Kisah Sufi: Maruf Si Tukang Sepatu di Kairo

Senin, 25 November 2024 - 11:45 WIB
loading...
A A A
Mengetahui hal itu, Sang Raja pun segera membuka perbendaharaan hartanya bagi Maruf agar ia bisa memilih apa pun yang dibutuhkannya bagi suatu cara hidup yang dianggapnya patut, dan mengambil hadiah yang sesuai dengan kedudukannya sebagai menantu raja.

Belum pernah ada pernikahan seperti itu di Negara tersebut maupun lainnya. Tak hanya tanda mata yang dibagikan berupa segenggam penuh permata, tetapi juga kepada setiap orang yang mendengar tentang pernikahan itu diberikan sebuah hadiah mewah. Perayaan berlangsung empat puluh hari lamanya dalam kemegahan yang tak tertandingi.

Baca juga: Kisah Sufi: Keperluan yang Kian Mendesak

Ketika akhirnya keduanya sendiri saja, Maruf berkata kepada pengantinnya, "Aku telah mengambil begitu banyak harta ayahmu sehingga hatiku susah," sebab ia merasa hatinya ciut. "Tak usah dipikirkan lagi," kata Sang Putri, "nanti kalau kafilahmu sudah datang, semua akan teratasi."

Sementara itu, Wazir menghasut raja agar menyelidiki keadaan Maruf yang sebenarnya. Mereka berdua pun meminta bantuan Sang Putri, yang setuju saja untuk mencari tahu, pada saat yang tepat, kebenaran dari perkara itu.

Malam harinya, ketika mereka berbaring berpelukan, putri itu meminta suaminya menjelaskan perihal kafilahnya yang hilang. Maruf baru saja hari itu juga mengatakan pada temannya, Ali, bahwa ia memang mempunyai sebuah kafilah penuh barang tak ternilai. Namun kini, ia memutuskan mengungkapkan yang sebenarnya. "Aku tak punya kafilah," katanya, "dan meskipun dugaan Wazir benar, perkataannya didorong oleh kerakusan semata. Ayahmu pun memberi kau padaku karena kerakusannya. Lalu, kenapa pula kau setuju menikahiku?"

"Kau suamiku," jawab Sang Putri, "dan aku tak akan pernah mempermalukanmu. Ambillah lima puluh ribu keping uang emas ini, tinggalkan negeri ini, kemudian kirimlah sebuah pesan dari tempat yang aman, dan aku akan menyusulmu ke sana. Sementara itu, aku akan mengamati perkembangan keadaan istana." Di kegelapan malam itu juga, Maruf kabur mengenakan pakaian seorang budak.

Dan, ketika Sang Raja dan penasihatnya meminta Putri Dunia menceritakan hasil penyelidikannya, ia berkata, "Ayah tersayang dan Wazir yang berjasa, aku baru saja mau mengajukan pertanyaan itu kepada suamiku, Maruf, tadi malam, ketika suatu peristiwa aneh terjadi."

"Peristiwa apa gerangan?" tanya keduanya serempak.

Baca juga: Kisah Sufi: Bukti Cinta Pada Nabi

"Sepuluh orang Mameluke, berpakaian sangat mewah, muncul di jendela kamar kami; mereka membawa sepucuk surat dari kepala kafilah Maruf. Isi surat itu mengatakan bahwa kafilah terlambat tiba ke istana sebab sekelompok orang Badui menyerang mereka, menewaskan lima puluh dari lima ratus pengawal, lalu membawa kabur sejumlah barang dagangan beserta dua ratus muatan unta."

"Dan apa yang dikatakan Maruf?"

"Katanya, tak mengapa. Dua ratus muatan dan lima puluh nyawa bukan apa-apa. Namun, ia segera pula berkuda menjemput kafilah itu untuk membawanya kemari."

Demikianlah Sang Putri mengulur-ulur waktu.

Ada pun Maruf bersicepat memacu kudanya, tanpa tahu tujuan, hingga dilihatnya seorang petani membajak sebidang sawah. Si Tukang Sepatu pun mengucapkan salam, dan petani itu berkata, keluar dari kebaikan hatinya, "Jadilah tamuku, Hamba Agung dari Raja yang Mulia. Akan hamba bawakan makanan untuk kita santap bersama."

Si Petani pun bergegas, dan Maruf, yang tersentuh oleh kebaikan orang itu, melanjutkan membajak tanah, sebagai sumbangan bagi kesejahteraannya. Belum lagi ia membuat banyak galur, cangkulnya terbentur sebongkah batu. Ketika disingkirkannya batu itu, tampaklah ada anak tangga menuju bawah tanah. Di bawah sana terdapat sebuah kamar luas, penuh harta tak ternilai.

Di dalam sebuah kotak hablur ada sebuah cincin, yang oleh Maruf diambil dan digosok. Tiba-tiba saja suatu bayangan aneh mewujud, yang berseru, "Ini aku, pelayanmu, Tuanku."

Maruf mengetahui bahwa jin itu dikenal sebagai Bapak Kebahagian, dan bahwa ia salah satu pemimpin jin yang paling berkuasa, dan bahwa harta itu milik raja zaman dahulu, Raja Shaddad, putra Aad. Bapak Kebahagian kini menjadi pelayan Maruf.

Baca juga: Kisah Sufi: Keperluan yang Kian Mendesak

Si Tukang Sepatu menyuruh jin itu membawa harta karun tersebut ke permukiman tanah. Kemudian, dimuatnya semua itu di atas puluhan unta, bagal, dan kuda, buatan Sang Jin. Berbagai macam barang berharga pun dibuat oleh jin-jin lain yang mengabdi pada Bapak Kebahagian, dan segera saja kafilah Maruf siap berangkat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Hikmah : Rumah...
Kisah Hikmah : Rumah dan Tamunya yang Mencari Jalan
Kisah Hikmah : Roti...
Kisah Hikmah : Roti dan Permata, Ketika Takdir Telah Campur Tangan
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri...
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri dan Doanya Agar Terhindar dari Penguasa Zalim
Kisah Sufi:  Fatima...
Kisah Sufi:  Fatima si Pemintal Mencari Suami
Kisah Sufi: Cara Menangkap...
Kisah Sufi: Cara Menangkap Kera Penggemar Buah Ceri
Rekomendasi
ASMC Sebut Akibat El...
ASMC Sebut Akibat El Nino Negara ASEAN Akan Diselimuti Asap Tebal
Fenomena Alam Ini yang...
Fenomena Alam Ini yang Menyebabkan Gunung-gunung Beterbangan saat Kiamat
Menembus Langit Asia,...
Menembus Langit Asia, Dwidayatour Jadi Saksi Pertama Aurora yang Memesona
Artikel Terkini
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved