Tahun Ini, Haji Terakhir di Musim Panas
Sabtu, 03 Mei 2025 - 14:24 WIB
loading...
Penyelenggaraan Haji tahun 2025 ini akan menjadi ibadah haji terakhir kalinya diselenggarakan di musim panas hingga datang 17 tahun lagi. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Penyelenggaraan Haji tahun 2025 ini akan menjadi ibadah haji terakhir kalinya diselenggarakan di musim panas hingga datang 17 tahun lagi. Pasalnya, negara Arab Saudi akan masuk musim semi tahun depan.
Pusat Metereologi Nasional (NCM) Arab Saudi mengumumkan hal tersebut, dan mulai pada tahun 2026 ibadah haji tahunan tersebut bergeser ke musim yang semakin dingin—pertama ke musim semi dan akhirnya ke musim dingin—karena pergeseran kalender Islam secara bertahap dan mengalami kemunduran selama 10 hari.
Menurut NCM, haji akan jatuh selama bulan-bulan musim semi dari tahun 2026 hingga 2033, sebelum memasuki siklus musim dingin yang panjang hingga tahun 2041. Ibadah haji tidak akan kembali ke musim panas hingga tahun 2042, memulai periode sembilan tahun baru ritual cuaca hangat.
Seperti dilansir Gulfnews, perubahan musim haji ini pasti akan disambut baik oleh jutaan jamaah yang telah mengalami panas ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Selama haji 2024, suhu di Makkah melonjak antara 46°C dan 51°C, yang mengakibatkan lebih dari 2.760 kasus kemarian akibat sengatan panas ekstrem.
Pemerintah Saudi sendiri, menyadari meningkatnya risiko yang ditimbulkan oleh panas ekstrem. Upaya yang dilakukan pemerintah Arab adalah meningkatkan perlindungan para peziarah. Langkah-langkah tersebut mencakup pemasangan area teduh yang luas, peningkatan stasiun air, penyebaran unit pendingin bergerak, dan kampanye kesadaran publik terhadap panas.
Pada tahun 2024, Kerajaan memperkenalkan 33 stasiun pemantauan cuaca baru dan memperluas penggunaan radar bergerak untuk meningkatkan pelacakan iklim waktu nyata di seluruh zona haji. Untuk tahun 2025, diperkirakan 1,8 juta calon jamaah haji yang akan menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Baca juga: Senyum Bahagia Jemaah Haji Indonesia Kloter JKG -01 Tiba di Madinah
Sumber AFP dari Pusat Penelitian Medis Internasional Raja Abdullah di Arab Saudi, Abderrezak Bouchama, mengatakan meski pemerintah Arab Saudi belum merinci persiapan haji tahun ini, pihak berwenang pastinya ingin menghindari terulangnya tragedi haji tahun lalu.
"Saya kira yang terutama adalah mengurangi risiko masuknya jamaah haji ilegal," kata Bouchama, yang bekerja sama dengan pemerintah Saudi selama lebih dari tiga dekade untuk mengurangi kematian akibat cuaca panas.
"Saya rasa, pemerintah sudah belajar dari kesalahan ini, jadi kita harus melihat tindakan apa yang sudah mereka ambil untuk mengatasinya."
Pusat Metereologi Nasional (NCM) Arab Saudi mengumumkan hal tersebut, dan mulai pada tahun 2026 ibadah haji tahunan tersebut bergeser ke musim yang semakin dingin—pertama ke musim semi dan akhirnya ke musim dingin—karena pergeseran kalender Islam secara bertahap dan mengalami kemunduran selama 10 hari.
Menurut NCM, haji akan jatuh selama bulan-bulan musim semi dari tahun 2026 hingga 2033, sebelum memasuki siklus musim dingin yang panjang hingga tahun 2041. Ibadah haji tidak akan kembali ke musim panas hingga tahun 2042, memulai periode sembilan tahun baru ritual cuaca hangat.
Seperti dilansir Gulfnews, perubahan musim haji ini pasti akan disambut baik oleh jutaan jamaah yang telah mengalami panas ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Selama haji 2024, suhu di Makkah melonjak antara 46°C dan 51°C, yang mengakibatkan lebih dari 2.760 kasus kemarian akibat sengatan panas ekstrem.
Pemerintah Saudi sendiri, menyadari meningkatnya risiko yang ditimbulkan oleh panas ekstrem. Upaya yang dilakukan pemerintah Arab adalah meningkatkan perlindungan para peziarah. Langkah-langkah tersebut mencakup pemasangan area teduh yang luas, peningkatan stasiun air, penyebaran unit pendingin bergerak, dan kampanye kesadaran publik terhadap panas.
Pada tahun 2024, Kerajaan memperkenalkan 33 stasiun pemantauan cuaca baru dan memperluas penggunaan radar bergerak untuk meningkatkan pelacakan iklim waktu nyata di seluruh zona haji. Untuk tahun 2025, diperkirakan 1,8 juta calon jamaah haji yang akan menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Baca juga: Senyum Bahagia Jemaah Haji Indonesia Kloter JKG -01 Tiba di Madinah
Waspada Suhu Ekstrem Haji 2025
Laporan AFP menjelaskan, Arab Saudi waspadai panas ekstrem pada musim haji 2025 ini. Pada Juni tahun lalu, suhu udara melonjak hingga 51,8 derajat Celsius di Makkah.Sumber AFP dari Pusat Penelitian Medis Internasional Raja Abdullah di Arab Saudi, Abderrezak Bouchama, mengatakan meski pemerintah Arab Saudi belum merinci persiapan haji tahun ini, pihak berwenang pastinya ingin menghindari terulangnya tragedi haji tahun lalu.
"Saya kira yang terutama adalah mengurangi risiko masuknya jamaah haji ilegal," kata Bouchama, yang bekerja sama dengan pemerintah Saudi selama lebih dari tiga dekade untuk mengurangi kematian akibat cuaca panas.
"Saya rasa, pemerintah sudah belajar dari kesalahan ini, jadi kita harus melihat tindakan apa yang sudah mereka ambil untuk mengatasinya."
Lihat Juga :