Benarkah Surga Adam Berada di Bumi dan Tidak Abadi?
Sabtu, 09 November 2024 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Lalu para ulama yang mengusung pendapat bahwa surga Adam itu bukan surga keabadian menjawab pertanyaan ini dengan mengatakan, bahwasanya tidak menutup kemungkinan bahwa iblis mendatangi Adam dan Hawa di surga hanya untuk sekadar melewatinya saja, bukan untuk menetap di sana. Atau bisa jadi ia membisikkan kata-katanya itu di depan pintu surga, atau di bawah langit. Namun tentu saja ketiga kemungkinan ini masih dapat diperdebatkan. Wallahu a'lam.
Baca juga: Penyebab Terhalangnya Wanita Masuk Surga
Surga di Langit Apa Bumi?
Selanjutnya, perbedaan pendapat yang paling sering terlontar tentang surga yang ditinggali oleh Nabi Adam adalah, apakah surga itu berada di langit ataukah di bumi? Lalu, apakah surga itu abadi atau tidak?
Ibnu Katsir mengatakan jumhur ulama berpendapat bahwa surga yang ditinggali oleh Nabi Adam adalah surga yang ada di langit, yaitu Surga Ma'wa, surga keabadian.
Pasalnya, ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits Nabi SAW menunjukkan hal itu, contohnya firman Allah: “Wahai Adam! Tinggallah kamu dan istrimu di dalam surga”.
Menurut Ibnu Katsir alif lam pada kata “al-jannah” (surga) tidak menunjukkan untuk makna umum dan tidak juga dikenali secara lafazh, namun dikenali secara akal, yakni Surga Ma'wa yang sering digunakan dalam syariat.
Contoh lainnya adalah perkataan Nabi Musa kepada Nabi Adam as, “Apa motivasi yang membuatmu mengeluarkan dirimu sendiri dan kami semua dari surga?”
Imam Muslim juga meriwayatkan dalam Kitab Shahihnya, dari Abu Malik Al-Asyja'i (nama aslinya adalah Saad bin Thariq), dari Abu Hazim Salamah bin Dinar, dan diriwayatkan pula dari Abu Hurairah dan Abu Malik, dari Rib'i, dari Hudzaifah, mereka berkata, Rasulullah SAW bersabda:
Baca juga: 3 Macam Akhlak Penghuni Surga
Hari itu Allah akan mengumpulkan seluruh manusia. Kemudian orang-orang yang beriman berdiri ketika surga sudah semakin menjauh dari mereka, lalu mereka datang kepada Nabi Adam dan berkata, “Wahai bapak kami, mintalah agar pintu surga dibukakan untuk kami.”
Lalu Nabi Adam berkata, “Apakah kalian dikeluarkan dari surga hanya karena kesalahan bapak kalian saja?”
Ibnu Katsir menjelaskan hadis ini sangat jelas menunjukkan bahwa surga yang dimaksud adalah Surga Ma'wa, namun tidak terlalu kuat untuk tidak diperdebatkan.
Bukan Surga Keabadian
Ulama lain mengatakan, bahwa surga yang ditinggali oleh Adam as ketika itu bukanlah surga keabadian, karena di sana ia masih mendapat pelarangan, yaitu untuk tidak mendekati pohon terlarang.
Baca juga: Penyebab Terhalangnya Wanita Masuk Surga
Surga di Langit Apa Bumi?
Selanjutnya, perbedaan pendapat yang paling sering terlontar tentang surga yang ditinggali oleh Nabi Adam adalah, apakah surga itu berada di langit ataukah di bumi? Lalu, apakah surga itu abadi atau tidak?
Ibnu Katsir mengatakan jumhur ulama berpendapat bahwa surga yang ditinggali oleh Nabi Adam adalah surga yang ada di langit, yaitu Surga Ma'wa, surga keabadian.
Pasalnya, ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits Nabi SAW menunjukkan hal itu, contohnya firman Allah: “Wahai Adam! Tinggallah kamu dan istrimu di dalam surga”.
Menurut Ibnu Katsir alif lam pada kata “al-jannah” (surga) tidak menunjukkan untuk makna umum dan tidak juga dikenali secara lafazh, namun dikenali secara akal, yakni Surga Ma'wa yang sering digunakan dalam syariat.
Contoh lainnya adalah perkataan Nabi Musa kepada Nabi Adam as, “Apa motivasi yang membuatmu mengeluarkan dirimu sendiri dan kami semua dari surga?”
Imam Muslim juga meriwayatkan dalam Kitab Shahihnya, dari Abu Malik Al-Asyja'i (nama aslinya adalah Saad bin Thariq), dari Abu Hazim Salamah bin Dinar, dan diriwayatkan pula dari Abu Hurairah dan Abu Malik, dari Rib'i, dari Hudzaifah, mereka berkata, Rasulullah SAW bersabda:
Baca juga: 3 Macam Akhlak Penghuni Surga
Hari itu Allah akan mengumpulkan seluruh manusia. Kemudian orang-orang yang beriman berdiri ketika surga sudah semakin menjauh dari mereka, lalu mereka datang kepada Nabi Adam dan berkata, “Wahai bapak kami, mintalah agar pintu surga dibukakan untuk kami.”
Lalu Nabi Adam berkata, “Apakah kalian dikeluarkan dari surga hanya karena kesalahan bapak kalian saja?”
Ibnu Katsir menjelaskan hadis ini sangat jelas menunjukkan bahwa surga yang dimaksud adalah Surga Ma'wa, namun tidak terlalu kuat untuk tidak diperdebatkan.
Bukan Surga Keabadian
Ulama lain mengatakan, bahwa surga yang ditinggali oleh Adam as ketika itu bukanlah surga keabadian, karena di sana ia masih mendapat pelarangan, yaitu untuk tidak mendekati pohon terlarang.
Lihat Juga :