14 Perkara yang Harus Diperhatikan saat Tadarus Al Qur'an
Minggu, 09 Maret 2025 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
إِذَا أَرَدْتَ اَلْاِنْتِفَاعَ بِالْقُرْآنِ فَاجْمَعْ قَلْبَكَ عِنْدَ تِلَاوَتِهِ وَسَمَاعِهِ، وَأَلْقِ سَمْعَكَ، وَاحْضُرْ حُضُوْرَ مَنْ يُخَاطِبُهُ بِهِ مَنْ تَكَلَّمَ بِهِ سُبْحَانَهُ مِنْهُ إِلَيْهِ؛ فَإِنَّهُ خِطَابٌ مِنْهُ لَكَ عَلَى لِسَانِ رَسُوْلِهِ
“Jika kamu ingin agar al-Quran bermanfaat bagimu, maka hadirkanlah hatimu ketika membaca dan ketika mendengar bacaannya. Dengarkan dengan seksama. Hadirkanlah sosok Zat yang memfirmankan al-Quran ini dalam hatimu ketika kamu membaca firman-Nya. Karena sesungguhnya, al-Quran ini adalah firman dari Allah yang ditunjukkan untukmu lewat perantara lisan Rasul-Nya.” (Al-Fawaid, Ibnu al-Qayyim, 1/3)
Manfaat yang terkandung dalam al-Quran hanyalah bisa dipetik oleh mereka yang hidup hatinya. Ibnu al-Qayyim melanjutkan, Allah subhanahu wata’ala berfirman,
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَذِكْرٰى لِمَنْ كَانَ لَهٗ قَلْبٌ اَوْ اَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيْدٌ
“Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (QS. Qāf: 37)
4. Mentadaburi ayat-ayat yang dibaca
Sunah hukumnya membaca Al-Quran dengan tadabur dan menghayati maknanya, sebab itulah tujuan terbesar dan terpenting dalam membaca Al-Quran. Alah subhanahu wata’ala berfirman,كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ
“Kitab (Al-Quran) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” (QS. Shād: 29)
Dalam ayat lain, Allah subhanahu wata’ala berfirman,
اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَالُهَا
“Maka tidakkah mereka menghayati al-Quran ataukah hati mereka sudah terkunci?” (QS. Muhammad: 24)
Bagaimana cara mentadaburi ayat-ayat Al-Quran? Caranya adalah dengan mengonsentrasikan hati dan pikiran untuk mendalami setiap kata yang dilantunkan sehingga bisa memahami makna dari setiap ayat, dan memperhatikan setiap perintah dan larangan, lalu menerimanya dengan tulus.
5.Mengaplikasikan ayat yang dibaca dalam kehidupan sehari-hari
Setiap ayat dalam al-Quran yang Allah turunkan memiliki hikmah yang berkaitan dengan kehidupan yang makhluk jalani sehari-hari. Carilah hikmah tersebut dan aplikasikanlah dalam kehidupan sehari-hari. Semisal ketika membaca ayat tentang asma dan sifat Allah Al-Halim, setelah merenungkan akan kebesaran Allah di balik asma dan sifat-Nya tersebut maka kita tahu bahwa Allah-lah satu-satunya Zat yang memiliki sifat penyantun yang sempurna. Sifat penyantun Allah meliputi juga kepada para durjana dan pelaku maksiat. Allah lebih berharap seorang hamba yang maksiat bertobat daripada cepat-cepat menimpakannya hukuman yang membinasakan. Alhasil, seorang hamba berintrospeksi diri dari kemaksiatan yang telah lalu dan bersegera tobat pada-Nya.Lihat Juga :