Asma binti Yazid, Muslimah si Penyuara Hak-hak Wanita

Senin, 21 April 2025 - 09:45 WIB
loading...
Asma binti Yazid, Muslimah...
Asma binti Yaiz adalah seorang muslimah ahli hadis yang mulia, mujahidah yang memiliki kecerdasan , dien-nya bagus dan ahli argumen atau seorang orator ulung mewakili kaumnya, sehingga dijuluki sebagai juru bicara wanita, atau si penyuara hak-hak peremp
A A A
Jauh sebelum emansipasi wanita bergulir di abad ini, Islam memiliki seorang muslimah yang menjadi penyuara hak-hak wanita. Dia adalah Asma binti Yazid bin Sakan bin Rafi bin Imri'il Qais bin Abdul Asyhal bin Haris al-Anshariyyah, al-Ausiyyah al-Asyhaliyah.

Ia adalah seorang muslimah ahli hadis yang mulia, mujahidah yang memiliki kecerdasan , dien-nya bagus dan ahli argumen atau seorang orator ulung mewakili kaumnya, sehingga dijuluki sebagai "juru bicara wanita", atau si penyuara hak-hak perempuan .

Di dalam kitab Nisaa’ Haular Rasul, disebutkan bahwa di antara sesuatu yang istimewa yang dimiliki oleh Asma adalah kepekaan inderanya dan kejelian perasaannya serta kehalusan perasaan.

Alkisah diceritakan, Asma Rhadiyallahu'anhu mendatangi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pada tahun pertama hijrah dan berbai'at kepadanya dengan bai'at Islam. Rasulullah membai'at para wanita dengan ayat yang tersebut di dalam Al-Quran surat Mumtahanah.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِذَا جَآءَكَ ٱلْمُؤْمِنَٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَىٰٓ أَن لَّا يُشْرِكْنَ بِٱللَّهِ شَيْـًٔا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلَٰدَهُنَّ وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتَٰنٍ يَفْتَرِينَهُۥ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِى مَعْرُوفٍ ۙ فَبَايِعْهُنَّ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُنَّ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ


"Hai Nabi, tolong datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk diadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mermpersekutukan sesuatupun dengan Allah, tidak akan berhasil, tidak akan berzina, tidak akan membawa anak-anak, tidak akan membawa dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka .Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Al-Mumtahanah: 12).

Bai'at dari Asma 'binti Yazid Rha adalah untuk jujur dan ikhlas, sebagaimana yang disebutkan periwayatannya dalam kitab-kitab sirah bahwa Asma menggunakan dua gelang emas yang besar, maka Nabi bersabda: "Tanggalkanlah dua gelangmu wahai Asma', tidakkah kamu takut jika Allah memakaiakan gelang kepadamu dengan gelang dari neraka?"

Maka segeralah Asma tanpa ragu-ragu dan tanpa argumentasi untuk mengikuti perintah Rasulullah, maka dia melepaskannya dan meletakkan di depan Rasulullah.

Baca juga: Kesetaraan Perempuan Dalam Islam

Setelah itu Asma 'aktif untuk berbicara hadis Rasulullah yang mulia dan dia bertanya tentang persoalan-persoalan yang membawa dia faham urusan dien. Asma pulalah yang meminta kepada Rasulullah tentang tata cara thaharah (bersuci) bagi wanita yang selesai haidh. Dia memiliki keyakinan yang kuat dan tidak malu untuk meminta sesuatu yang haq. Oleh karena Ibnu Abdil Barr mengatakan, "Dia adalah wanita cerdas dan bagus diennya."

Pada suatu ketika, Asma mendatangi Rasulullah dan bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah utusan bagi seluruh wanita muslimah di belakangku, seluruhnya mengatakan sebagaimana yang saya katakan dan semuanya berpendapat sesuai dengan pendapatku. Sesungguhnya Allah Ta'ala mengutusmu untuk laki-laki dan perempuan, lalu kami beriman kepada Anda dan membai'at Anda. Sementara itu, kami adalah wanita yang terkurung dan terbatas gerak langkah kami. Kami menjadi penyangga rumah tangga kaum lelaki, dan kami adalah tempat melampiaskan syahwat mereka, kamilah yang mengandung anak-anak mereka, akan tetapi kaum lelaki yang mendapat keutamaan melebihi kami dengan shalat jum'at, mengantarkan jenazah dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk berjihad, kamilah yang menjaga harta mereka, yang mendidik anak-anak mereka, maka apakah kami bisa mendapatkan pahala sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka? "
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Apakah Seorang Istri...
Apakah Seorang Istri Bisa Menceraikan Suami? Begini Penjelasannya Menurut Islam
Mengenal Khulu, Hak...
Mengenal Khulu, Hak Istri Meminta Cerai kepada Suaminya
Bolehkah Istri Menjual...
Bolehkah Istri Menjual Mahar? Berikut Penjelasan Ulama
Mahar Hak Mutlak Istri,...
Mahar Hak Mutlak Istri, Begini Penjelasannnya
Hari Kartini, Begini...
Hari Kartini, Begini Persamaan Wanita dan Pria dalam Pandangan Al Quran
Hak Merawat Diri Seorang...
Hak Merawat Diri Seorang Muslimah yang Penting Diketahui
Rekomendasi
Laos Akan Sulap Gunung...
Laos Akan Sulap Gunung Berapi Tidak Aktif Jadi Wahana Bermain
Benua Australia dan...
Benua Australia dan Asia Diklaim Ilmuwan Bakal Bertabrakan
Kuburan Muslim dari...
Kuburan Muslim dari Abad ke-8 Ditemukan di Prancis
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
Hukum Puasa Ramadan...
Hukum Puasa Ramadan Bagi Wanita Hamil Menurut Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved