Harta Sesungguhnya Manusia Hanya 2 Macam, Apa Saja?
Senin, 09 Juni 2025 - 14:40 WIB
loading...
A
A
A
"Hai anak adam, kamu tidak memiliki dari hartamu kecuali yang telah kamu makan lalu habis, atau pakaian yang kamu gunakan lalu pakaian itu rusak, atau yang kamu sedekahkan maka itulah yang tersisa." (HR. Muslim).
Ditambahkan dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu 'anhu,
"Adapun selain itu (harta yang disedekahkan,pen), maka ia akan sirna dan ditinggalkan bagi manusia (ahli warisnya)."
(HR. Muslim).
Oleh karenanya selagi Allah Ta'ala masih memberikan kesempatan hidup, maka hendaknya gunakan harta yang dimiliki untuk meraih banyak pahala. Yakni dengan membiasakan diri untuk bersedekah dan membagi sebagian rezeki di jalan Allah.
Harta pemberian Allah jangan digunakan untuk foya-foya, jangan bersikap pelit, jangan hanya di simpan saja. Sebab, pada hakikatnya, harta yang kita sedekahkan itulah yang benar-benar akan menjadi milik kita, sedangkan apa yang kita simpan bisa kapan saja hilang, rusak, habis atau menjadi warisan.
Seorang mukmin hendaknya amanah terhadap hartanya. Yakni membelanjakan harta itu di jalan Allah. Mukimin harus gemar sedekah dan infaq, selain tidak boleh lupa dengan zakatnya. Ingatlah, ada hak orang lain yang fakir dan miskin di dalam harta kita.
Walllahu A'lam
Baca juga: Mutiara Hadis: Hakikat Harta yang Sebenarnya
Ditambahkan dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu 'anhu,
وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ، وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ
"Adapun selain itu (harta yang disedekahkan,pen), maka ia akan sirna dan ditinggalkan bagi manusia (ahli warisnya)."
(HR. Muslim).
Oleh karenanya selagi Allah Ta'ala masih memberikan kesempatan hidup, maka hendaknya gunakan harta yang dimiliki untuk meraih banyak pahala. Yakni dengan membiasakan diri untuk bersedekah dan membagi sebagian rezeki di jalan Allah.
Harta pemberian Allah jangan digunakan untuk foya-foya, jangan bersikap pelit, jangan hanya di simpan saja. Sebab, pada hakikatnya, harta yang kita sedekahkan itulah yang benar-benar akan menjadi milik kita, sedangkan apa yang kita simpan bisa kapan saja hilang, rusak, habis atau menjadi warisan.
Seorang mukmin hendaknya amanah terhadap hartanya. Yakni membelanjakan harta itu di jalan Allah. Mukimin harus gemar sedekah dan infaq, selain tidak boleh lupa dengan zakatnya. Ingatlah, ada hak orang lain yang fakir dan miskin di dalam harta kita.
Walllahu A'lam
Baca juga: Mutiara Hadis: Hakikat Harta yang Sebenarnya
(wid)