Ini Mengapa Surat Al-Ma'un Melegenda di Kalangan Muhammadiyah
Kamis, 21 November 2024 - 16:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kiai Ahmad Dahlan dan Pembaharuan Pendidikan: Strategi Melawan Penjajah
Kondisi demikian itu lebih mengenaskan lagi, nasib umat yang terperangkap dalam kemiskinan, kebodohan, dan kepenyakitan tersebut di atas, sikap elite keagamaan Islam yang tidak peduli pada situasi objektif yang dihadapi umatnya.
Para pemimpin umat sibuk dengan dirinya sendiri, lupa pada tanggung jawab sosial mencerahi kehidupan umat yang dipimpinnya.
Dalam situasi demikian itulah pembaruan Kiai Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyah-nya menjadi lebih berarti. Fokus pembaruan Kiai Ahmad Dahlan terletak pada usahanya menyadarkan umat akan nasib dan tanggung jawabnya atas kehidupan duniawi yang mereka hadapi.
Implementasi dari gagasan itu ialah pembersihan ajaran Islam dari kepercayaan takhayul dan khurafat serta yang menjadi bagian dari kultus pemujaan terhadap raja.
Demikian pula pembersihan ketergantungan umat pada peran dukun dalam kehidupan masyarakat dan pemujaan pada kuburan.
Baca juga: Ketika Kiai Ahmad Dahlan Dituduh Kafir karena Meniru Sekolah Belanda
Berdasar gagasan tersebut, gerakan pembaruan Kiai Ahmad Dahlan bisa disimpulkan meliputi beberapa hal berikut:
1. Pemahaman ajaran Islam dari sumbernya, Al-Quran dan Sunnah dengan akal yang tersusun dalam ilmu pengetahuan modern.
2. Mempermudah umat dalam memahami ajaran Islam dari sumbernya dengan penerjemahan Al-Quran dan Sunnah dengan bahasa Melayu.
Kondisi demikian itu lebih mengenaskan lagi, nasib umat yang terperangkap dalam kemiskinan, kebodohan, dan kepenyakitan tersebut di atas, sikap elite keagamaan Islam yang tidak peduli pada situasi objektif yang dihadapi umatnya.
Para pemimpin umat sibuk dengan dirinya sendiri, lupa pada tanggung jawab sosial mencerahi kehidupan umat yang dipimpinnya.
Dalam situasi demikian itulah pembaruan Kiai Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyah-nya menjadi lebih berarti. Fokus pembaruan Kiai Ahmad Dahlan terletak pada usahanya menyadarkan umat akan nasib dan tanggung jawabnya atas kehidupan duniawi yang mereka hadapi.
Implementasi dari gagasan itu ialah pembersihan ajaran Islam dari kepercayaan takhayul dan khurafat serta yang menjadi bagian dari kultus pemujaan terhadap raja.
Demikian pula pembersihan ketergantungan umat pada peran dukun dalam kehidupan masyarakat dan pemujaan pada kuburan.
Baca juga: Ketika Kiai Ahmad Dahlan Dituduh Kafir karena Meniru Sekolah Belanda
Berdasar gagasan tersebut, gerakan pembaruan Kiai Ahmad Dahlan bisa disimpulkan meliputi beberapa hal berikut:
1. Pemahaman ajaran Islam dari sumbernya, Al-Quran dan Sunnah dengan akal yang tersusun dalam ilmu pengetahuan modern.
2. Mempermudah umat dalam memahami ajaran Islam dari sumbernya dengan penerjemahan Al-Quran dan Sunnah dengan bahasa Melayu.
Lihat Juga :