Kisah Khalifah Utsman bin Affan Dapat Dukungan Ali bin Abi Thalib
Selasa, 03 Desember 2024 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Dalam waktu yang begitu singkat, yang tidak lebih dari 30 tahun, negeri-negeri Arab telah mengalami peralihan agama kepada agama yang lain, dari yang tadinya tanah jajahan atau yang semacamnya di bawah Persia atau Romawi menjadi bangsa yang dapat mengalahkan Persia dan Romawi. Dari keadaan ekonomi yang berada di bawah garis kemiskinan ke taraf yang serba sejahtera dan serba makmur, yang sebelum itu tak pernah mereka alami.
Dulu, Rasulullah, begitu juga Abu Bakar dan Umar, lebih mengutamakan kaum Muslimin menempuh cara hidup yang berat, sebab waktu itu mereka mempersiapkan hasil rampasan perang itu untuk menghadapi perang berikutnya.
Akan tetapi di masa Utsman hasil rampasan perang sudah bertambah, begitu juga hasil pajak dan jizyah sudah melebihi segala yang diperlukan untuk perang, maka pikiran orang pun sudah beraneka ragam pula.
Masih jugakah orang akan hidup seperti dulu, menjauhi segala kenikmatan dunia? Ataukah mereka juga akan ikut mengambil bagian dengan kemudahan yang telah dianugerahkan Allah berupa peninggalan rezeki itu?
Kebanyakan mereka yang memilih hidup berat itu adalah mereka yang mengecam Utsman tatkala ia membangun kembali Masjid yang bertentangan dengan bangunan di masa Nabi dan kedua Khalifah sebelumnya.
Barangkali mereka yang bersikap demikian, kata Haekal, juga mereka yang mengecamnya dalam soal pembakaran mushaf-mushaf itu. Mereka yang meminggirkan kehidupan duniawi adalah orang-orang yang gigih mempertahankan kebebasan berpikir dan kebebasan pribadi.
Sedang mereka yang melihat perkembangan ini suatu dorongan untuk memasuki kehidupan baru dari yang biasa mereka jalani selama masa kekhalifahan Umar sampai berakhirnya, kebanyakan mereka sependapat dengan Utsman dalam perombakan Masjid dan penyeragaman bacaan Qur'an.
Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Melindungi Keluarganya yang Murtad
Dulu, Rasulullah, begitu juga Abu Bakar dan Umar, lebih mengutamakan kaum Muslimin menempuh cara hidup yang berat, sebab waktu itu mereka mempersiapkan hasil rampasan perang itu untuk menghadapi perang berikutnya.
Akan tetapi di masa Utsman hasil rampasan perang sudah bertambah, begitu juga hasil pajak dan jizyah sudah melebihi segala yang diperlukan untuk perang, maka pikiran orang pun sudah beraneka ragam pula.
Masih jugakah orang akan hidup seperti dulu, menjauhi segala kenikmatan dunia? Ataukah mereka juga akan ikut mengambil bagian dengan kemudahan yang telah dianugerahkan Allah berupa peninggalan rezeki itu?
Kebanyakan mereka yang memilih hidup berat itu adalah mereka yang mengecam Utsman tatkala ia membangun kembali Masjid yang bertentangan dengan bangunan di masa Nabi dan kedua Khalifah sebelumnya.
Barangkali mereka yang bersikap demikian, kata Haekal, juga mereka yang mengecamnya dalam soal pembakaran mushaf-mushaf itu. Mereka yang meminggirkan kehidupan duniawi adalah orang-orang yang gigih mempertahankan kebebasan berpikir dan kebebasan pribadi.
Sedang mereka yang melihat perkembangan ini suatu dorongan untuk memasuki kehidupan baru dari yang biasa mereka jalani selama masa kekhalifahan Umar sampai berakhirnya, kebanyakan mereka sependapat dengan Utsman dalam perombakan Masjid dan penyeragaman bacaan Qur'an.
Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Melindungi Keluarganya yang Murtad
(mhy)
Lihat Juga :