Asma binti Yazid, Muslimah si Penyuara Hak-hak Wanita

Senin, 21 April 2025 - 09:45 WIB
loading...
A A A
Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah menoleh kepada para sahabat dan bersabda, "Pernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang dien yang lebih baik dari apa yang dia tanyakan?" Para sahabat menjawab, "Benar, kami belum pernah mendengarnya ya Rasulullah!"

Kemudian Rasulullah bersabda: "Kembalilah wahai Asma 'dan beritahukanlah kepada para wanita yang berada di belakangmu bahwa perlakuan baik salah satu di antara mereka kepada suaminya dan mintalah keridhaan suaminya, mengikuti persetujuan suaminya, itu semua dapat mengimbangi seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum lelaki. "

Maka kembalilah Asma 'sambil bertahlil dan bertakbir, merasa gembira dengan apa yang disabdakan Rasulullah.
Dalam dada Asma terdetik keinginan yang kuat untuk ikut andil dalam berjihad, hanya saja kondisi ketika itu tidak memungkinkan untuk merealisasikannya. Akan tetapi setelah tahun 13 Hijriyah setelah wafatnya Rasulullah sampai perang Yarmuk dia menyertainya dengan gagah berjuang.

Pada perang Yarmuk ini, para wanita muslimah banyak yang ikut andil dengan bagian yang banyak untuk berjihad, sebagaimana yang disebutkan oleh al-Hafidh Ibnu Katsir di dalam AI-Bidayah wan Nihayah.

Dalam perang yang besar ini, Asma 'binti Yazid menyertai pasukan kaum muslimin bersama-sama dengan wanita-wanita mukminat yang berada di belakang para mujahidin mencurahkan segala kemampuan membantu pasukan mempersiapkan senjata, menyediakan minuman bagi para mujahidin dan mengobati yang terluka di antara mereka, sambil memompa semangat juang kaum muslimin

Asma keluar dari peperangan dengan membawa luka di punggungnya dan Allah menghendaki beliau masih hidup setelah itu selama 17 tahun karena ia wafat pada akhir tahun 30 Hijriyah setelah menyuguhkan kebaikan bagi umat.

Semoga Allah merahmati Asma 'binti Yazid bin Sakan dan memuliakan dengan hadis yang telah diriwayatkan untuk kita dan dengan pengorbanan yang telah beliau usahakan, dan telah beramal dengan apa saja yang dapat dijadikan pelajaran bagi yang lain dalam hal mencurahkan segala kemampuan dan usaha untuk memperjuangkan al - Haq dan mengibarkan bendera hingga dien ini hanya hanya untuk Allah.

Baca juga: Hari Kartini, Begini Persamaan Wanita dan Pria dalam Pandangan Al Quran
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Apakah Seorang Istri...
Apakah Seorang Istri Bisa Menceraikan Suami? Begini Penjelasannya Menurut Islam
Mengenal Khulu, Hak...
Mengenal Khulu, Hak Istri Meminta Cerai kepada Suaminya
Bolehkah Istri Menjual...
Bolehkah Istri Menjual Mahar? Berikut Penjelasan Ulama
Mahar Hak Mutlak Istri,...
Mahar Hak Mutlak Istri, Begini Penjelasannnya
Hari Kartini, Begini...
Hari Kartini, Begini Persamaan Wanita dan Pria dalam Pandangan Al Quran
Hak Merawat Diri Seorang...
Hak Merawat Diri Seorang Muslimah yang Penting Diketahui
Rekomendasi
Fenomena Alam Besar...
Fenomena Alam Besar Bakal Terjadi, Bintang-bintang Berukuran Besar Memuntahkan Bebatuan
Mobil Tiba-tiba Terbang...
Mobil Tiba-tiba Terbang Akibat Cuaca Panas Ekstrem di AS
NASA Sebut Oksigen di...
NASA Sebut Oksigen di Bumi Akan Habis Lebih Cepat dari yang Diperkirakan
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
Mengintip 4 Sumber Kekayaan...
Mengintip 4 Sumber Kekayaan Si Nihongo Mantappu, Jerome Polin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved