Khalifah Umar bin Abdul Aziz Punya Anak 15 Orang, Abdul Malik yang Paling Bersinar

Kamis, 19 Desember 2024 - 18:55 WIB
loading...
A A A
Abdul Malik lebih memilih hidup di bumi ribath (perbatasan untuk menjaga serangan musuh) dan menetap di salah satu desa yang dekat dengannya daripada tinggal di Syam. Beliau menuju ke sana dan beliau tinggalkan Damaskus yang penuh dengan taman yang subur, pepohonan yang rindang dan sungai-sungai yang indah.

Baca juga: Kisah Umar bin Abdul Aziz dan Padamnya Lampu Istana

Ayahanda beliau -kendati telah mengetahui betul akan kesalehan dan ketakwaannya- masih merasa khawatir jika anaknya tergelincir oleh tipu daya setan, amat mendambakan jika anaknya senantiasa menjadi pemuda yang tegar. Beliau selalu ingin mengetahui urusannya selagi mampu mengetahuinya. Beliau sama sekali tidak meremehkan urusan ini.

Maimun bin Mahran, menteri Umar bin Abdul Aziz sekaligus penasihat yang membantu beliau, bercerita:

Aku menemui Umar bin Abdul Aziz sedangkan aku lihat beliau tengah menulis surat yang ditujukan untuk putra beliau Abdul Malik. Beliau bermaksud menasehati putranya, memberikan pengarahan, peringatan dan kabar gembira. Di antara yang beliau tulis adalah :

"Amma ba'du, sesungguhnya orang yang paling berhak menjaga dan memahami perkataanku adalah engkau. Dan sesungguhnya Allah ta'ala -alhamdulillah- telah mengaruniakan kebaikan kepada kita sejak kecil hingga sekarang. Maka ingatlah wahai anakku akan karunia Allah kepadamu dan juga kepada kedua orang tuamu. Jauhilah olehmu sifat takabur dan merasa besar, karena hal itu adalah perbuatan setan, sedangkan setan adalah musuh yang nyata bagi orang-orang beriman."

"Ketahuilah, sesungguhnya aku mengirim surat ini untukmu bukan karena aku mendengar suatu berita tentangmu, aku tidak mendengar berita tentangmu kecuali yang baik-baik. Hanya saja telah sampai kepadaku tentang kebanggaanmu terhadap dirimu. Seandainya rasa ujub ini muncul pada dirimu hingga menyebabkan aku tidak menyukainya, maka engkau akan melihat sesuatu yang tidak kau sukai dariku."

Baca juga: Makam Khalifah Umar bin Abdul Aziz Digali dan Dihancurkan

Maimun berkata : "Kemudian Umar menoleh kepadaku dan berkata : "Wahai Maimun, sesungguhnya dalam pandangan mataku Abdul Malik begitu baik, namun aku khawatir jika kecintaanku kepadanya mengalahkan pengetahuanku terhadapnya, sehingga aku menempatkan diriku seperti orang tua yang buta, pura-pura tidak tahu terhadap kekurangan anaknya."

Maka datanglah kepadanya, selidikilah keadaannya dan lihatlah apakah engkau melihat tanda-tanda kesombongan dan kebanggaan pada dirinya? Karena dia masih terlalu muda, belum tentu aman dari tipu daya setan."

Maimun berkata : "Maka aku melakukan perjalanan menemui Abdul Malik hingga bertemu dengannya. Aku meminta izin lalu masuk. Ternyata dia adalah seorang pemuda yang masih belia, pemuda yang gagah, tampan dan tawadhu', dia duduk di atas alas dari rambut. Dia mendekat kepadaku kemudian berkata:

Abdul Malik: "Aku telah mendengar ayah menyebut-nyebut kebaikan anda, saya berharap agar Allah memberikan manfaat karena anda."

Maimun: "Bagaimanakah keadaan anda hari ini?"

Abdul Malik: "Mendapatkan keyakinan dan nikmat dari Allah subhanahu wa ta'ala. Hanya saja aku takut jika terpedaya oleh sikap husnudhan ayah kepadaku, padahal saya belum mencapai keutamaan sebagaimana yang beliau duga. Aku khawatir jika kecintaan beliau kepadaku telah mengalahkan pengetahuan beliau tentang diriku, sehingga hal itu menjadi bencana bagiku."

Maimun: (aku sungguh heran bagaimana keduanya bisa sepakat pemikirannya) "Beritahukanlah kepadaku, darimana engkau mencari nafkah?"

Baca juga: Muawiyah dan Umar Bin Abdul Aziz Pungut Zakat Penghasilan

Abdul Malik: "Dari hasil bumi yang telah aku beli dari orang yang mendapatkan warisan dari ayahnya, aku membayarnya dengan uang yang tidak ada syubhat di dalamnya. Dengannya aku dapat mencukupi kebutuhanku."

Maimun: "Apa yang kau makan setiap harinya?"

Abdul Malik: "Sehari daging, sehari adas dan sehari makan cuka dan zaitun, dengan ini cukup untuk hidup."

Maimun: "Apakah engkau merasa bangga dengan keadaanmu?"

Abdul Malik: "Begitulah pada awalnya, namun manakala ayah menasehatiku dan memberikan pengertian kepadaku dan mengingatkan akan kekuranganku, maka Allah memberikan manfaat kepadaku dengannya, semoga Allah membalas kebaikan ayah dengan balasan yang baik."

Kemudian aku (Maimun) duduk-duduk beberapa saat sambil berbincang-bincang dengannya, maka aku tidak melihat pemuda yang lebih tampan, lebih berakal, lebih bagus adabnya darinya kendati masih sangat muda dan sedikit pengalamannya.

Ketika waktu telah menjelang sore, seseorang mendatanginya dan berkata :"Semoga Allah menjadikan anda sejahtera, kami telah mengosongkannya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Selat Gibraltar: Abadinya...
Selat Gibraltar: Abadinya Nama Sang Panglima Perang Islam dalam Peta Dunia
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Rekomendasi
6 Nisan Kuno di Pasar...
6 Nisan Kuno di Pasar 16 Ilir Hebohkan Warga, Diduga Dari Kesultanan Palembang
Otak Manusia Ternyata...
Otak Manusia Ternyata Produksi Bahan Kimia Sejenis Ganja
Gali Semua Tanah Palestina,...
Gali Semua Tanah Palestina, Arkeolog Blak-Blakan Soal Kuil Suci Sulaiman
Artikel Terkini
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Salat Mengarah Kiblat...
Salat Mengarah Kiblat Perintah Langsung dalam Al-Qur'an, Ini Ayat-ayatnya!
Ketika Salah Kiblat,...
Ketika Salah Kiblat, Salatnya Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Dalilnya
Infografis
3 Danau Paling Dalam...
3 Danau Paling Dalam di Dunia yang Tak Banyak Orang Tahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved