Kisah Kekalahan Turki Utsmani Melawan Bangsa Mongol: Membuat Eropa Bersyukur
Jum'at, 29 November 2024 - 11:39 WIB
loading...
Turki Utsmani hanya membawa 120.000 tentara, sedangkan Timur Lank membawa 800.000 tentara. Ilustrasi; AI
A
A
A
PADA mulanya Turki Utsmaniyah sangat agresif menaklukkan berbagai negeri. Hal ini terjadi masa Sultan Murad I. Selain dapat memantapkan keamanan dalam negeri, ia juga melakukan perluasan daerah ke Benua Eropa .
Dr. H. Syamruddin Nasution, M.Ag dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" (Yayasan Pusaka Riau, 2013) menuturkan Murad I dapat menaklukkan Adrianopel – yang kemudian dijadikannya sebagai ibu kota Daulah yang baru -Macedonia, Sopia (ibu kota Remulia), Salonia, dan seluruh wilayah bagian utara Yunani .
Dengan ditaklukkannya kota-kota tersebut Daulah Turki Utsmani telah memegang “kunci lalulintas” yang menghubungkan kerajaan-kerajaan Serbia, Bulgaria dengan Byzantium di Konstantinopel .
Oleh karena itu, bagi Kaisar tidak ada pilihan lain kecuali mengakui eksistensi Daulah Turki Utsmani di Eropa dan menyatakan bersahabat dengan Sultan tersebut.
Baca juga: 6 Penyebab Keruntuhan Kekaisaran Turki Utsmani
Kesuksesan Sultan Murad I di Eropa itu diiringi pula kesuksesannya melakukan penaklukan di Asia. Kerajaan Karman (pecahan dari kerajaan Ilkhan) ditaklukkan.
Suatu hal penting yang dilakukan Sultan Murad I ialah memilih pemuda-pemuda Kristen setelah masuk Islam dididik menjadi militer, sehingga lahirlah tentara elite Turki yang diberi nama dengan “Yenisari”.
Bayazid I
Bayazid I menggantikan ayahnya menjadi Sultan dalam usia 34 tahun. Pada masa kekuasaannya (1389-1403 M) serangan-serangan perluasan wilayah terus dilanjutkannya, ia merebut Kossova pada tahun pertama pemerintahannya (1389 M).
Stephen Raja Lazar terpaksa meminta perdamaian dan menyatakan diri bergabung dengan Sultan dan siap sedia membayar upeti.
Dr. H. Syamruddin Nasution, M.Ag dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" (Yayasan Pusaka Riau, 2013) menuturkan Murad I dapat menaklukkan Adrianopel – yang kemudian dijadikannya sebagai ibu kota Daulah yang baru -Macedonia, Sopia (ibu kota Remulia), Salonia, dan seluruh wilayah bagian utara Yunani .
Dengan ditaklukkannya kota-kota tersebut Daulah Turki Utsmani telah memegang “kunci lalulintas” yang menghubungkan kerajaan-kerajaan Serbia, Bulgaria dengan Byzantium di Konstantinopel .
Oleh karena itu, bagi Kaisar tidak ada pilihan lain kecuali mengakui eksistensi Daulah Turki Utsmani di Eropa dan menyatakan bersahabat dengan Sultan tersebut.
Baca juga: 6 Penyebab Keruntuhan Kekaisaran Turki Utsmani
Kesuksesan Sultan Murad I di Eropa itu diiringi pula kesuksesannya melakukan penaklukan di Asia. Kerajaan Karman (pecahan dari kerajaan Ilkhan) ditaklukkan.
Suatu hal penting yang dilakukan Sultan Murad I ialah memilih pemuda-pemuda Kristen setelah masuk Islam dididik menjadi militer, sehingga lahirlah tentara elite Turki yang diberi nama dengan “Yenisari”.
Bayazid I
Bayazid I menggantikan ayahnya menjadi Sultan dalam usia 34 tahun. Pada masa kekuasaannya (1389-1403 M) serangan-serangan perluasan wilayah terus dilanjutkannya, ia merebut Kossova pada tahun pertama pemerintahannya (1389 M).
Stephen Raja Lazar terpaksa meminta perdamaian dan menyatakan diri bergabung dengan Sultan dan siap sedia membayar upeti.
Lihat Juga :