Kisah Sahabat yang Wafat Seorang Diri dan Kelak Dibangkitkan Sendirian

loading...
Kisah Sahabat yang Wafat Seorang Diri dan Kelak Dibangkitkan Sendirian
Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu anhu bernama asli Jundub bin Janadah. Beliau adalah orang yang paling keras menentang berhala di zaman jahiliyah dan sahabat yang sangat zuhud. Foto ilustrasi/Ist
Satu-satunya manusia yang dapat mengetahui hal-hal atau peristiwa masa depan ialah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم . Ucapan dan prediksi beliau terhadap sesuatu selalu benar. Salah satunya perkataan beliau tentang perjalanan hidup seorang sahabat mulia yang menjadi kenyataan.

Ketika perang Tabuk melawan Romawi pada tahun kesembilan Hijriyah, Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda: "Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Abu Dzar . Ia berjalan sebatang kara, meninggal sebatang kara dan nanti dibangkitkan sebatang kara". (Baca Juga: Abu Dzar Al-Ghifari, Rela Menempuh Perjalanan Jauh Demi Bertemu Rasulullah )

Apa yang diucapkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم benar-benar terjadi. Sahabat yang dikenal sangat tegas melawan kebathilan, Abu Dzar Al-Ghifari menghadapi sakaratul maut di padang pasir Rabadzah, sebuah tempat yang dipilihnya sebagai tempat peristirahatan terakhirnya.

Perjalanan hidup sahabat mulia ini dikisahkan dalam Buku "Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah" karya Khalid Muhammad Khalid. Detik-detik menjelang akhir hayatnya, seorang perempuan kurus berkulit kemerah-merahan duduk di dekatnya menangis. Perempuan itu adalah istri tercintanya. Abu Dzar bertanya padanya: "Apa yang kamu tangisi wahai istriku padahal maut itu pasti datang?" Sang istri pun menjawab: "Engkau akan meninggal, padahal kami tak punya kain untuk kafanmu!"



Abu Dzar tersenyum dengan ramah seperti halnya orang yang hendak merantau jauh lalu berkata kepada istrinya: "Janganlah menangis! Pada suatu hari, ketika aku berada di sisi Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersama beberapa orang sahabatnya, aku dengar beliau bersabda: 'Pastilah ada salah seorang di antara kalian yang akan meninggal di padang pasir liar, yang akan disaksikan nanti oleh serombongan orang-orang beriman".

"Semua yang ada di Majlis Rasulullah itu telah meninggal di kampung dan di hadapan jamaah kaum Muslimin. Tak ada lagi yang masih hidup di antara mereka kecuali aku. Nah, inilah aku sekarang menghadapi maut di padang pasir, maka perhatikanlah olehmu jalan. Siapa tahu kalau-kalau rombongan orang-orang beriman itu sudah datang! Demi Allah aku tidak bohong, dan tidak pula dibohongi!" Setelah itu, ruh sahabat mulia itu pun kembali ke hadhirat Allah Ta'ala.

Dan benar saja, tiba-tiba rombongan kafilah sedang berjalan cepat di padang pasir terdiri atas kaum Mukminin yang dipimpin oleh Abdullah bin Mas'ud, sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Dan sebelum sampai ke tempat tujuan, Ibnu Mas'ud telah melihat sesosok tubuh terbujur seperti mayat, sedang di sisinya ada seorang wanita tua dengan seorang anak, keduanya menangis.

Dibelokkannya kekang kendaraan ke tempat itu, diikuti dari belakang oleh anggota rombongan. Pandangannya jatuh ke sosok jasad itu, tampak olehnya wajah sahabat mulia, saudara yang membela mati-matian agama Allah yakni Abu Dzar Al-Ghifari .

Air mata Ibnu Mas'ud pun mengucur deras. Di hadapan jasad yang suci itu ia berkata: "Benarlah ucapan Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Anda berjalan sebatang kara. Mati sebatang kara dan dibangkitkan nanti sebatang kara."
halaman ke-1
cover top ayah
وَقَالَ الشَّيۡطٰنُ لَـمَّا قُضِىَ الۡاَمۡرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمۡ وَعۡدَ الۡحَـقِّ وَوَعَدْتُّكُمۡ فَاَخۡلَفۡتُكُمۡ‌ؕ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيۡكُمۡ مِّنۡ سُلۡطٰنٍ اِلَّاۤ اَنۡ دَعَوۡتُكُمۡ فَاسۡتَجَبۡتُمۡ لِىۡ‌ ۚ فَلَا تَلُوۡمُوۡنِىۡ وَلُوۡمُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ‌ ؕ مَاۤ اَنَا بِمُصۡرِخِكُمۡ وَمَاۤ اَنۡتُمۡ بِمُصۡرِخِىَّ‌ ؕ اِنِّىۡ كَفَرۡتُ بِمَاۤ اَشۡرَكۡتُمُوۡنِ مِنۡ قَبۡلُ‌ ؕ اِنَّ الظّٰلِمِيۡنَ لَهُمۡ عَذَابٌ اَ لِيۡمٌ
Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh, orang yang zhalim akan mendapat siksaan yang pedih.

(QS. Ibrahim:22)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video