin Nusair dan sebagian lainnya lagi adalah orang Arab yang dikirim Khalifah al-Walid.
Pasukan mereka menyeberangi selat di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad. Sebuah gunung tempat pertama kali Thariq dan pasukannya mendarat dan menyiapkan pasukannya untuk melakukan penyerangan disebut dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq).
Mendengar kedatangan Thariq, Raja Roderik mempersiapkan pasukan Ghathia sebanyak, ada yang mengatakan 70.000 orang ada pula yang mengatakan 100.000 orang yang terdiri dari orang-orang Yahudi dan orang-orang yang selama ini ditindas oleh Raja Roderik, suatu jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan pasukan Thariq.
Maka Musa mengirim pasukan tambahan sebanyak 5000 orang atas permintaan Thariq. Sehingga jumlah pasukan Thariq seluruhnya hanya 12.000 orang.
Lihat Juga :