Gara-Gara Mentimun, Anak Syaikh Khirkani Dipenggal Orang

Jum'at, 04 September 2020 - 06:59 WIB
loading...
Gara-Gara Mentimun,...
Ilustrasi/Ist
A A A
Musyawarah Burung (1184-1187) karya Faridu'd-Din Abu Hamid Muhammad bin Ibrahim atau Attar dalam gaya sajak alegoris ini, melambangkan kehidupan dan ajaran kaum sufi . Judul asli: Mantiqu't-Thair dan diterjemahan Hartojo Andangdjaja dari The Conference of the Birds (C. S. Nott). (Baca juga: Faridu'd-Din Attar Pencipta Musyawarah Burung )

===

SEEKOR burung lain berkata pada Hudhud , "O kau dengan tujuan-tujuan yang tak menipu, katakan padaku bagaimana aku dapat tulus di Jalan menuju Tuhan ini. Karena aku tak dapat meninggalkan keinginan hatiku ini, kukorbankan segala yang kupunyai untuk mencapai tujuanku. Apa yang kupunya telah hilang; apa yang kutangkap telah berubah jadi kalajengking di tanganku."

"Aku tak terikat oleh ikatan apa pun juga dan aku telah membuang segala belenggu dan halangan. Aku ingin untuk menjadi tulus di Jalan rohani dengan harapan suatu hari dapat bertemu muka dengan yang kupuja." (Baca juga: Patuhilah Cobaan-Cobaan, Agar Dapat Mengenal Diri Sendiri )

Hudhud menjawab, "Jalan itu tak terbuka bagi setiap orang; hanya yang tulus dapat menempuhnya. Ia yang menempul Jalan ini harus berbuat begitu tenang dan sepenuh hati."

"Bila kau telah membakar segala yang kaumiliki, kumpulkan abunya dan tempatkan dirimu di atas abu itu. Sebelum kau melepaskan diri dari segala sesuatu di dunia ini, satu demi satu, kau tak akan bebas."

Baca juga: PKS Ingatkan Pemerintah Tak Asal Gunakan Vaksin Corona

"Dan mengingat kau tak akan lama dalam penjara dunia ini, maka lepaskan dirimu dari segalanya itu. Bila maut datang, dapatkah apa yang kini memperbudak dirimu mengelakkannya? Menempuh Jalan ini, diperlukan ketulusan diri dan tulus terhadap diri sendiri lebih sulit dari yang kau kira."

Amsal Kiasi dari Tarmazi
Aulia dari Turkistan suatu hari berkata dalam hatinya, "Aku mencintai yang dua ini: anakku dan kuda-belangku. Sekiranya kudengar kabar bahwa anakku mati, maka akan kukorbankan kudaku sebagai tanda syukur, karena keduanya itu seperti berhala bagi jiwaku."

Baca juga: Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Neo Bisa Diakses Kartu Prakerja
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Rekomendasi
Ilmuwan Menemukan Dunia...
Ilmuwan Menemukan 'Dunia Sponge Bob' Jauh di Bawah Es Antartika
Bisakah Keju Dibuat...
Bisakah Keju Dibuat dari Susu Paus? Ini Jawabannya
Megastruktur Berusia...
Megastruktur Berusia 11.000 Tahun Ditemukan di Bawah Laut Baltik
Artikel Terkini
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
Infografis
Nadiem Berikan Motivasi...
Nadiem Berikan Motivasi Ke Orang Tua, Agar Mau Dampingi Anak PJJ
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved