Kakbah dan Tempat-tempat Suci di Makkah

Selasa, 08 Juli 2025 - 10:37 WIB
loading...
A A A
Tentang orang yang pertama kali memasangkan Kiswah dari brokat (kain sutra yang bersulam benang emas atau perak), Ibnu Hajar menyebutkan enam nama: Khalid, Natîlah, Mu`awiyah, Yazid, Ibnu Az-Zubair, atau Al-Hajjâj. Kemudian Ibnu Hajar menggabungkan keenam pendapat tersebut dan menghilangkan kontradiksinya. Ia berkata, "Kiswah Khalid dan Natîlah tidak mencakup seluruh Kakbah.

Hanya saja Kiswah yang ia pasangkan ke Ka`bah itu mengandung sedikit brokat. Adapun Mu`awiyah, barangkali memberikan kain penutup Ka`bah itu di akhir masa kekhalifahannya. Sehingga itu bertepatan dengan masa kekhalifahan putranya, Yazid. Sedangkan Ibnu Az-Zubair, sepertinya memakaikan Kiswah brokat tersebut ke Ka`bah setelah pembaruan bangunan Kakbah. Sehingga sifat kepertamaannya adalah dengan menimbang hal itu (pertama setelah pembaruan). Tetapi ia tidak berketerusan menutupi Kakbah dengan Kiswah dari brokat.

Ketika Al-Hajjâj memakaikan Kiswah dari brokat ke Ka`bah atas perintah Abdul Malik, hal itu terus berlangsung, sehingga seolah-olah ia adalah orang yang secara rutin memasangkan Kiswah dari brokat ke Ka`bah setiap tahun. Al-Fâkihi menyebutkan bahwa orang yang pertama kali menyelubungi Ka`bah dengan brokat putih adalah Al-Makmun ibnu Ar-Rasyid. Muhammad ibnu Sabaktakîn memakaikan brokat kuning. Sementara An-Nâshir Al-`Abbâs menutupi Ka`bah dengan brokat hijau. Kemudian ia menutupinya dengan brokat hitam, dan berlangsung terus sampai sekarang."

4. Air Zam-zam

Imam Al-Bukhâri meriwayatkan di dalam kitab Shahîh-nya dengan sanad yang bersambung kepada Anas ibnu Malik , bahwa Anas berkata, "Abu Dzar pernah menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, 'Atap rumahku pernah dibuka ketika aku di Makkah. Lalu Jibril turun dan membelah dadaku, kemudian mencucinya dengan air zam-zam. Kemudian ia datang membawa sebuah bejana dari emas yang penuh dengan hikmah dan keimanan, lalu menuangkannya ke dalam dadaku, kemudian menutupnya kembali. Selanjutnya ia menggandeng tanganku dan membawaku naik ke langit dunia. Ketika sampai di langit dunia, Jibril berkata kepada penjaga langit dunia, 'Bukalah'. Ia (penjaga langit) bertanya, 'Siapakah ini?' Jibril menjawab, 'Ini Jibril'." [HR. Al-Bukhâri]

Tentang keutamaan air Zam-zam juga telah ditetapkan melalui hadits shahîh yang diriwayat dari Abu Dzar: "Sesungguhnya ia (Zam-zam) adalah makanan yang mengenyangkan." [HR. Muslim].

Dan dalam riwayat Abu Dâwûd Ath-Thayâlisi disebutkan: "Dan obat penyakit."

Adapun hadits yang berbunyi: "Air Zam-zam itu tergantung (niat) orang yang meminumnya." Al-Hâfidz berkomentar, "Ulama berbeda pandapat, apakah hadits ini mursal (terputus sanadnya) atau maushûl (bersambung sanadnya). Pendapat yang mengatakan hadits ini mursal lebih kuat."

Air ini dinamakan Zam-zam karena jumlahnya yang banyak. Ada juga yang menyebut bahwa ia dinamakan demikian karena berkumpulnya. Karena kumpulan manusia sekitar lima puluh orang disebut "zamzamah" menurut pendapat sebagian pakar bahasa Arab.

Sementara itu, Al-Fâkihi dalam kitab "Akhbâr Makkah" menyebutkan perkataan Mujâhid: "Ia dinamakan Zam-zam karena berasal dari kata 'hazmah' yang artinya menyentuh tanah dengan tumit, sebagaimana yang dilakukan Jibril—` may Allaah be pleased with him—ketika munculnya air Zam-zam." Ada juga yang berpendapat bahwa ia dinamakan Zam-zam karena gerakannya, atau karena ia dibatasi agar tidak mengalir/menyebar ke kanan dan ke kiri.

Sementara hari Tarwiyah dinamakan demikian karena orang-orang menghilangkan dahaga dengan air di hari itu. Ada juga yang berkata: "(Dinamakan Tarwiyah), karena orang-orang berbekal dengan air pada hari itu ketika menuju Arafah, dan saat itu tidak ada air di sana."

5. Arafah

Adapun Arafah, penamaannya disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Fâkihi dengan sanad yang shahîh kepada Abu Mijlaz , ia berkata, "Jibril dan Nabi Ibrahim—`Alaihimâs salâm—bertolak menuju Arafah. Lalu Jibril berkata, '`Arafta? (Apakah engkau mengetahui)'. Ibrahim menjawab, 'Ya, aku mengetahui'. Oleh sebab itulah tempat itu dinamakan Arafah."

`Athâ', juga berkata, "Sesungguhnya tempat itu dinamakan Arafah karena Jibril alaihissa;am pernah memperlihatkan kepada Nabi Ibrahim tata cara haji, kemudian ia berkata, 'Apakah engkau telah mengetahui? ('arafta?)' Ibrahim menjawab, 'Aku telah mengetahui'. Lalu dinamakanlah tempat itu dengan Arafah."

6. Muzdalifah

Muzdalifah dinamakan demikian karena orang-orang berangkat dari sana (ke Mina), dan tidak tinggal di sana satu hari penuh.

7. Mina

Di hari Tasyrîq dinamakan demikian karena pada saat itu jemaah haji berjemur di Mina tanpa rumah dan bangunan dalam prosesi ibadah haji. Atau karena mereka menjemur ikan/daging kering pada hari-hari itu. Wallâhu a`lam.

Baca juga: Keistimewaan-Keistimewaan Kota Suci Makkah
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rashdul Qiblat, Cara...
Rashdul Qiblat, Cara Paling Akurat Meluruskan Arah Kiblat yang Memadukan Sains dan Syariat
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Kakbah pada 15—16 Juli, Menag Ajak Pastikan Ketepatan Arah Kiblat
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Mengapa Salat Harus...
Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah dan Makna Mendalamnya
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Rekomendasi
Kapsul Waktu Berusia...
Kapsul Waktu Berusia 116 Tahun Ditemukan
Ilisionis Sebut Lokasi...
Ilisionis Sebut Lokasi Tabut Perjanjian Suci yang Pernah Diburu Adolf Hitler
Fakta-Fakta Gecko Raksasa...
Fakta-Fakta Gecko Raksasa Delcourt, Tokek Terbesar yang Pernah Hidup Sepanjang Sejarah
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Beberapa Keutamaan dan...
Beberapa Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Suci Ramadan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved