Kisah Tabi'in Ar-Rabi bin Khutsaim dan Nasihatnya yang Menyentuh Hati

Minggu, 15 Desember 2024 - 16:01 WIB
loading...
A A A
Setelah Hilal melihat waktu hampir memasuki zuhur, ia berkata, "Wahai Syaikh, berilah aku nasihat."

"Wahai Hilal, janganlah engkau terpedaya dengan banyaknya sanjungan orang terhadapmu, sebab orang-orang tidak mengetahui siapa dirimu yang sebenarnya, melainkan hanya melihat lahiriahmu saja. Ketahuilah, sesungguhnya engkau tergantung pada amalanmu, setiap amalan yang dikerjakan bukan karena Allah Subhanahu wa Taala akan sia-sia," nasehatnya.

Selanjutnya Mundzir juga meminta hal yang sama. "Berilah wasiat kepadaku juga, semoga Allah membalas kebaikan Anda," katanya.

Baca juga: Ijtihad Tabiin sebagai Pendahulu Mazhab-Mazhab, Berikut Ini Tokoh-Tokohnya

"Wahai putraku, jika dia tahu, maka sesungguhnya Allah Subhanahu wa Taala Maha Tahu," jawab Syaikh. Kemudian beliau membaca firman Allah:

"Wahai Mundzir, bertakwalah kepada Allah Subhanahu wa Taala terhadap ilmu yang telah kau ketahui dan yang masih tersembunyi bagimu, serahkanlah kepada yang mengetahuinya".

"Wahai Mundzir jangan sekali-kali salah satu dari kalian berdoa: 'Ya Allah, aku telah bertaubat', lalu tidak melakukannya, sebab dia dianggap dusta. Tapi katakanlah: 'Ya Allah, ampunilah aku', maka itu akan menjadi doa."

"Ketahuilah wahai Mundzir, tidak ada kebaikan dalam ucapan melainkan untuk tahlil, tahmid, takbir, dan tasbih kepada Allah, kemudian bertanya tentang kebaikan, menjaga dari kejahatan, menyeru yang maruf, mencegah dari yang mungkar, dan membaca Alquran."

Mundzir mendengarkan dengan khidmat. Namun ada sesuatu yang terasa kurang. "Telah lama kami duduk bersama Anda, namun sedikit pun kami tidak mendengar ucapan syair dari Anda, sedangkan kami melihat sebagian dari sahabat Anda mengucapkannya," tanyanya.

"Tak ada sepatah katapun yang aku ucapkan kecuali akan dicatat di dunia dan kelak akan dibacakan di akhirat. Aku tidak suka mendapatkan bukuku dibacakan di hari kiamat sedangkan di dalamnya ada kata-kata syair," jawanya kemudian beliau memperhatikan kedua tamunya itu dan berkata, "Perbanyaklah mengingat mati, karena ia adalah perkara ghaib yang amat dekat tiba saatnya. Sesuatu yang ghaib meskipun lama waktunya, pasti serasa dekat ketika datangnya."

Beliau terisak menangis sambil berkata terbata-bata, "Apa yang akan kita perbuat kelak tatkala ...." ujarnya, kemudian membaca firman Allah:

كَلَّاۤ اِذَا دُكَّتِ الۡاَرۡضُ دَكًّا دَكًّا
وَّجَآءَ رَبُّكَ وَالۡمَلَكُ صَفًّا صَفًّا
وَجِاىْٓءَ يَوۡمَٮِٕذٍۢ بِجَهَنَّمَ ۙ‌ يَوۡمَٮِٕذٍ يَّتَذَكَّرُ الۡاِنۡسَانُ وَاَنّٰى لَـهُ الذِّكۡرٰىؕ


"Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya." ( QS Al-Fajar : 21-23)

Belum lagi beliau selesai bicara, terdengar suara azan zuhur. Bersamaan dengan itu putranya datang, lalu Syaikh berkata kepadanya, "Mari kita sambut panggilan Allah."

Putranya berkata kepada kami, "Tolong bantu saya untuk memapah beliau ke masjid. Semoga Allah Subhanahu wa Taala membalas kebaikan kepada kalian."

Kemudian mereka memapahnya bersama-sama sehingga beliau bisa bergantung di antara Hila dan putranya pada saat berjalan.

"Wahai Abu Yazid, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Taala memberi rukhsah (keringanan) bagi Anda untuk boleh salat di rumah," Mundzir seakan mengingatkan.

"Memang benar apa yang Anda katakan, akan tetapi aku mendengar seruan, 'Marilah menuju kemenangan!' Barangsiapa mendengar seruan itu hendaknya mendatanginya walau harus dengan merangkak," jawabnya.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Tabiin : Sikap...
Kisah Tabiin : Sikap Rendah Hati Abdullah bin Mubarak, Ulama Teladan dan Ditakuti di Medan Perang
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Wafat Seorang Diri dan Kelak Dibangkitkan Sendirian
Nasihat Penuh Hikmah...
Nasihat Penuh Hikmah Tabi'in Hasan Al-Bashri kepada Pejabat Tinggi
Tokoh-tokoh Tabiin yang...
Tokoh-tokoh Tabiin yang Melakukan Ijtihad sebelum Mazhab-Mazhab
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri...
Kisah Tabiin Hasan al-Bashri dan Doanya Agar Terhindar dari Penguasa Zalim
Kisah Tabiin Ibnu Sirin:...
Kisah Tabiin Ibnu Sirin: Pelopor Ilmu Interpretasi Mimpi dalam Islam
Rekomendasi
Terdengar Suara seperti...
Terdengar Suara seperti Jeritan dari Neraka, Rusia Tutup Lubang Terdalam
Cuaca Panas Ekstrem...
Cuaca Panas Ekstrem Panggang Jerman, Sungai Rhine Terancam Jadi Daratan
Salju Menyelimuti Pegunungan...
Salju Menyelimuti Pegunungan Al-Lawz di Arab Saudi
Artikel Terkini
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved