Pejabat Makin Kaya Rakyat Hidup dalam Kemiskinan, Bagaimana Pandangan Islam?
Rabu, 11 Juni 2025 - 11:04 WIB
loading...
A
A
A
Padahal Allah SWT jelas-jelas melarangnya.
Allah Ta'ala berfirman :
"Apa saja harta rampasan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota, maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya." (QS. al-Hasyr: 7).
Selain itu, tidak berpihaknya penguasa terhadap rakyat kecil. Hal itu bercirikan matinya nurani penguasa dalam memahami kesulitan ekonomi rakyat.
Akibatnya, kesejahteraan rakyat semakin jauh dari harapan, kemiskinan meluas, rakyat menderita, dan menanggung beban utang yang besar.
Pada saat ini, kemiskinan yang dihadapi bangsa ini masih menjadi masalah yang luar biasa besar. Karenanya, salah satu cara untuk mengatasinya adalah bangsa ini harus dipimpin oleh orang yang amanah. Bangsa ini harus dipimpin oleh orang-orang yang jujur, bermoral, dan memiliki keberpihakan yang jelas kepada rakyat kecil.
Jika bangsa ini terus-menerus dipimpin oleh orang-orang yang tidak amanah, maka kemiskinan akan semakin meningkat. Bahkan, mungkin kehidupan kita sebagai bangsa akan bangkrut. Karenanya, rakyat yang memegang kedaulatan dan keinginan, maka rakyat harus dapat mengubah dan menentukan pemimpinnya. Ingatlah, Allah memerintahkan, "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya ...." (QS an-Nisa: 58).
Baca juga: 5 Konsep Islam Mempersempit Perbedaan Antargolongan Menurut Syaikh Al-Qardhawi
Wallahu A'lam
Allah Ta'ala berfirman :
مَاۤ اَفَآءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوۡلِهٖ مِنۡ اَهۡلِ الۡقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوۡلِ وَلِذِى الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنِ وَابۡنِ السَّبِيۡلِۙ كَىۡ لَا يَكُوۡنَ دُوۡلَةًۢ بَيۡنَ الۡاَغۡنِيَآءِ مِنۡكُمۡ ؕ وَمَاۤ اٰتٰٮكُمُ الرَّسُوۡلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰٮكُمۡ عَنۡهُ فَانْتَهُوۡا ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ؕ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيۡدُ الۡعِقَابِۘ
"Apa saja harta rampasan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota, maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya." (QS. al-Hasyr: 7).
Selain itu, tidak berpihaknya penguasa terhadap rakyat kecil. Hal itu bercirikan matinya nurani penguasa dalam memahami kesulitan ekonomi rakyat.
2. Adanya korupsi
Pemerintahan yang korup hanya berorientasi pada peningkatan pundi-pundi kekayaan penguasa, keluarga, dan kelompoknya sendiri. Sementara, rakyat umumnya hanya sebagai alat dagang untuk mendapat berbagai kucuran dan pinjaman dana.Akibatnya, kesejahteraan rakyat semakin jauh dari harapan, kemiskinan meluas, rakyat menderita, dan menanggung beban utang yang besar.
Pada saat ini, kemiskinan yang dihadapi bangsa ini masih menjadi masalah yang luar biasa besar. Karenanya, salah satu cara untuk mengatasinya adalah bangsa ini harus dipimpin oleh orang yang amanah. Bangsa ini harus dipimpin oleh orang-orang yang jujur, bermoral, dan memiliki keberpihakan yang jelas kepada rakyat kecil.
Jika bangsa ini terus-menerus dipimpin oleh orang-orang yang tidak amanah, maka kemiskinan akan semakin meningkat. Bahkan, mungkin kehidupan kita sebagai bangsa akan bangkrut. Karenanya, rakyat yang memegang kedaulatan dan keinginan, maka rakyat harus dapat mengubah dan menentukan pemimpinnya. Ingatlah, Allah memerintahkan, "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya ...." (QS an-Nisa: 58).
Baca juga: 5 Konsep Islam Mempersempit Perbedaan Antargolongan Menurut Syaikh Al-Qardhawi
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :