10 Kultum Singkat tentang Bersyukur dari Berbagai Tema, Bisa Dijadikan Referensi

Selasa, 20 Mei 2025 - 10:15 WIB
loading...
A A A
Kedua, bersyukur melalui ucapan. Ini bisa diwujudkan dengan memuji Allah, seperti mengucap “Alhamdulillah”, atau menyampaikan rasa terima kasih kepada sesama manusia yang menjadi perantara nikmat tersebut. Ucapan syukur mencerminkan kesadaran dan penghormatan terhadap sumber nikmat.

Ketiga, adalah bersyukur melalui perbuatan. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan nikmat yang diberikan untuk melakukan amal baik, menjalankan perintah Allah, serta menghindari perbuatan yang dilarang. Perbuatan syukur ini menjadi bukti konkret bahwa kita tidak hanya mengucap syukur di bibir, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan.

Oleh sebab itu, mari kita bangun kebiasaan untuk selalu bersyukur. Latih diri kita agar senantiasa sadar dan berterima kasih atas segala bentuk nikmat yang Allah titipkan, baik yang besar maupun yang tampak sepele. Bersyukur tidak hanya saat menerima hal menyenangkan, tapi juga saat diuji, karena di sanalah letak ketaatan sejati.

Yang tak kalah penting, luruskan niat dalam bersyukur. Jangan jadikan syukur sebagai alat untuk mengejar kenikmatan dunia semata, tapi niatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh ridha-Nya. Sebab, itulah tujuan tertinggi dari segala bentuk ibadah, termasuk rasa syukur.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semua tergolong ke dalam hamba-hamba Allah yang senantiasa bersyukur, baik dalam hati, ucapan, maupun tindakan. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca juga: Inilah 3 Tipe Manusia Mengekspresikan Rasa Syukur

5. Bentuk Syukur

Assalamualaikum wr wb

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan nikmat dan petunjuk-Nya yang tak pernah terputus, sehingga pada pagi hari yang penuh berkah ini kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani. Semoga pertemuan kita ini senantiasa dalam lindungan dan ridha-Nya.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sosok yang telah membimbing umat manusia keluar dari kegelapan menuju jalan penuh cahaya dan ilmu. Semoga kelak kita semua termasuk ke dalam golongan yang memperoleh syafaat beliau di hari akhir. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Sudah sepatutnya kita sebagai hamba Allah senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Sering kali, kita tidak menyadari bahwa nikmat itu begitu banyak dan melekat dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari nikmat makan dan minum, kemampuan bernapas tanpa alat bantu, berjalan tanpa kesulitan, hingga gerakan ringan yang mungkin kita anggap sepele seperti mengangkat tangan—semuanya adalah karunia luar biasa.

Bayangkan saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan sakit. Untuk sekadar makan pun mereka kesulitan. Ada pula yang harus dibantu untuk berdiri, bahkan menggerakkan satu bagian tubuh saja memerlukan perjuangan. Maka dari itu, masih pantaskah kita lalai untuk bersyukur?

Allah SWT dengan tegas memerintahkan kita untuk bersyukur, sebagaimana yang tertulis dalam Surah Al-Baqarah ayat 152:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ


Artinya: “Maka ingatlah Aku, niscaya Aku ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”

Lalu, bagaimana cara kita menunjukkan rasa syukur yang benar kepada Allah SWT? Setidaknya ada tiga bentuk utama dalam bersyukur:

Syukur dalam hati, yaitu dengan menyadari sepenuhnya bahwa setiap nikmat yang kita terima, sekecil apa pun itu, semata-mata berasal dari Allah SWT. Bukan karena kekuatan atau usaha kita sendiri.

Syukur melalui lisan, dengan mengucapkan kalimat pujian seperti “Alhamdulillah” setiap kali menerima nikmat. Kalimat ini menjadi bentuk pengakuan bahwa Allah-lah sumber segala kebaikan.

Syukur melalui perbuatan, menjaga dan menggunakan nikmat yang kita miliki untuk hal-hal yang diridhai Allah. Contohnya, jika diberi nikmat kesehatan, maka manfaatkanlah untuk beribadah, menolong sesama, dan menjauhi perbuatan maksiat. Karena pada akhirnya semua yang kita miliki hanyalah titipan yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak.

Jangan sampai kita termasuk ke dalam golongan yang lalai dan tidak mensyukuri nikmat, karena mengingkari nikmat adalah awal dari kerugian yang besar, baik di dunia maupun di akhirat.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Jika ada kekurangan dalam penyampaian ini, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Sesungguhnya kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Semoga apa yang telah disampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua dan menjadi pengingat agar kita selalu bersyukur dalam setiap keadaan.

Wassalamualaikum wr wb

6. Pentingnya Bersyukur

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala bentuk karunia dari Allah SWT yang kita rasakan dalam kehidupan ini sungguh tak terhitung jumlahnya. Bahkan dalam banyak keadaan, nikmat-nikmat itu diberikan tanpa kita minta. Mulai dari kesehatan, kemampuan berpikir, pancaindra yang berfungsi dengan baik, hingga nikmat terbesar berupa iman dan Islam.

Karena itulah, sebagai hamba-Nya, sudah sepantasnya kita senantiasa mengungkapkan rasa syukur atas segala pemberian-Nya. Allah SWT telah mengingatkan dalam firman-Nya:

“Dan jika kamu mencoba menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nahl: 18)

Saudara-saudari seiman yang dirahmati Allah,

Secara etimologi, syukur dapat dimaknai sebagai bentuk penghargaan atau pujian atas kebaikan yang diterima dari pihak lain. Lawan dari syukur adalah kufur, yaitu mengingkari kebaikan yang telah diterima.

Dalam pandangan istilah agama, syukur adalah penggunaan setiap nikmat yang Allah anugerahkan—baik berupa pendengaran, penglihatan, akal, maupun anggota tubuh lainnya—dalam hal-hal yang diridhai oleh-Nya.

Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam hal bersyukur. Dalam sebuah riwayat, Bilal bin Rabah pernah bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau menangis, padahal dosamu yang lalu dan akan datang telah diampuni oleh Allah?”

Rasulullah menjawab, “Tidakkah aku seharusnya menjadi hamba yang bersyukur?”

Kisah ini menggambarkan betapa dalam dan kuatnya rasa syukur Rasulullah SAW meski beliau telah dijamin ampunan dari Allah. Beliau tetap menunjukkan sikap rendah hati dan penghambaan yang tulus kepada Tuhannya.

Sikap ini juga ditegaskan oleh Umar bin Khattab RA, yang berkata, “Jika sabar dan syukur diibaratkan dua kendaraan, maka aku tidak peduli mana yang aku tunggangi.” Artinya, dalam kondisi apa pun—baik saat lapang maupun sempit—kita tetap dituntut untuk memiliki sikap bersyukur atau bersabar.

Demikianlah kultum singkat mengenai pentingnya bersyukur. Semoga kita semua mampu menjadi pribadi yang senantiasa mengingat dan menghargai nikmat Allah dalam setiap keadaan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

7. Selalu Bersyukur

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudara-saudara Muslim yang dirahmati Allah,

Sudah menjadi suatu keharusan bagi kita sebagai hamba Allah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan serta rasa syukur atas segala karunia-Nya. Allah SWT telah melimpahkan begitu banyak nikmat kepada kita, hingga tak terhitung jumlahnya.

Perlu kita renungi, bahwa nikmat itu tidak hanya berwujud materi. Kesehatan, waktu luang, iman, dan Islam adalah bentuk nikmat luar biasa yang nilainya jauh lebih tinggi dari sekadar harta duniawi.

Bayangkan saja, apa artinya kekayaan melimpah jika tubuh kita sakit-sakitan dan tak bisa menikmati kehidupan? Apa gunanya jabatan tinggi jika hati tak pernah merasakan ketenangan?

Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa hidup ini sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT, Sang Pemilik alam semesta dan Pengatur segala urusan.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Di zaman yang serba modern ini, kita menghadapi tantangan berupa gaya hidup hedonis. Paham ini mengajarkan bahwa kesenangan duniawi adalah tujuan utama kehidupan, dan penderitaan sebisa mungkin harus dihindari.

Akibatnya, banyak manusia yang berlomba mengejar kenikmatan materi semata, bahkan tak segan menabrak aturan agama demi meraih kekayaan. Mereka tak peduli lagi soal halal dan haram, yang penting harta melimpah dan kebahagiaan dunia tercapai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rayakan HSN, Ini Contoh...
Rayakan HSN, Ini Contoh Ceramah Hari Santri 2025 yang Penuh Makna
10 Ayat Al Quran Tentang...
10 Ayat Al Quran Tentang Bersyukur
Benarkah Tak Bersyukur...
Benarkah Tak Bersyukur Sama dengan Kufur Nikmat? Begini Penjelasan Al Quran dan Hadis
5 Contoh Kultum Singkat...
5 Contoh Kultum Singkat tentang Jujur
9 Contoh Kultum Jelang...
9 Contoh Kultum Jelang Idulfitri, Mengisi Akhir Ramadan dan Menyambut Hari Kemenangan
5 Contoh Kultum Lailatul...
5 Contoh Kultum Lailatul Qadar, yang Bisa Dipelajari atau Dijadikan Referensi
Rekomendasi
Topeng dari Giok Berusia...
Topeng dari Giok Berusia 1.700 Tahun Ditemukan di Piramida Maya
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Deretan Ilmuwan Penemu...
Deretan Ilmuwan Penemu Teori Fenomena Alam
Artikel Terkini
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved