Kakbah dan Tempat-tempat Suci di Makkah
Selasa, 08 Juli 2025 - 10:37 WIB
loading...
A
A
A
Allah pun mengijabah doa itu dan mengabulkan semua permohonannya.
Oleh karena Nabi Ibrahim adalah orang yang membangun Kakbah untuk penduduk bumi, maka pantas jika kedudukan, tempat, dan posisinya adalah di tempat yang terhormat di langit, serta meraih derajat yang tinggi di sisi Baitul Makmur yang merupakan Kakbah penduduk langit ketujuh, sebagaimana dinyatakan dalam hadis tentang Isra` Mikraj.
Ketika membangun Kakbah, Nabi Ibrahim meletakkan Hajar Aswad di tempatnya sekarang ini. Dan telah dijelaskan dalam riwayat yang shahîh bahwa Hajar Aswad diturunkan dari Surga.
Ketika turun, Hajar Aswad berwarna lebih putih daripada salju, tapi kemudian dosa-dosa kaum musyrikin membuatnya hitam legam. Al-Muhibb Ath-Thabari berkata, "Tetap hitamnya Hajar Aswad mengandung pelajaran bagi orang yang memiliki mata hati. Karena sesungguhnya jika dosa-dosa bisa memberi efek pada batu yang keras, berarti efeknya pada hati lebih dahsyat lagi."
Selama jangka waktu yang panjang, Kakbah terus berada dalam kondisi sebagaimana dahulu dibangun oleh Nabi Ibrahim. Kemudian kaum Quraisy—yang dahulu sangat mengagungkan Kakbah—membangunnya kembali pada zaman Jahiliyah. Namun mereka tidak membangunnya di atas pondasi Nabi Ibrahim.
Mereka mengeluarkan Hijir Ismail dari Kakbah, sebagaimana hal tersebut diberitahukan oleh Rasulullah Shallallahu Alahi Wassalam dalam hadits riwayat 'Aisyah, dalam Shahîh Al-Bukhari dan Muslim.
Inilah rahasia yang menyebabkan tidak sahnya thawaf orang yang melakukan thawaf dari dalam Hijir Ismail. Karena sejatinya, Hijir Ismail adalah bagian dari Kakbah. Demikian juga, tidak boleh melakukan salat fardhu di Hijir Ismail. Namun untuk salat sunnah, ada perbedaan pendapat. Ini karena orang yang salat di Hijir Ismail tidak bisa menghadap ke seluruh Kakbah.
Sebagaimana mereka juga saling membanggakan diri dengan mendermakan harta untuk Kakbah, yakni menjadikan harta tersebut sebagai derma fî sabîlillâh dan wakaf untuk Kakbah."
Kemudian Al-Hâfizh Ibnu Hajar di dalam kitab "Fathul Bârî" juz 3 hal. 536, secara panjang lebar menceritakan tentang awal mula Kiswah Baitullah. Menurutnya, ada tiga pendapat mengenai orang yang pertama kali memasang kain penutup (Kiswah) pada Kakbah secara mutlak, yaitu: Ismail, Adnan, dan Taba`a.
Nabi Ismail, adalah orang yang pertama kali memakaikan Kiswah pada Ka`bah secara mutlak. Sedangkan Taba`a adalah orang yang memakaikan selubung permadani dari kulit dan benang pada Ka`bah. Adapun Adnan, adalah orang yang pertama kali memakaikan kain penutup pada Ka`bah setelah Ismail.
Baca juga: Sejarah Singkat Kakbah : Pusat Agama dan Budaya yang Konstruksinya Diciptakan Nabi Adam as
Oleh karena Nabi Ibrahim adalah orang yang membangun Kakbah untuk penduduk bumi, maka pantas jika kedudukan, tempat, dan posisinya adalah di tempat yang terhormat di langit, serta meraih derajat yang tinggi di sisi Baitul Makmur yang merupakan Kakbah penduduk langit ketujuh, sebagaimana dinyatakan dalam hadis tentang Isra` Mikraj.
Ketika membangun Kakbah, Nabi Ibrahim meletakkan Hajar Aswad di tempatnya sekarang ini. Dan telah dijelaskan dalam riwayat yang shahîh bahwa Hajar Aswad diturunkan dari Surga.
Ketika turun, Hajar Aswad berwarna lebih putih daripada salju, tapi kemudian dosa-dosa kaum musyrikin membuatnya hitam legam. Al-Muhibb Ath-Thabari berkata, "Tetap hitamnya Hajar Aswad mengandung pelajaran bagi orang yang memiliki mata hati. Karena sesungguhnya jika dosa-dosa bisa memberi efek pada batu yang keras, berarti efeknya pada hati lebih dahsyat lagi."
2. Maqam Ibrahim
Adapun Maqam Ibrahim yang Allah sebutkan dalam Al-Quran, adalah batu tempat dahulu Nabi Ibrahim berdiri ketika bangunan Kakbah telah mencapai ketinggian postur tubuhnya. Nabi Ismail Alaihissalam meletakkan batu yang masyhur itu untuk Nabi Ibrahim, agar ia menjadi lebih tinggi di atas batu itu ketika bangunan (Kakbah) sudah semakin tinggi. Dahulu, batu itu melekat dengan dinding Kakbah. Kemudian dipindahkan sedikit dari posisinya semula ke tempatnya sekarang ini.Selama jangka waktu yang panjang, Kakbah terus berada dalam kondisi sebagaimana dahulu dibangun oleh Nabi Ibrahim. Kemudian kaum Quraisy—yang dahulu sangat mengagungkan Kakbah—membangunnya kembali pada zaman Jahiliyah. Namun mereka tidak membangunnya di atas pondasi Nabi Ibrahim.
Mereka mengeluarkan Hijir Ismail dari Kakbah, sebagaimana hal tersebut diberitahukan oleh Rasulullah Shallallahu Alahi Wassalam dalam hadits riwayat 'Aisyah, dalam Shahîh Al-Bukhari dan Muslim.
Inilah rahasia yang menyebabkan tidak sahnya thawaf orang yang melakukan thawaf dari dalam Hijir Ismail. Karena sejatinya, Hijir Ismail adalah bagian dari Kakbah. Demikian juga, tidak boleh melakukan salat fardhu di Hijir Ismail. Namun untuk salat sunnah, ada perbedaan pendapat. Ini karena orang yang salat di Hijir Ismail tidak bisa menghadap ke seluruh Kakbah.
3. Kiswah Kakbah
Imam Al-Bukhari meriwayatkan di dalam kitab Shahîh-nya, pada bagian Kitab Haji, dengan menulis: "Bab Kiswah Kakbah". Kemudian ia menyebutkan sebuah hadits terkait hal ini. Ibnu Hajar mengutip perkataan Ibnu Baththâl, "Sesungguhnya para raja di setiap masa saling membanggakan diri dengan Kiswah Kakbah dengan tingginya kualitas kain yang merupakan tenun dari emas dan lain-lain.Sebagaimana mereka juga saling membanggakan diri dengan mendermakan harta untuk Kakbah, yakni menjadikan harta tersebut sebagai derma fî sabîlillâh dan wakaf untuk Kakbah."
Kemudian Al-Hâfizh Ibnu Hajar di dalam kitab "Fathul Bârî" juz 3 hal. 536, secara panjang lebar menceritakan tentang awal mula Kiswah Baitullah. Menurutnya, ada tiga pendapat mengenai orang yang pertama kali memasang kain penutup (Kiswah) pada Kakbah secara mutlak, yaitu: Ismail, Adnan, dan Taba`a.
Nabi Ismail, adalah orang yang pertama kali memakaikan Kiswah pada Ka`bah secara mutlak. Sedangkan Taba`a adalah orang yang memakaikan selubung permadani dari kulit dan benang pada Ka`bah. Adapun Adnan, adalah orang yang pertama kali memakaikan kain penutup pada Ka`bah setelah Ismail.
Baca juga: Sejarah Singkat Kakbah : Pusat Agama dan Budaya yang Konstruksinya Diciptakan Nabi Adam as
Lihat Juga :