Begini Ibadah Orang Kaya yang Tertipu dan Justru Menjadi Aib

Kamis, 10 September 2020 - 05:00 WIB
loading...
Begini Ibadah Orang...
Ilustrasi/Ist
A A A
IMAM Al-Ghazali menyebut kelompok orang-orang kaya yang tertipu. Mereka rajin menumpuk dan menyimpan harta kekayaannya tapi sangat pelit (bakhil) untuk membelanjakan harta kekayaan tersebut. Di sisi lain, mereka menyibukkan diri dengan ibadah-ibadah fisik yang tidak memerlukan biaya, seperti berpuasa pada siang hari, melakukan salat malam , dan mengkhatamkan al-Qur'an . (Baca juga: Si Kaya Membangun Masjid dan Sekolah tetapi Masuk Golongan yang Tertipu )

"Sebenarnya orang-orang seperti ini tertipu, sebab kebakhilan yang sangat merusak telah menguasai relung batiniah mereka. Seharusnya dia dapat memasuki ketinggian derajat dengan menafkahkan harta kekayaannya, tetapi dia sibuk mencari suatu kelebihan yang sepatutnya tidak perlu dia lakukan," tutur Al-Ghazali. (Baca juga: Mereka Tertipu Padahal Rajin Salat Dhuha dan Tahajud, Ini Penyebabnya )

Perumpamaan orang seperti ini adalah seperti orang yang pakaiannya dimasuki ular dan hampir binasa, tetapi dia masih menyibukkan diri dengan memasak jamu untuk menyembuhkan penyakit kuningnya. "Lalu, apakah orang yang mendekati kehancuran karena diracuni oleh ular masih memerlukan jamu?" tanyanya. (Baca juga: Benarkah Nabi Muhammad Makhluk Allah yang Pertama? )

Oleh sebab itu, ketika ada seseorang yang berkata kepada Bisyr, "Sesungguhnya Fulan yang kaya itu banyak melakukan puasa dan salat."

Bisyr berkata kepadanya, "Kasihan, dia meninggalkan urusannya sendiri dan memasuki urusan orang lain. Sesungguhnya lebih baik bagi dirinya untuk memberikan makanan kepada orang-orang yang kelaparan, dan menafkahkan hartanya untuk orang-orang miskin daripada dia melaparkan dirinya sendiri, dan melakukan salat untuk kepentingan dirinya. Untuk apa dia mengumpulkan dunia dan menahan harta kekayaan itu dari fakir miskin ?" (Baca juga: Bahaya Kesombongan dan Nasehat Imam Al-Ghazali )

Haji Sunnah
Sesuatu yang dianggap aib oleh Imam al-Ghazali dalam perilaku orang-orang kaya umat ini ialah bahwa sesungguhnya mereka sangat berambisi membelanjakan uangnya untuk melakukan ibadah haji . Sehingga mereka melakukan ibadah haji berkali-kali, dan bahkan mereka meninggalkan tetangga-tetangganya kelaparan . (Baca juga: Imam Al-Ghazali, Sang Pemintal Dirinya Sendiri )

Baca juga: BLT Dilanjutkan, Mampukah Dorong Ekonomi?

Oleh sebab itu, Ibn Mas'ud berkata, "Pada akhir zaman nanti banyak orang yang melakukan ibadah haji tanpa sebab. Mereka begitu mudah melakukan perjalanan ke Makkah , mempunyai rizki yang melimpah, tetapi mereka pulang kembali ke tanah airnya dalam keadaan miskin dan tidak punya apa-apa. Hingga ada salah seorang di antara mereka yang untanya tersesat di tengah padang pasir, tetapi tetangganya yang ada di sampingnya terbelenggu dan dia tidak dapat memberikan pertolongan kepadanya."

Baca juga: PKS Minta Kemenag Pertimbangkan Ulang Sertifikasi Penceramah

Seakan-akan Ibn Mas'ud RA melihat kepada apa yang akan terjadi pada zaman kita sekarang ini melalui alam gaib dan memberikan ciri-cirinya Abu Nashr al-Tammar berkata, "Sesungguhnya ada seorang lelaki yang datang dan ingin mengucapkan selamat tinggal kepada Bisyr bin al-Harits sambil berkata "Aku telah berniat melakukan ibadah haji, barangkali engkau hendak memerintahkan sesuatu kepadaku."

Bisyr berkata kepadanya: "Berapa biaya yang telah engkau persiapkan untuk itu?" Dia menjawab, "Dua ribu dirham."

Bisyr berkata, "Apakah yang hendak engkau cari dalam hajimu? Karena zuhud, rindu kepada Baitullah, ataukah untuk mencari keridhaan Allah SWT?"

Dia menjawab, "Saya hendak mencari keridhaan Allah SWT."

Baca juga: DKI Dapat Tambahan 1.175 Tenaga Medis, Anies Kenang Kisah Tjipto Mangunkusumo

Bisyr berkata, "Kalau engkau hendak mencari keridhaan Allah SWT, sementara engkau tetap berada di rumahmu dan membelanjakan dua ribu dirham itu (bukan untuk berhaji), serta engkau merasa yakin bahwa engkau akan dapat memperoleh keridhaan itu, maka apakah engkau akan melakukannya (haji) juga?"

Dia menjawab, "Ya."

Baca juga: Amien Rais Akan Langsung Sebut Nama dan Lambang Partai Baru? Ini Penjelasan Loyalisnya

Bisyr berkata, "Pergilah, dan berikan dua ribu dirham itu kepada sepuluh kelompok manusia ini: orang yang berutang agar dia dapat membayar utang-utangnya; orang miskin agar dia dapat bangkit kembali; orang yang menanggung pemeliharaan anggota keluarga yang banyak agar mereka tercukupi keperluannya; dan pengasuh anak yatim agar dia dapat menggembirakan mereka."

"Kalau hatimu kuat, berikanlah uang itu kepada salah satu kelompok tersebut, karena sesungguhnya usahamu untuk menggembirakan hati seorang Muslim, memberikan pertolongan kepada orang yang bersedih hati, menyelamatkan orang yang sedang dalam keadaan berbahaya, memberikan bantuan kepada orang yang lemah, adalah lebih baik daripada seratus kali haji yang dilakukan setelah haji wajib dalam Islam."

Baca juga: Muncul Logo PDIP di Sekolah Daring, Begini Kronologinya

"Berdirilah dan berikanlah uang itu kepada mereka sebagaimana kami memerintahkan kepadamu. Jika tidak, maka katakanlah apa yang terdetik di dalam hatimu?"

Dia menjawab, "Wahai Abu Nashr, perjalananku lebih kuat dalam hatiku. "

Bisyr lalu tersenyum, kemudian mendekatinya dan berkata kepadanya: "Harta kekayaan yang dikumpulkan dari kotoran perniagaan dan syubhat, membuat hawa nafsu bertindak di dalamnya untuk memamerkan amal shalehnya Padahal Allah SWT telah berjanji kepada diri-Nya sendiri untuk tidak menerima kecuali amal orang-orang yang bertaqwa kepada-Nya."

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

"... Ya tuhan kami, terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS al-Baqarah: 127).
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Amalan-amalan agar Terhindar...
Amalan-amalan agar Terhindar dari Sifat Kikir
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Sifat Kikir, Simak di Sini!
Ngerinya Doa Malaikat...
Ngerinya Doa Malaikat Bagi Orang Kikir, Memohon Allah Menghancurkan Hartanya
Kikir Sifat Zalim yang...
Kikir Sifat Zalim yang Membinasakan, Kenali Bahayanya!
Masih Pelit? Ini 3 Bahaya...
Masih Pelit? Ini 3 Bahaya Besar yang Mengintainya
Syaikh Al-Qardhawi:...
Syaikh Al-Qardhawi: Ahli Kitab Kufur karena Mendustakan Kerasulan Muhammad SAW
Rekomendasi
Bak Kisah Nabi Yunus,...
Bak Kisah Nabi Yunus, Penyelam Selamat Setelah Ditelan Ikan Paus
Hujan Darah Diprediksi...
Hujan Darah Diprediksi Akan Terjadi di Inggris Minggu Depan
Ironi Para Ilmuwan Hebat...
Ironi Para Ilmuwan Hebat yang Tak Pernah Memenangkan Nobel
Artikel Terkini
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Infografis
Lima Gangster yang Paling...
Lima Gangster yang Paling Kaya dan Berbahaya di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved