Suami Ringan Tangan? Hati-hati, Begini Ancamannya dalam Islam
Minggu, 29 Juni 2025 - 12:52 WIB
loading...
Islam melarang para suami ringan tangan atau melakukan KDRT kepada istri-istrinya, bahkan Rasulullah SAW mengatakan bahwa Yang terbaik di antara kalian (umat Islam) adalah yang paling baik kepada istrinya. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Suami ringan tangan atau sering melakukan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga)? Hati-hati, ancamannya sangat serius dalam agama Islam. Begini penjelasannya:
KDRT tak hanya identik dengan tindakan yang menjurus pada kriminalis nyata seperti pemukulan, penganiayaan, intimidasi dan hal yang melukai badan. Namun perkara yang sifatnya spiritual emosional , dan perkara-perkara yang tidak kasat mata juga dikategorikan sebagai KDRT.
Abu Hamzah 'Abdul Lathif al-Ghamidi dalam bukunya 'Stop KDRT!' yang diterbitkan Pustaka Asy-Syafi'i menjelaskan, sebenarnya, KDRT tidak perlu terjadi ketika suami atau istri saling memahami hakikat pernikahan . Suami istri juga harus saling menghormati serta mencintai pasangan karena Allah Ta'ala. Sebab, permasalahan apapun yang terjadi dalam rumah tangga sebuah kehidupan itu ibarat roda yang berputar, tidak selamanya selalu di atas dan tidak selamanya selalu di bawah.
Begitupun kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan lurus seperti yang diimpikan. Banyak prahara rumah tangga yang sering terjadi misalnya kekerasan yang dilakukan oleh suami.
Maka janganlah seorang suami itu menzholimi istrinya. Suami juga hendaknya jangan menuntut istrinya untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin ia sanggupi. Suami juga tidak boleh melupakan peranannya dan melalaikan tugasnya serta menzalimi orang yang paling berhak menerima perlakuan baiknya, yakni istri.
Suami harus menghargai istri karena telah mencurahkan cinta dan hatinya, menyerahkan kehormatan dan harga dirinya yang telah memberikan ketundukan dirinya dengan penuh ketaatan dan keridhoan kepada suami.
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha ia berkata: Rasulullah bersabda :
"Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik kepada istrinya. Dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap istriku". (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Ironisnya, istri yang seharusnya disayang, diperhatikan, dikasihani, dan diperlakukan dengan lemah lembut tidak jarang ditindas dan disakiti hatinya, dijatuhkan kemuliaannya, diusik ketenangannya, direnggut kebahagiaannya serta dizholimi haknya. Semua itu dilakukan dengan serangkaian tindak kekerasan yang tiada terkira dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Baca juga: Paula Verhoeven Buka-bukaan soal KDRT yang Dialaminya: Verbal, Financial Abuse
Allah Ta'ala berfirman:
KDRT tak hanya identik dengan tindakan yang menjurus pada kriminalis nyata seperti pemukulan, penganiayaan, intimidasi dan hal yang melukai badan. Namun perkara yang sifatnya spiritual emosional , dan perkara-perkara yang tidak kasat mata juga dikategorikan sebagai KDRT.
Abu Hamzah 'Abdul Lathif al-Ghamidi dalam bukunya 'Stop KDRT!' yang diterbitkan Pustaka Asy-Syafi'i menjelaskan, sebenarnya, KDRT tidak perlu terjadi ketika suami atau istri saling memahami hakikat pernikahan . Suami istri juga harus saling menghormati serta mencintai pasangan karena Allah Ta'ala. Sebab, permasalahan apapun yang terjadi dalam rumah tangga sebuah kehidupan itu ibarat roda yang berputar, tidak selamanya selalu di atas dan tidak selamanya selalu di bawah.
Begitupun kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan lurus seperti yang diimpikan. Banyak prahara rumah tangga yang sering terjadi misalnya kekerasan yang dilakukan oleh suami.
Maka janganlah seorang suami itu menzholimi istrinya. Suami juga hendaknya jangan menuntut istrinya untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin ia sanggupi. Suami juga tidak boleh melupakan peranannya dan melalaikan tugasnya serta menzalimi orang yang paling berhak menerima perlakuan baiknya, yakni istri.
Suami harus menghargai istri karena telah mencurahkan cinta dan hatinya, menyerahkan kehormatan dan harga dirinya yang telah memberikan ketundukan dirinya dengan penuh ketaatan dan keridhoan kepada suami.
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha ia berkata: Rasulullah bersabda :
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِيْ
"Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik kepada istrinya. Dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap istriku". (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Ironisnya, istri yang seharusnya disayang, diperhatikan, dikasihani, dan diperlakukan dengan lemah lembut tidak jarang ditindas dan disakiti hatinya, dijatuhkan kemuliaannya, diusik ketenangannya, direnggut kebahagiaannya serta dizholimi haknya. Semua itu dilakukan dengan serangkaian tindak kekerasan yang tiada terkira dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Baca juga: Paula Verhoeven Buka-bukaan soal KDRT yang Dialaminya: Verbal, Financial Abuse
Allah Ta'ala berfirman:
Lihat Juga :