Haruskah Malu kepada Malaikat?
Kamis, 24 September 2020 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Ibnul Qayyum al-Jauziyah meriwayatkan sebagian pesan para sahabat yang berbunyi, "sesungguhnya ada sesuatu yang selalu bersama kalian dan dia tak pernah berpisah dari kalian. Malulah kalian terhadap mereka dan hormatilah mereka. Aku tidak suka orang yang tidak merasa malu kepada malaikat yang memiliki kemuliaan dan kebesaran. Sehingga dia tidak menghormati dan tidak mengagungkannya.
Allah telah memperingati hal ini dalam firman-Nya,
"Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang engawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah0 dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan" [Al-Infithar: 10-12]
(Baca juga : Febri Diansyah Mengundurkan Diri dari KPK )
Maksudnya, hendaklah kalian malu dari para penjaga yang mulia itu. Muliakan dan hormatilah mereka, karena mereka mengetahui segala hal yang bisa membuat kalian malu jika dilihat oleh sesama manusia. Malaikat juga merasa sakit dari sesuatu yang menjadikan manusia merasa sakit.
Jika ada seseorang yang merasa sakit hati saat melihat orang lain berbuat kejahatan dan maksiat di hadapannya, meskipun sebenarnya dia juga melakukan hal yang sama, maka bagaimanakan dengan rasa sakit malaikat yang bertugas mencatat amal itu? Hanya kepada Allah sajalah kita meminta pertolongan. Maka menanamkan rasa ini pada diri kita akan sangat efektif untuk mencegah dan menahan diri dari perbuatan dosa.
(Baca juga : Luis Suarez, Messi dan Neymar Pernah Jadi Trisula Menakutkan )
Amr bin Murrah meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abi Laila tentang tafsir ayat yang berbunyi, "Dan datanglah tiap-tiap bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi" [QS Qaf: 21]. Dia berkata, "Jika salah satu di antara kalian melakukan suatu amalan secara sembunyi-sembunyi, kemudian berkata kepada malaikat, 'Tulislah, semoga Allah merahmatimu' maka apakah perkataan tersebut menyebabkan malaikat akan memenuhi catatanmu dengan kebaikan?"
Wallahu A'lam
Allah telah memperingati hal ini dalam firman-Nya,
"Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang engawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah0 dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan" [Al-Infithar: 10-12]
(Baca juga : Febri Diansyah Mengundurkan Diri dari KPK )
Maksudnya, hendaklah kalian malu dari para penjaga yang mulia itu. Muliakan dan hormatilah mereka, karena mereka mengetahui segala hal yang bisa membuat kalian malu jika dilihat oleh sesama manusia. Malaikat juga merasa sakit dari sesuatu yang menjadikan manusia merasa sakit.
Jika ada seseorang yang merasa sakit hati saat melihat orang lain berbuat kejahatan dan maksiat di hadapannya, meskipun sebenarnya dia juga melakukan hal yang sama, maka bagaimanakan dengan rasa sakit malaikat yang bertugas mencatat amal itu? Hanya kepada Allah sajalah kita meminta pertolongan. Maka menanamkan rasa ini pada diri kita akan sangat efektif untuk mencegah dan menahan diri dari perbuatan dosa.
(Baca juga : Luis Suarez, Messi dan Neymar Pernah Jadi Trisula Menakutkan )
Amr bin Murrah meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abi Laila tentang tafsir ayat yang berbunyi, "Dan datanglah tiap-tiap bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi" [QS Qaf: 21]. Dia berkata, "Jika salah satu di antara kalian melakukan suatu amalan secara sembunyi-sembunyi, kemudian berkata kepada malaikat, 'Tulislah, semoga Allah merahmatimu' maka apakah perkataan tersebut menyebabkan malaikat akan memenuhi catatanmu dengan kebaikan?"
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :