Wajibkan Ihsan dalam Semua Urusan yang Dilakukan
Senin, 14 September 2020 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Maka ihsan bermakna melakukan segala tugas dan tanggung jawab dengan baik dan dengan penuh perhatian atau dengan cara yang profesional harus kita latih sejak kecil. Kita menganut pepatah yang mungkin kita semua sudah tahu, yaitu “alah bisa karena biasa”. Satu pekerjaan yang biasa kita lakukan, maka kita akan terbiasa untuk melakukannya. Bisa kita lakukan itu dengan baik dan benar.
Pembiasaan tersebut akan membuatnya menjadi pribadi yang teliti dan punya dedikasi yang tinggi di dalam melakukan tugas dan tanggung jawab . Ini merupakan kunci kesuksesan bagi anak ini nantinya. Setiap orang pasti akan puas melihat hasil pekerjaan yang baik, profesional, teratur, detail.
Karena segala sesuatu itu nilainya itu pada detailnya sebenarnya. Dan satu pekerjaan bisa dinilai plus minus nilainya dari detail pekerjaan itu. Misalnya ukiran, ada perbedaan yang mencolok antara ukiran yang dibuat alakadarnya dengan ukiran yang memang dibuat dengan penuh ketelitian, dilakukan dengan profesional. Tentu nilainya berbeda. Maka barang-barang yang handmade (buatan tangan) itu biasanya lebih mahal. Hal itu karena detailnya. Detailnya itu yang membuat suatu barang lebih bernilai mahal dibandingkan barang yang dibuat dengan mesin.
(Baca juga : PSBB Jakarta Jilid II Bikin Kaget, Kadin: Kami Tidak Bisa Dadakan Diberhentikan )
Jadi ini merupakan modal hidup bagi anak-anak kita nantinya kedepan. Kalau mereka ingin sukses baik itu dunia maupun akhirat, maka sifat ini harus kita ajarkan kepada mereka sedari kecil. Profesionalisme itu bukan hanya dalam urusan dunia. Urusan dunia kita bersikap profesional supaya mendapatkan keuntungan duniawi. Tenaga yang profesional tentu gajinya berbeda dengan yang amatiran. Pasti lebih tinggi yang profesional dari pada yang amatiran.
Dalam urusan akhirat juga kita harus melakukan segala tugas dan tanggung jawab akhirnya kita dengan profesional. Dalam semua perkara-perkara agama, ibadah, kalau kita lakukan dengan baik, maka itu akan menjadi baik.
Tabiat seperti ini tidak muncul serta-merta, tidak muncul seketika, tidak muncul dadakan, tidak muncul tiba-tiba. Ini adalah pembiasaan dan pelatihan yang terus-menerus. Ada sebagian orang kita lihat melakukan sesuatu dengan teliti. Karena dari kecil memang seperti itu desainnya. Ada orang yang asal-asalan. Karena dari kecil memang kerjanya asal-asalan. Ini akan terbawa dalam semua urusan nantinya, baik itu urusan dunia maupun akhirat.
(Baca juga : Hotel Bintang Dua dan Bintang Tiga Disiapkan untuk Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 )
Maka kita lihat ada sebagian orang yang urusan akhiratnya, mottonya adalah “yang penting sudah dikerjakan”. Ada sebagian orang yang penting sudah salat. Bagaimana salatnya, itu urusan nomor sekian. Jadi sekali lagi ini sangat penting dan ini menjadi modal yang berharga bagi anak-anak kita nantinya setelah dia beranjak dewasa. Maka jangan sampai telat menanamkan ini kepada anak-anak kita. Mereka harus menjadi orang yang profesional dalam segala urusan yang mereka kerjakan dan dalam segala perkara yang mereka lakukan.
Wallahu A'lam
Pembiasaan tersebut akan membuatnya menjadi pribadi yang teliti dan punya dedikasi yang tinggi di dalam melakukan tugas dan tanggung jawab . Ini merupakan kunci kesuksesan bagi anak ini nantinya. Setiap orang pasti akan puas melihat hasil pekerjaan yang baik, profesional, teratur, detail.
Karena segala sesuatu itu nilainya itu pada detailnya sebenarnya. Dan satu pekerjaan bisa dinilai plus minus nilainya dari detail pekerjaan itu. Misalnya ukiran, ada perbedaan yang mencolok antara ukiran yang dibuat alakadarnya dengan ukiran yang memang dibuat dengan penuh ketelitian, dilakukan dengan profesional. Tentu nilainya berbeda. Maka barang-barang yang handmade (buatan tangan) itu biasanya lebih mahal. Hal itu karena detailnya. Detailnya itu yang membuat suatu barang lebih bernilai mahal dibandingkan barang yang dibuat dengan mesin.
(Baca juga : PSBB Jakarta Jilid II Bikin Kaget, Kadin: Kami Tidak Bisa Dadakan Diberhentikan )
Jadi ini merupakan modal hidup bagi anak-anak kita nantinya kedepan. Kalau mereka ingin sukses baik itu dunia maupun akhirat, maka sifat ini harus kita ajarkan kepada mereka sedari kecil. Profesionalisme itu bukan hanya dalam urusan dunia. Urusan dunia kita bersikap profesional supaya mendapatkan keuntungan duniawi. Tenaga yang profesional tentu gajinya berbeda dengan yang amatiran. Pasti lebih tinggi yang profesional dari pada yang amatiran.
Dalam urusan akhirat juga kita harus melakukan segala tugas dan tanggung jawab akhirnya kita dengan profesional. Dalam semua perkara-perkara agama, ibadah, kalau kita lakukan dengan baik, maka itu akan menjadi baik.
Tabiat seperti ini tidak muncul serta-merta, tidak muncul seketika, tidak muncul dadakan, tidak muncul tiba-tiba. Ini adalah pembiasaan dan pelatihan yang terus-menerus. Ada sebagian orang kita lihat melakukan sesuatu dengan teliti. Karena dari kecil memang seperti itu desainnya. Ada orang yang asal-asalan. Karena dari kecil memang kerjanya asal-asalan. Ini akan terbawa dalam semua urusan nantinya, baik itu urusan dunia maupun akhirat.
(Baca juga : Hotel Bintang Dua dan Bintang Tiga Disiapkan untuk Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 )
Maka kita lihat ada sebagian orang yang urusan akhiratnya, mottonya adalah “yang penting sudah dikerjakan”. Ada sebagian orang yang penting sudah salat. Bagaimana salatnya, itu urusan nomor sekian. Jadi sekali lagi ini sangat penting dan ini menjadi modal yang berharga bagi anak-anak kita nantinya setelah dia beranjak dewasa. Maka jangan sampai telat menanamkan ini kepada anak-anak kita. Mereka harus menjadi orang yang profesional dalam segala urusan yang mereka kerjakan dan dalam segala perkara yang mereka lakukan.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :