Rahasia Doa dan Zikir setelah Salat Malam: Amalan Rasulullah yang Bikin Hati Tenang
Jum'at, 28 November 2025 - 21:15 WIB
loading...
Doa dan zikir setelah salat malam menjadi amalan yang dapat mendekatkan hati seorang hamba kepada Allah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Salah satu keutamaan salat malam atau tahajud adalah pintu terbukanya doa. Rasulullah SAW bersabda,
"Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir setiap malam, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku maka Aku akan beri, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku maka Aku akan ampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).
Doa dan zikir setelah salat malam menjadi amalan yang dapat mendekatkan hati seorang hamba kepada Allah.
Astaghfirullaahal-Adziim, Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwalhayyul-Qayyuum, Wa Atuubu Ilaiih. (Dibaca Sebanyak 3 X).
Artinya : “Saya mohon ampun kepada allahyang maha besar, tidak ada tuhan melainkan dia, yang maha hidup yang terus-menerus mengurus makhluknya, dan saya bertobat kepadanya.”
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Artinya:
Tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala puji, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Baca juga: Tafsir Surat An-Nisa’ Ayat 3 Tentang Poligami
Subhaanallaah, walhamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah. Dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Allah Mahabesar, dan tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah,"
Allahumma anta rabbii laa ilaha Illa anta khalaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'ala 'ahdika, wawa'dika mas tatho'tu, a'dzubika min syarri maa shona'tu, abuu ulaka bini'matika 'alayya wa abu u bidzanbi faghfirli fainnahu laa yaghfiru dzunuuba Illa anta.
Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tiada tuhan selain Engkau. Engkau-lah yang telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku tetap pada ikatan-Mu dan perjanjian-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui dosaku kepada-Mu, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku. Maka ampunilah aku, sungguh tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau".
“Allahumma rabbana lakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqa’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu ‘alaihi wasallama haq. Was sa‘atu haq.
Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a‘lantu, wa ma anta a‘lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.”
Baca juga: Inilah Syarat Bolehnya Berpoligami Menurut Syaikh Yusuf Al Qardhawi
Artinya, “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya.
Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.
Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku.
Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Selain itu, ada pula doa salat tahajud dari kitab Sunan Ibnu Majah:
“Allâhumma lakal hamdu Anta nûrus samâwâti wal ardli wa man fîhinna, walakal hamdu Anta qayyâmus nûrus samâwâti wal ardli wa man fîhinna, walakal hamdu Anta Mâlikus samâwâti wal ardli wa man fîhinna, walakal hamdu Antal haqqu wawa’duka haqqun waqauluka haqqun waliqâ`uka haqqun wal jannatu haqqun wannâru haqqun wassâ’atu haqqun wannabiyyûna haqqun wa Muhammadun haqqun, allâhumma laka aslamtu wabika âmantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wabika khashamtu wa ilaika hâkamtu, faghfirlî Anta walâ ilâha ghairuka walâ haula walâ quwwata illâ bika.”
Artinya, “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkaulah penerang langit dan bumi dan segala yang ada di dalamnya, dan puji bagi-Mu. Engkaulah yang menguasai langit dan bumi dan segala yang ada di dalamnya, dan segala puji bagi-Mu. Engkaulah Pemilik Surga, dan bumi dan siapa pun yang ada di dalamnya, dan puji bagi-Mu. Engkaulah yang benar, dan janjimu benar, dan perkataanmu benar, dan bertemu denganmu adalah benar, dan surga itu benar, dan Neraka itu benar, dan Hari Kiamat itu benar, dan Para nabi itu benar, dan Muhammad itu benar. Ya Allah kepada-Mu aku berserah diri, dan kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku bertawakal, dan kepada-Mu aku bertaubat. Dan kepadaMu aku berselisih, dan kepadaMu aku menghakimi, maka ampunilah aku atas apa yang aku kemukakan dan apa yang aku tunda, dan apa yang aku tunda dan apa yang aku ridha. Dan sebagaimana telah Engkau nyatakan, Engkaulah yang mendahului dan Engkaulah yang kedua, tidak ada Tuhan selain Engkau, dan tidak ada Tuhan selain Engkau, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Engkau.” (Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2018], halaman 155).
Itulah bacaan zikir dan doa setelah salat tahajud sesuai sunnah untuk diamalkan agar mendapat keutamaan. Semoga Bermanfaat
Baca juga: Poligami dalam Pandangan Gus Baha, Simak Penjelasannya!
"Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir setiap malam, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku akan kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku maka Aku akan beri, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku maka Aku akan ampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).
Doa dan zikir setelah salat malam menjadi amalan yang dapat mendekatkan hati seorang hamba kepada Allah.
Bacaan Zikir dan Doa setelah Tahajud :
1. Membaca Istighfar
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullaahal-Adziim, Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwalhayyul-Qayyuum, Wa Atuubu Ilaiih. (Dibaca Sebanyak 3 X).
Artinya : “Saya mohon ampun kepada allahyang maha besar, tidak ada tuhan melainkan dia, yang maha hidup yang terus-menerus mengurus makhluknya, dan saya bertobat kepadanya.”
2. Membaca Laa Ilaaha illallah
لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Artinya:
Tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala puji, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Baca juga: Tafsir Surat An-Nisa’ Ayat 3 Tentang Poligami
3. Membaca Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbir
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه
Subhaanallaah, walhamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah. Dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Allah Mahabesar, dan tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah,"
4. Membaca Sayyidul Istighfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتِنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلِيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta rabbii laa ilaha Illa anta khalaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'ala 'ahdika, wawa'dika mas tatho'tu, a'dzubika min syarri maa shona'tu, abuu ulaka bini'matika 'alayya wa abu u bidzanbi faghfirli fainnahu laa yaghfiru dzunuuba Illa anta.
Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tiada tuhan selain Engkau. Engkau-lah yang telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku tetap pada ikatan-Mu dan perjanjian-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui dosaku kepada-Mu, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku. Maka ampunilah aku, sungguh tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau".
Doa Setelah Salat Tahajud:
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْححَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِييُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
“Allahumma rabbana lakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqa’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu ‘alaihi wasallama haq. Was sa‘atu haq.
Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Fagfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a‘lantu, wa ma anta a‘lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah.”
Baca juga: Inilah Syarat Bolehnya Berpoligami Menurut Syaikh Yusuf Al Qardhawi
Artinya, “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya.
Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.
Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku.
Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Selain itu, ada pula doa salat tahajud dari kitab Sunan Ibnu Majah:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيَّامُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدَّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ
“Allâhumma lakal hamdu Anta nûrus samâwâti wal ardli wa man fîhinna, walakal hamdu Anta qayyâmus nûrus samâwâti wal ardli wa man fîhinna, walakal hamdu Anta Mâlikus samâwâti wal ardli wa man fîhinna, walakal hamdu Antal haqqu wawa’duka haqqun waqauluka haqqun waliqâ`uka haqqun wal jannatu haqqun wannâru haqqun wassâ’atu haqqun wannabiyyûna haqqun wa Muhammadun haqqun, allâhumma laka aslamtu wabika âmantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wabika khashamtu wa ilaika hâkamtu, faghfirlî Anta walâ ilâha ghairuka walâ haula walâ quwwata illâ bika.”
Artinya, “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkaulah penerang langit dan bumi dan segala yang ada di dalamnya, dan puji bagi-Mu. Engkaulah yang menguasai langit dan bumi dan segala yang ada di dalamnya, dan segala puji bagi-Mu. Engkaulah Pemilik Surga, dan bumi dan siapa pun yang ada di dalamnya, dan puji bagi-Mu. Engkaulah yang benar, dan janjimu benar, dan perkataanmu benar, dan bertemu denganmu adalah benar, dan surga itu benar, dan Neraka itu benar, dan Hari Kiamat itu benar, dan Para nabi itu benar, dan Muhammad itu benar. Ya Allah kepada-Mu aku berserah diri, dan kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku bertawakal, dan kepada-Mu aku bertaubat. Dan kepadaMu aku berselisih, dan kepadaMu aku menghakimi, maka ampunilah aku atas apa yang aku kemukakan dan apa yang aku tunda, dan apa yang aku tunda dan apa yang aku ridha. Dan sebagaimana telah Engkau nyatakan, Engkaulah yang mendahului dan Engkaulah yang kedua, tidak ada Tuhan selain Engkau, dan tidak ada Tuhan selain Engkau, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Engkau.” (Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2018], halaman 155).
Itulah bacaan zikir dan doa setelah salat tahajud sesuai sunnah untuk diamalkan agar mendapat keutamaan. Semoga Bermanfaat
Baca juga: Poligami dalam Pandangan Gus Baha, Simak Penjelasannya!
(wid)
Lihat Juga :