3 Sumber Pendapatan Daulah Fatimiyah: Salah Satunya Jizyah
Jum'at, 15 November 2024 - 07:10 WIB
loading...
Daulah Fatimiyah menjadi Daulah ketiga dalam Islam -setelah Daulah Abbasiyah dan Daulah Umayyah Cordova - yang berhasil memajukan peradaban Islam pada periode Klasik. Ilustrasi: AI
A
A
A
MASA kejayaan Daulah Fatimiyah terjadi saat berada di bawah tiga Khalifah, yaitu Al Muiz Lidinillah (953-975 M), Al-Aziz Billah (975-996 M), dan Al-Hakim Biamrillah (966-1021 M).
Pada masa Khalifah Al Muiz Lidinillah, Daulah Fatimiyah berhasil merebut Mesir dari tangan Daulah Abbasiyah sehingga Ibu Kota daulah inipun pindah dari Maroko ke Mesir .
Dr. H. Syamruddin Nasution, M.Ag. dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" (Yayasan Pusaka Riau, 2013) menuturkan Daulah Fatimiyah menjadi Daulah ketiga dalam Islam -setelah Daulah Abbasiyah dan Daulah Umayyah Cordova - yang berhasil memajukan peradaban Islam pada periode Klasik.
Pada saat itu ilmu pengetahuan sangat maju. Hal ini dapat tercapai karena didukung oleh kemajuan ekonomi. Lalu dari mana sumber pendapatan Daulah Fatimiyah itu?
Baca juga: Kisah Perang Memperebutkan Mesir antara Daulah Abbasiyah dan Daulah Fatimiyah
1. Pajak
Mesir dikenal sebagai negara yang kaya dari hasil-hasil pertanian karena tanah-tanah di lembah sungai Nil sangat subur. Maka pajak dari hasil pertanian tersebut turut serta menjadi sumber pemasukan keuangan negara.
Sumber pemasukan lain juga diperoleh dari pajak hasil binatang ternak karena Mesir juga kaya dengan binatang ternak seperti kibar, kambing dan unta. Pajak yang dipungut oleh Perdana Menteri Ya’qub ibn Keles memperoleh hasil yang luar biasa. Untuk pajak kawasan “Fustah” saja berkisar antara 120.000-500.000 dinar per harinya.
Demikian juga pajak kota Dimyat lebih dari 200.000 dinar per-harinya. Hal tersebut belum pernah terjadi di Mesir sebelumnya.
2. Al-Jawali/Jizyah
Pada masa Khalifah Al Muiz Lidinillah, Daulah Fatimiyah berhasil merebut Mesir dari tangan Daulah Abbasiyah sehingga Ibu Kota daulah inipun pindah dari Maroko ke Mesir .
Dr. H. Syamruddin Nasution, M.Ag. dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" (Yayasan Pusaka Riau, 2013) menuturkan Daulah Fatimiyah menjadi Daulah ketiga dalam Islam -setelah Daulah Abbasiyah dan Daulah Umayyah Cordova - yang berhasil memajukan peradaban Islam pada periode Klasik.
Pada saat itu ilmu pengetahuan sangat maju. Hal ini dapat tercapai karena didukung oleh kemajuan ekonomi. Lalu dari mana sumber pendapatan Daulah Fatimiyah itu?
Baca juga: Kisah Perang Memperebutkan Mesir antara Daulah Abbasiyah dan Daulah Fatimiyah
1. Pajak
Mesir dikenal sebagai negara yang kaya dari hasil-hasil pertanian karena tanah-tanah di lembah sungai Nil sangat subur. Maka pajak dari hasil pertanian tersebut turut serta menjadi sumber pemasukan keuangan negara.
Sumber pemasukan lain juga diperoleh dari pajak hasil binatang ternak karena Mesir juga kaya dengan binatang ternak seperti kibar, kambing dan unta. Pajak yang dipungut oleh Perdana Menteri Ya’qub ibn Keles memperoleh hasil yang luar biasa. Untuk pajak kawasan “Fustah” saja berkisar antara 120.000-500.000 dinar per harinya.
Demikian juga pajak kota Dimyat lebih dari 200.000 dinar per-harinya. Hal tersebut belum pernah terjadi di Mesir sebelumnya.
2. Al-Jawali/Jizyah
Lihat Juga :