Mengapa Jumat Disebut Hari Raya-nya Umat Islam?
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 09:42 WIB
loading...
A
A
A
Dari Abu Said Al Khudri bahwa Nabi bersabda: "Barang siapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka dia akan disinari oleh cahaya sejauh di antara dua Jumat." (HR Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra, Al Hakim dalam Al Mustadrak. katanya: shahih).
Dari Abu Sa’id Al Khudri juga secara mauquf:
"Barang siapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka dia akan disinari oleh cahaya sejauh di hadapan dirinya sampai Baitul 'Atiq (Ka’bah)." (HR Al Baihaqi, Syu’abul Iman Ad Darimi, Syaikh Husein Salim Asad mengatakan: isnadnya shahih. Syaikh Al Albani juga menshahihkannya. Lihat Shahihul Jami’ No. 6471)
Baca juga: 5 Ayat Al-Qur’an dan Hadis tentang Keutamaan Hari Jumat
"Tidaklah seorang laki-laki mandi pada hari Jumat, dia bersuci sebersih-bersihnya, dia memakai minyak rambut, atau memakai minyak wangi yang ada di rumahnya, lalu dia keluar menuju masjid tanpa membelah barisan di antara dua orang, kemudian dia salat sebagaimana dia diperintahkan, lalu dia diam ketika imam berkhuthbah, melainkan akan diampuni sejauh hari itu dan Jum’at yang lainnya." (HR Al-Bukhari)
"Salat yang lima, Salat Jumat ke Jumat selanjutnya, puasa Ramadan ke Ramadan selanjutnya, sebagai penghapus dosa di antaranya, jika meninggalkan dosa-dosa besar." (HR Muslim No. 233)
Dari Abu Sa’id Al Khudri juga secara mauquf:
من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له النور ما بينه وبين البيت العتيق
"Barang siapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka dia akan disinari oleh cahaya sejauh di hadapan dirinya sampai Baitul 'Atiq (Ka’bah)." (HR Al Baihaqi, Syu’abul Iman Ad Darimi, Syaikh Husein Salim Asad mengatakan: isnadnya shahih. Syaikh Al Albani juga menshahihkannya. Lihat Shahihul Jami’ No. 6471)
Baca juga: 5 Ayat Al-Qur’an dan Hadis tentang Keutamaan Hari Jumat
2. Berhias Bagi Kaum Laki-laki (mandi, potong rambut, menyisir, memakai wewangian)
Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu, Nabi bersabda:لاَ يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الجُمُعَةِ، وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ، وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ، أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ، ثُمَّ يَخْرُجُ فَلاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ، ثُمَّ يُصَلِّي مَا كُتِبَ لَهُ، ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الإِمَامُ، إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الجُمُعَةِ الأُخْرَى
"Tidaklah seorang laki-laki mandi pada hari Jumat, dia bersuci sebersih-bersihnya, dia memakai minyak rambut, atau memakai minyak wangi yang ada di rumahnya, lalu dia keluar menuju masjid tanpa membelah barisan di antara dua orang, kemudian dia salat sebagaimana dia diperintahkan, lalu dia diam ketika imam berkhuthbah, melainkan akan diampuni sejauh hari itu dan Jum’at yang lainnya." (HR Al-Bukhari)
3. Salat Jumat Menghapus Dosa di Antara Dua Jumat Selama Tidak Melakukan Dosa Besar
Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
"Salat yang lima, Salat Jumat ke Jumat selanjutnya, puasa Ramadan ke Ramadan selanjutnya, sebagai penghapus dosa di antaranya, jika meninggalkan dosa-dosa besar." (HR Muslim No. 233)
4. Memperbanyak Selawat Nabi
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan umatnya agar memperbanyak selawat terutama di malam Jumat dan hari Jumat. Beliau bersabda:أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً
Lihat Juga :